Sukses

Berkunjung ke Les' Copaque, Rumah Animasi Upin dan Ipin di Selangor Malaysia

Liputan6.com, Shah Alam - Upin dan Ipin adalah animasi yang sangat terkenal di antara anak-anak di Indonesia. Dua tokoh itu adalah ide dari mantan insinyur perminyakan Haji Burhanuddin dan istrinya, Hajah Ainon. Mereka mendirikan rumah produksi animasi Les' Copaque.

Dalam kunjungan wartawan, Haji Burhanuddin bercerita bahwa ia ingin membuat animasi dengan pesan positif agar bisa ditonton para orang tua dan anak-anaknya. 

Selain itu, ia berharap anak-anak Malaysia dan Indonesia ingat bahwa kedua negara ini adalah serumpun.

<p>Tampak depan Les' Copaque, studio animasi Upin-Ipin. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Haji Burhanuddin juga bercerita kenapa Upin dan Ipin tidak punya orang tua, yakni waktu itu sudah mepet deadline, sehingga sosok orang tuanya tidak digambar. Turut diungkap bahwa dua karakter itu dibuat botak karena saat itu biaya lebih terjangkau untuk membuat karakter demikian.

"Keluar dua budak itu pun dia botak karena waktu itu kita enggak ada uang," jelas Haji Burhanuddin kepada wartawan di rombongan Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia dan Indonesia (ISWAMI) di studio Les' Copaque di Shah Alam, Selangor, Rabu (29/6/2022). 

Haji Burhanuddin pun berterima kasih kepada audiens di Indonesia, sebab penonton terbanyak Upin-Ipin memang berasal dari stasiun swasta di Indonesia.

"Terima kasih pada orang Indonesia yang menjadi peminat yang paling besar," ujarnya. 

<p>Penghargaan YouTube bagi Upin-Ipin. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Seri Upin-Ipin telah melakukan ekspansi ke berbagai proyek, mulai dari muncul di KFC, produk pasta gigi, susu formula, hingga teater musikal.

Upin-Ipin juga punya audiens besar di YouTube, sehingga meraih Diamond Play Button. 

Dan berikut beberapa foto menarik dari para animator di Les' Copaque:

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dari Ide Menuju Visual

Creative Director Syed Nurfaiz Khalid mengajak para wartawan untuk melihat kinerja para animator, penulis naskah, hingga di bidang audio. 

Untuk pengisi suara, studio ada di lantai dasar. Di ruang kedap suara itulah pengisi suara melakukan pekerjaannya. Ada tantangan sendiri dalam tugas ini, sebab ada pengisi suara yang masih sekolah, sehingga jadwal harus fleksibel.

<p>Ruang audio untuk animasi Upin-Ipin. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Di lantai atas, para animator, baik lelaki maupun perempuan, bekerja di depan layar komputer masing-masing. Ada yang bekerja untuk konsep, rendering, mengurus efek animasi, dan lain sebagainya. 

<p>Foto-foto pengerjaan animasi Upin-Ipin di studio Les' Copaque di Selangor, Malaysia. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Syed Nurfaiz berkata pihak studio terus berusaha agar efek-efek yang ditampilkan semakin detail dan terlihat nyata. Ada pula satu ruangan khusus untuk memperagakan gerakan karakter Upin-Ipin. 

<p>Creative Director studio Les' Copaque, Syed Nurfaiz Ichalid (blazer hitam), menunjukkan ruang animasi kartun Upin-Ipin. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Tampilan meja-meja para animator.

<p>Foto-foto pengerjaan animasi Upin-Ipin di studio Les' Copaque di Selangor, Malaysia. Tampak di tembok ada poster penyanyi K-Pop, G-Dragon. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

<p>Foto-foto pengerjaan animasi Upin-Ipin di studio Les' Copaque di Selangor, Malaysia. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

<p>Foto-foto pengerjaan animasi Upin-Ipin di studio Les' Copaque di Selangor, Malaysia. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

3 dari 4 halaman

Kisah Cinta

Ada seorang staf animasi di Les' Copaque yang berasal dari Indonesia. Ia bernama Jehan yang lulus dari Multimedia University di Malaysia.

Jehan sempat berbincang dengan para wartawan di Indonesia terkait perannya dalam animasi Upin dan Ipin, yakni sebagai kompositor. 

Sudah lama Jehan bekerja di studio tersebut, yakni dari 2011. Ia tetap bertahan meski beberapa karyawan Indonesia lainnya sudah resign.

Ketika ditanya alasannya bekerja selama itu, Jehan mengungkapkan sebuah kisah cinta. 

"Sebenarnya karena menikah," ujar Jehan sambil tertawa. 

Jehan ternyata menikah dengan Syed Nurfaiz Khalid yang tak lain merupakan Creative Director di studio tersebut. Syed Nurfaiz Khalid mengaku ada beberapa staf yang menemukan cintanya di studio tersebut.

<p>Jehan dan suaminya di Les' Copaque. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Cukup banyak memang pegawai Les' Copaque yang bekerja dalam tempo yang lama, meski usia mereka masih relatif muda. Ada yang sudah tujuh tahun, bahkan 10 tahun.

4 dari 4 halaman

Penceritaan

Di lantai selanjutnya, ada lantai untuk storyboard dan aransemen musik. Para pembuat naskah dan pembuat animasi berada di satu ruangan.

Seorang storyboard bernama Maghfirare bercerita bahwa tugasnya adalah memvisualisasikan naskah yang diberikan dari tim penulis naskah. 

Maghfirare membaca naskah yang dikirim, kemudian menggunakan imajinasinya untuk menggambarkan adegan-adegan dengan sederhana, sebelum kemudian dipoles lagi oleh tim lain. 

Terkadang, Maghfirare masih menonton hasil animasi Upin dan Ipin di YouTube yang tayang di televisi Indonesia. Ia ingin membandingkan dan mempelajari hasil awal dan hasil akhir dari adegan yang ia visualisasi. 

Haji Burhanuddin berkata tiap cerita dari Upin dan Ipin yang tayang harus mendapat persetujuan final dari istrinya, Hajah Ainon.

<p>Storyboard artist di Les' Copaque, Maghfirah Rifaad. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com</p>

Di bagian bawah gedung, ada toko suvenir Upin dan Ipin. Ada masker, mainan, tempat minum, pakaian, minuman, dan pernak-pernik lain.

Ada pula buku berjudul Bila Atok Ranggi Berbicara yang mengisahkan perjalanan Haji Burhanuddin.