Trump Disebut Nyaris Beri Lampu Hijau Serangan Baru ke Iran

Pihak Iran sendiri sudah memperkirakan serangan baru AS akan terjadi.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 12:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan nyaris menyetujui serangan terhadap Iran, setidaknya dalam satu kesempatan baru-baru ini. Informasi tersebut diungkapkan sejumlah sumber yang mengetahui rincian rencana tersebut kepada The Jerusalem Post pada Selasa (20/10/2026).

Laporan ini muncul setelah Trump melontarkan pernyataan kepada wartawan di Atlanta, Georgia, pekan lalu. Saat itu, Trump mengatakan, "Tunggu saja apa yang akan kami lakukan terhadap Iran."

Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS tidak akan kembali membombardir Iran sebelum 3 November. Namun, sejumlah pejabat Iran mengatakan kepada Reuters pada Selasa bahwa Teheran masih memperkirakan serangan tersebut akan kembali terjadi, cepat atau lambat.

Netanyahu Bertekad Menggulingkan Rezim Iran

Sebelumnya pada Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump pada Minggu (18/10) mengenai pentingnya menggulingkan rezim Iran.

"Kami berkomitmen untuk menuntaskan upaya menggulingkan rezim Iran," kata Netanyahu dalam pernyataan yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel (PMO).

"Saya sudah berkali-kali membahas hal ini dengan Trump, termasuk dua hari lalu."

Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato dalam acara pembukaan tahun akademik di Universitas Kiryat Shmona-Tel Hai.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyatakan bahwa kehancuran Hizbullah dan tercapainya perdamaian dengan Lebanon akan terjadi seiring dengan jatuhnya rezim Iran.

"Kami telah mengubah sepenuhnya situasi di wilayah utara Israel berkat keberanian para prajurit kami dan operasi militer yang berlangsung di sini," ujarnya.

"Kami praktis telah menghancurkan seluruh infrastruktur teroris berskala besar, baik di bawah tanah maupun di permukaan. Namun, kami juga berkomitmen untuk menuntaskan tugas ini, yakni menggulingkan rezim teroris di Iran, yang menjadi kepala dari gurita berbisa ini. Jika kepalanya dipenggal, gurita itu akan tumbang."

Netanyahu menggambarkan rezim Iran sebagai pemerintahan yang sangat fanatik. Menurutnya, selama rezim tersebut masih berkuasa, Iran akan terus mengejar ambisi nuklirnya dan berupaya membangun kembali jaringan kelompok bersenjata yang menjadi sekutunya.

"Karena itu, satu-satunya cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menggulingkan rezim ini," kata Netanyahu.

"Kehancuran Hizbullah juga akan terjadi secara bersamaan."