Sukses

WHO Siapkan Proyek Investigasi COVID-19 Jilid 2

Liputan6.com, Jenewa - WHO menyiapkan gugus tugas baru untuk mencari asal muasal COVID-19. Ini akan menjadi investigasi jilid 2 setelah investigasi di China pada awal 2021 memicu kritikan dari berbagai pihak, terutama Amerika Serikat dan Australia.

Investigasi ini dianggap penting karena kemungkinan menjadi kesempatan terakhir untuk melacak asal COVID-19 yang pertama kali dideteksi di Wuhan.

Berdasarkan laporan BBC, Kamis (14/10/2021), WHO telah menominasikan 26 pakar untuk bergabung ke Scientific Advisory Group on the Origins of Novel Pathogens (disingkat Sago).

Tim tersebut akan mencari tahu apakah virus itu berasal dari hewan ke manusia di pasar Wuhan, atau bocor akibat kecelakaan lab.

Pada investigasi awal 2021, China juga ikut terlibat ke tim WHO. Media pemerintah China juga jor-joran menyebar narasi untuk membantah insiden lab. Selain itu, China sebelumnya menolak adanya investigasi lanjutan karena dituding ada alasan politis.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kesempatan Terakhir

Pejabat tinggi WHO, Michael Ryan, berkata tugas dari Sago bisa jadi adalah peluang terakhir agar dunia mengetahui asal COVID-19.

"Kesempatan terakhir untuk memahami asal dari virus ini," ujar Ryan.

China yang selama ini menentang keras investigasi jilid 2 meminta agar Sago bisa bekerja dengan sesuai, tanpa adanya politisasi. China juga mendorong agar memeriksa negara-negara lain.

"Ini waktunya untuk mengirim tim-tim ke tempat-tempat lain," ujar Dubes China di PBB, Chen Xu.

3 dari 3 halaman

Infografis COVID-19: