Sukses

Ada Varian Baru COVID-19, Haruskah Sekolah Tatap Muka 2021?

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia sudah mendeteksi varian baru COVID-19. Kemunculan ini terjadi di tengah vaksinasi COVID-19 dan wacana pembukaan sekolah tatap muka. 

Bila melihat data-data di Korea Selatan, Jepang, atau Amerika Serikat, jumlah kematian anak kecil dan pemuda akibat COVID-19 tergolong sedikit. Akan tetapi, ada kemungkinan virusnya tertular dari anak ke orang tua, sehingga berpotensi fatal.

Anak-anak pun bisa berpotensi terinfeksi varian baru COVID-19 yang memiliki tingkat penularan yang cepat. 

"Virus yang varian baru ini (penyebarannya) pada anak-anak bisa cepat. Bisa jadi anak-anak itu tanpa gejala, tapi kemudian menyebarkan lagi ke orang tua. Nah, orang tuanya punya komorbid, jadi di situ beratnya," jelas Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan kepada Liputan6.com, Jumat (26/3/2021).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menargetkan sekolah tatap muka akan kembali digelar pada Juli 2021 mendatang. Syaratnya, para tenaga didik harus divaksinasi dulu. 

Ede menyebut persiapan yang perlu dilakukan harus matang agar penyebaran COVID-19 tidak terkendali. Selain itu, ia menyarankan agar anak juga divaksinasi, namun sayangnya belum ada program untuk itu. 

"Sebaiknya para pengelola sekolah, guru, dan manajemen sekolah itu sudah divaksin, lalu, siswanya juga," jelas Ede.

Vaksinasi di bawah 18 kan belum jelas waktunya kapan. Artinya, seharusnya itu juga masuk (indikator). Idealnya semua sudah divaksin," ia menamahkan.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Zona Merah Jangan Sekolah Tatap Muka

Ede Surya Darmawan turut mengingatkan agar pemerintah tegas agar tidak mengizinkan sekolah tatap muka di zona merah. 

"Sebaiknya itu tetap dipantau. Ukuran-ukuran pandemi mesti diterapkan di daerah situ. Satu, misalnya zonasi jangan merah," ucap Ede.

"Kedua kalau bisa testingnya dan tracingnya sudah bagus. Dan positive rate-nya di bawah lima persen. Reproduksi efektifnya di bawah satu persen. Dengan demikian, penularan terkendali, tapi kalau semuanya masih di atas itu indikatornya. Itu sangat berisiko," jelasnya. 

Saat ini, sudah ada sekolah yang membuka kelas tatap muka di Jabodetabek. Di Bekasi, dinas pendidikan membuka 88 SD sejak 22 Maret dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Anak-anak tampak mengenakan masker. 

Sejak tahun lalu, sekolah di Jepang juga sudah buka. Murid-murid pun harus mengenakan masker di dalam kelas. 

3 dari 4 halaman

Infografis Sekolah di Pandemi COVID-19:

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: