Sukses

Top 3: China Bantah Telah Abai Soal Jatuhnya Puing Roket ke Bumi Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta - China telah membantah tuduhan yang ditunjukkan kepada pihaknya atas kelalaian perihal jatuhnya puing roket ke Bumi. Komentar di media China menggambarkan bahwa kekhawatiran Barat sangat berlebihan. 

Berita ini pun menjadi yang terpopuler di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu (9/6/2021).

Informasi penting lainnya yakni kasus COVID-19 di Nepal yang terus meningkat. Tenaga medis termasuk dokter di negara tersebut pun memperingatkan ancaman krisis besar yang kemungkinan melanda. 

Masih seputar COVID-19, angka positifnya bertambah hingga 1,5 juta kasus dalam sepekan. Hal ini pun membuat pihak oposisi protes kepada pemerintah. 

Simak ketiga berita populer di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu (9/5/2021):

2 dari 4 halaman

1. China Bantah Tuduhan Abai terhadap Puing Roket-nya yang Akan Jatuh ke Bumi

Puing-puing besar dari roket antariksa China diperkirakan akan jatuh kembali tanpa kendali ke Bumi akhir pekan ini.

Segmen utama dari kendaraan Long March-5b digunakan untuk meluncurkan modul pertama stasiun luar angkasa baru China bulan lalu.

Puing roket yang akun jatuh diperkirakan berbobot 18 ton, dan menjadi salah satu benda penjelajahan antariksa terbesar yang jatuh kembali ke Bumi dalam beberapa dekade.

Baca berita lengkapnya di sini...

3 dari 4 halaman

2. Kasus COVID-19 di Nepal Meningkat, Dokter Memperingatkan Krisis Besar

Di seberang perbatasan dari gelombang dahsyat di India, dokter di Nepal pada Jumat (7/5/2021) memperingatkan tentang krisis besar karena kasus virus corona COVID-19 harian mencapai rekor dan rumah sakit kehabisan tempat tidur dan oksigen.

Simak berita lengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. India Tambah 1,5 Juta Kasus COVID-19 Baru dalam Sepekan, Oposisi Murka pada Pemerintah

Pimpinan oposisi India, Rahul Gandhi, pada Jumat mendesak pemerintah untuk melakukan vaksinasi terhadap penduduk negara dengan tepat dan menelusuri virus corona dengan basis keilmuan dalam upaya untuk menekan gelombang kedua, di mana terdapat 1,5 juta kasus baru dalam sepekan.

Informasi lengkapnya di sini...