Sukses

7-1-1955: Marian Anderson Jadi Penyanyi Keturunan Afrika-Amerika Pertama Tampil di Met Opera

Liputan6.com, Jakarta- Marian Anderson, menjadi penyanyi asal Amerika Serikat keturunan Afrika-Amerika pertama yang tampil di Met Opera pada 7 Januari 1955. 

Pada saat itu, isu rasisme masih kerap terjadi ketika Anderson menjalani masa-masa perjalanan karirnya. 

Dilansir History.com, Kamis (7/1/2020) bakat Anderson bermula saat tantenya menyadari kemampuannya dalam tarik suara, dan meyakinkannya untuk bergabung dengan paduan suara gereja, juga membantu menampilkan pertunjukan profesional pertamanya. 

Anderson kemudian menghabiskan awal karirnya di wilayah timur AS

Namun dengan karirnya yang tidak selalu mulus karena isu rasisme pada saat itu, Anderson akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan karirnya di Eropa.

Ia pun sempat menjadi sensasi di sana, terutama di negara-negara Skandinavia, termasuk dengan tokoh-tokoh besar seperti komposer Jean Sibelius dan konduktor Arturo Toscanini yang memujinya karena bakat vokal yang dinilai luar biasa.

Sepulangnya ke AS, Anderson masih berkesempatan untuk tampil dalam berbagai acara, tetapi penolakan masih kerap berdatangan karena kesempatan yang dialihkan kepada orang kulit putih. 

Kemudian pada tahun 1939, para perempuan kalangan Revolusi AS tidak mengizinkan Anderson tampil di Constitution Hall karena rasnya.

Tetapi tidak berakhir disitu, dukungan untuk Anderson tetap datang, termasuk dari Presiden AS pada saat itu, Franklin D. Roosevelt dan istrinya, Eleanor, untuk mengadakan konser di Lincoln Memorial.

Dihadiri oleh 75.000 orang, termasuk anggota terkemuka kabinet Roosevelt, dan disiarkan ke seluruh negeri, konser tersebut tidak hanya meningkatkan ketenara Anderson pada saat itu, tetapi juga mendorongnya ke dalam perjuangan baru untuk hak-hak sipil.

2 dari 4 halaman

Momen Besar dalam Sejarah Integrasi Seni

Pada tahun 1950, Rudolf Bing menjabat sebagai direktur Met dan berniat untuk merekrut Marian Anderson untuk tampil di sana sejak awal.

Ketika Bing akhirnya meyakinkannya untuk menandatangani kontrak dengan Anderson, dia tidak memberi tahu dewan Met terkait latar belakangnya. 

Anderson pun kemudian diberikan peran sebagai Ulrica di pertunjukkan Verdi's Un ballo en maschera.

Debut Anderson di Met menjadi momen besar dalam sejarah integrasi seni, dan New York Times melaporkan bahwa penampilannya membuat banyak penonton menangis.

The Met kemudian menjadikan Anderson sebagai anggota tetap, meskipun Un ballo en maschera adalah satu-satunya penampilannya.

Tetapi Anderson tetap berkesempatan tampil di pelantikan Presiden Dwight D. Eisenhower dan John F. Kennedy.

Hingga pada tahun 1965, Anderson pensiun setelah tur perpisahan yang dimulai di Constitution Hall, di mana ia pernah dilarang untuk tampil, dan berakhir di Carnegie Hall. 

Lalu pada tahun 1993, Marian Anderson tutup usia.

3 dari 4 halaman

Infografis Yuk Perhatikan Cara Cuci Tangan yang Benar

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: