Sukses

China Sumbang Vaksin COVID-19 untuk Penjaga Keamanan PBB

Liputan6.com, Beijing - Pengiriman vaksin COVID-19 Sinopharm China tiba pada Senin (20/9) di Kopenhagen, Denmark sebagai sumbangan pemerintah Tiongkok untuk personel Penjaga Perdamaian PBB.

Dikutip dari laman Xinhua, Rabu (22/9/2021), penyerahan donasi dilakukan secara virtual Jumat 17 September.

Vaksin COVID-19 tersebut diharapkan dapat didistribusikan kepada personel garis depan dan mitra dekat melalui sistem PBB sesegera mungkin.

"Sumbangan [China ](4661759 "" )ini akan digunakan di wilayah misi Afrika berdasarkan prioritas," kata Zhang Maoyu, wakil kepala Badan Kerjasama Pembangunan Internasional China pada upacara penyerahan.

Menurut Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Manajemen Rantai Pasokan, Christian Francis Saunders, sumbangan China akan meningkatkan kapasitas PBB untuk menanggapi epidemi dan membantu penjaga perdamaian memenuhi tugas dan misi mereka dengan lebih baik.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Denmark Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Pemerintah Denmark mencabut semua pembatasan Virus Corona COVID-19 yang tersisa di negara itu pada 10 September, dengan mengatakan COVID-19 bukan lagi "penyakit yang merupakan ancaman kritis bagi masyarakat."

Masyarakat Denmark sekarang dapat memasuki klub malam dan restoran tanpa menunjukkan sertifikat vaksin dan menggunakan transportasi umum tanpa mengenakan masker.

Selain itu masyarakat dapat berkumpul ramai, seperti hal nya kembali ke kehidupan sebelum adanya pandemi COVID-19. Menurut Our World in Data, kunci keberhasilan Denmark terletak pada peluncuran vaksinasinya per 13 September, lebih dari 74% populasi Denmark telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19.

Magnus Heunicke, Menteri Kesehatan menulis dalam laman Twitter-nya, bahwa tingkat transmisi saat ini berada di 0,7, yang berarti epidemi terus menurun. Jika di atas 1,0, kasus COVID-19 akan meningkat dalam waktu dekat, sebaliknya, jika di bawah 1,0, kasus akan berkurang dalam waktu dekat.

“Meskipun kita berada di tempat yang baik saat ini, kita tidak keluar dari epidemi. Dan pemerintah tidak akan ragu untuk bertindak cepat jika pandemi kembali mengancam fungsi penting dalam masyarakat kita,” kata Heunicke.