Akhirnya Militan Irak Memenggal Sandera Inggris

Kenneth Bigley asal Inggris yang disandera gerilyawan pimpinan Abu Musab al Zarqawi tewas dipenggal Kamis silam. Prosesi pemenggalan sandera itu ditayangkan sebuah stasiun televisi pada Jumat kemarin.

Diterbitkan 09 Oktober 2004, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Latifiya: Kenneth Bigley, warga Inggris yang disandera militan Irak tewas dipenggal penculiknya di Latifiya, kota yang mayoritas dihuni muslim Sunni, sekitar 35 kilometer barat daya Baghdad, Irak, Kamis silam. Informasi ini didapat dari sumber-sumber gerilya di Kota Fallujah. Kebenaran berita ini diketahui setelah kelompok gerilyawan Irak, Tauhid dan Jihad, memperlihatkan rekaman video pemenggalan Bigley di sebuah stasiun televisi Irak, Jumat (8/10).

Pemenggalan Bigley dilakukan setelah pemerintah Inggris menolak permintaan sandera dan keluarga korban untuk menyelamatkan Bigley. Pada 29 September silam, Bigley melalui rekaman video meminta bantuan Perdana Menteri Tony Blair untuk menyelamatkannya dari eksekusi. Namun Blair mengatakan, pemerintahnya tidak akan bernegosiasi dengan para penculik. Penolakan itu membuat keluarga Bigley meminta bantuan putra Muammar Khaddafi yang langsung menyanggupinya [baca: Putra Khaddafi Akan Membantu Membebaskan Sandera Inggris].

Dalam pernyataan singkat yang ditayangkan televisi, Blair mengecam pembunuhan Bigley sebagai tindakan barbar. Dia mengatakan para penculik tidak akan dibiarkan mengintimidasi pihak-pihak yang berniat membangun Irak.

Bigley adalah insinyur berusia 62 tahun. Ia diculik dari tempat tinggalnya di Baghdad bersama dua orang warga Amerika Serikat, 16 September silam. Kelompok penculik yang konon dipimpin oleh sekutu Al-Qaidah pimpinan Abu Musab al Zarqawi menuntut agar pasukan koalisi membebaskan tahanan wanita di Penjara Abu Ghraib.(OZI/Pin)