Sukses

Jepang Desak Warganya Hemat Energi di Tengah Gelombang Panas

Liputan6.com, Tokyo - Pihak berwenang di Jepang mendesak warga di wilayah Tokyo untuk menghemat energi, Senin (27/6) di tengah suhu tinggi dan peningkatan permintaan akan listrik.

Para pejabat cuaca melaporkan akhir musim hujan, yang membantu menahan suhu yang lebih tinggi, telah terjadi paling awal sejak pencatatannya dimulai pada tahun 1951.

Pihak berwenang mengatakan warga harus berusaha menghemat listrik, terutama pada malam hari, dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga diri dari serangan panas, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Selasa (28/6/2022).

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan suhu tinggi di wilayah Tokyo melebihi 33 derajat Celsius hingga Minggu.

Negara Eropa Hadapi Gelombang Panas Tak Biasa

Eropa menghadapi gelombang panas minggu ini menyusul gelombang panas yang luar biasa dan intens yang datang dari Afrika Utara, dengan pemerintah dari banyak negara Eropa mengeluarkan peringatan kepada publik dan instruksi tentang bagaimana "bertahan" dari situasi itu.

Di Prancis, rekor panas bulanan tercatat di beberapa kota, menurut Meteo Channel, demikian dikutip dari laman Xinhua, Senin (20/6/2022).

Menurut harian berita Le Figaro, rekor absolut untuk kota tepi laut barat daya Biarritz tercatat pada 42,4 derajat Celcius, dengan rata-rata 35 derajat Celcius di wilayah lain di Prancis.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Peringatan Panas di Prancis

Sebanyak 14 departemen Prancis berada dalam siaga gelombang panas pada Jumat oleh Meteo Channel, yang kemudian mengurangi jumlahnya menjadi 11 untuk hari Sabtu.

Sekitar tiga perempat dari populasi Prancis dipengaruhi oleh peringatan gelombang panas oranye dan merah.

Pada Sabtu malam, situasinya tetap ekstrem, belum pernah terjadi sebelumnya, dengan suhu yang sangat tinggi yang belum pernah diamati sebelumnya di awal musim, lapor Le Figaro.

Pemerintah Prancis juga telah menyiapkan jalur "panas" untuk membantu orang yang membutuhkan jika terjadi keadaan darurat.

Di seberang Selat Inggris, Kantor Inggris pada hari Jumat mengeluarkan peringatan tingkat tiga, tertinggi kedua, untuk gelombang panas di London, tenggara dan timur Inggris, karena suhu naik menjadi 33 derajat Celcius, tertinggi sejak musim panas 2020.

3 dari 4 halaman

Apa Penyebabnya?

Pejabat Prancis memperingatkan Kamis (16/6) , negara itu akan dilanda gelombang panas yang paling dini sejak setidaknya 2005. Di Spanyol gelombang panas telah mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa tempat. Kedua negara pada tahun ini telah mencatat rekor bulan Mei terpanas.

Situasi diperburuk karena ada kekeringan yang disebabkan curah hujan minim selama musim dingin dan musim semi, demikian dikutip dari laman DW Indonesia, Sabtu (18/6/2022).

Layanan cuaca Meteo France mengatakan, sebagian besar Prancis akan dilanda suhu lebih tinggi pada hari Sabtu (18/6), dengan kisaran pada 35 derajat Celcius, sebelum badai mendinginkan cuaca lagi pada hari Minggu (19/6).

Layanan cuaca Aemet di Spanyol memperkirakan suhu udara akan mencapai 43 derajat Celcius sampai akhir minggu.

4 dari 4 halaman

Kebakaran Hutan

Petugas pemadam kebakaran Spanyol tengah berjuang untuk meredam kobaran api di beberapa tempat. Di dekat Baldomar, sekitar 140 kilometer di timur laut Barcelona, kebakatan hutan telah menghanguskan 500 hektar lahan, tetapi bisa meluas hingga 20.000 hektar sebelum dapat dikendalikan, kata pemerintah daerah.

Di Prancis, lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran dikerahkan hari Rabu (15/6) untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah Lozere selatan. Prefektur setempat melaporkan kobaran api seluas lebih dari 70 hektar telah dapat dipadamkan dalam semalam, tetapi ada bahaya besar api akan menyala kembali. Pihak berwenang juga telah memperingatkan peningkatan risiko kebakaran hutan di sekitar Paris.

Para ahli mengatakan, gelombang panas yang lebih sering dan intens yang saat ini terjadi sebagai akibat dari pemanasan global, dan memiliki dampak yang menghancurkan pada kesehatan manusia, hewan, dan ekonomi.