Liputan6.com, Jakarta Dunia sedang heboh dengan merebaknya virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Jenis virus RNA itu disebut-sebut ditemukan di kelelawar dan unta. Namun, belum dapat dikatakan dengan pasti bahwa virus yang menular ke manusia berasal dari dua binatang tersebut.
Demikian penjelasan yang diberikan Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (M), DTM&H, MARS di Ruang Audiotorium Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Utara, Rabu (7/5/2014).
"Virus ini pada banyak penelitian memang ditemukan di kelelawar dan unta. Tapi, belum dapat kita katakan bahwa yang saat ini terjadi pada jamaah umrah ditularkan dari unta dan kelelawar," kata Tjandra Yoga.
Untuk alasannya, Tjandra Yoga menggunakan analogi flu burung, yang terjadi beberapa tahun silam. Flu burung, kata dia, ada orang yang sakit dan secara kebetulan ada ayam yang sakit di rumah itu. Keduanya, memiliki kontak langsung dan virusnya sama. Sedangkan pada virus korona ini yang terjadi berbeda.
Sejauh ini, masih dua kemungkinan virus ini menyebar ke manusia. Kalau tidak dari manusia ke manusia, memang dari unta ke manusia. Namun yang pasti, apabila unta batuk seperti batuk yang dialami manusia, bisa jadi dan terbukti memang unta yang menyebarkan ke manusia. Kalau tidak, berarti belum tentu.
Lebih lanjut Tjandra Yoga menjelaskan, virus ini paling mudah menyerang orang berusia 50 tahun. "Rentang usia 19 bulan sampai 94 tahun," kata dia menjelaskan.
Selain itu, virus ini pun paling mudah menyerang 65 persen pria, 63,4 persen menderita ISPA berat, 29,8 persen dilaporkan tidak menderita gejala ang berat.
"76 persen memiliki kondisi komorbid, yaitu gagal ginjal kronik (13,3 persen), diabetes (10 persen), penyakit jantung (7,5 persen)," kata dia menerangkan. /Abd
Virus Korona Pasti Berasal dari Unta atau Kelelawar?
Virus Korona belum dapat dikatakan dengan pasti bahwa berasal dari kelelawar dan unta
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673206/original/w460.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Budi Daya Maggot di Mataram, Solusi Masalah Sampah Jadi Bernilai20 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
- BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
- Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
- Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
- PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322276/original/052969300_1786524029-IMG_2901.jpg)