Sukses

Aturan Lockdown Dicabut, Warga Brisbane Australia Bisa Berlibur saat Paskah

Liputan6.com, Brisbane - Kota Brisbane di Australia berhasil keluar dari masa lockdown selama tiga hari pada Kamis (1/4) setelah hanya satu kasus Covid-19 lokal yang dilaporkan pada hari sebelumnya.

Pandemi COVID-19 di ibu kota Queensland - rumah bagi dua juta penduduk - telah berkembang menjadi 16 infeksi secara total.

Perdana Menteri Negara Bagian Annastacia Palaszczuk mengatakan, rendahnya jumlah infeksi baru berarti penguncian dapat dicabut sehingga masyarakat Brisbane, Australia bisa liburan Paskah akhir pekan.

Beberapa batasan masih akan berlaku termasuk pemakaian masker di sejumlah area, terutama di dalam ruangan.

Jumlah orang berkumpul juga dibatasi hingga 30 orang dalam satu rumah, sementara ibadah kebaktian di gereja dapat beroperasi.

"Ini sangat penting bahwa kami untuk melakukan ini selama dua minggu ke depan karena kami belum keluar dari masalah," kata Palaszczuk.

Di Australia - di mana infeksinya sangat rendah - penguncian cepat telah terbukti menjadi tindakan kesehatan yang efektif untuk membantu menekan wabah sejak dini.

 

2 dari 3 halaman

Dampak Ekonomi

Tetapi, penutupan yang tidak terduga juga telah menyebabkan kerugian ekonomi, kata para ahli.

Palaszczuk mencatat dampak dari penutupan tiba-tiba terjadi pada bisnis lokal, tetapi mengatakan "konsekuensi dari itu akan jauh lebih buruk".

"Anda hanya perlu melihat apa yang terjadi di seluruh dunia," katanya, merujuk pada infeksi di Prancis dan AS. "Kami tidak ingin melihat itu di sini."

Pemerintah memulai program vaksinasi pada Februari 2021, tetapi tidak mencapai target. Hanya 85 persen dari target pengirimannya yang sebelumnya dijadwalkan pada akhir Maret.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: