Sukses

Di Tengah Tensi dengan AS, Iran Gandeng Rusia dan China Latihan AL Bareng

Liputan6.com, Jakarta - Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran, Rusia dan China pada Jumat 21 Januari 2022 memulai latihan angkatan laut (AL) bersama di Samudra Hindia yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan laut.

TV pemerintah Iran menyatakan 11 kapalnya bergabung dengan tiga kapal Rusia, termasuk satu kapal perusak, dan dua kapal China. Garda Revolusi Iran juga akan berpartisipasi dengan kapal-kapal yang lebih kecil dan helikopter.

Laporan itu, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (23/1/2022), menyebutkan latihan akan meliputi wilayah sekitar 17 ribu kilometer persegi, di bagian utara Samudra Hindia, dan mencakup latihan pertempuran pada malam hari, operasi penyelamatan dan pemadaman kebakaran.

Ini adalah latihan militer angkatan laut bersama ketiga antara negara-negara itu sejak 2019. Latihan ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Rusia yang berakhir pada Kamis 20 Januari.

"Meningkatkan hubungan bilateral antara Teheran dan Moskow akan meningkatkan keamanan bagi kawasan dan arena internasional," kata Raisi sekembalinya dari Rusia pada hari Jumat, kata kantor berita resmi IRNA.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Upaya Peningkatan Hubungan Iran dengan Rusia dan China di Tengah Perselisihan dengan AS

Teheran telah berusaha meningkatkan kerja sama militer dengan Beijing dan Moskow di tengah-tengah ketegangan regional dengan AS. Lawatan ke Iran oleh perwakilan angkatan laut Rusia dan China juga telah meningkat dalam beberapa tahun ini.

Iran telah mengadakan latihan militer secara teratur dalam beberapa bulan ini, sementara upaya menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 dengan negara-negara berpengaruh dunia menghadapi keadaan sulit.

Rusia juga sedang berselisih dengan AS dan Barat terkait negara tetangganya, Ukraina, di mana Rusia mengirim sekitar 100 ribu tentara yang menurut Washington, Kyiv dan sekutu-sekutu mereka, dikhawatirkan akan digunakan untuk menyerang negara itu.

Rusia pada hari Kamis mengumumkan latihan angkatan laut besar-besaran di berbagai daerah yang melibatkan sebagian besar kemampuan angkatan lautnya - lebih dari 140 kapal perang dan lebih dari 60 pesawat – yang akan berlangsung hingga Februari. Latihan itu akan berlangsung di Laut Hitam, Laut Tengah, bagian timur laut Atlantik dan Samudra Pasifik, selain terlibat dalam latihan bersama dengan Iran di Samudra Hindia.

3 dari 3 halaman

Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan COVID-19 Varian Omicron