Sukses

Protes Kesejahteraan dan Perlindungan COVID-19, Dokter di Lagos Nigeria Mogok Kerja

Liputan6.com, Nigeria - Dokter di kota terbesar Nigeria, Lagos, melakukan mogok bekerja selama tiga hari sebagai protes atas kesejahteraan dan peralatan pelindung yang tidak memadai di tengah penanganan pandemi Virus Corona COVID-19. Aksi ini adalah yang terbaru dalam serangkaian protes petugas medis  yang menghantam negara Afrika paling padat penduduk karena berjuang menghentikan lonjakan kasus COVID-19.

Para dokter di bawah naungan Asosiasi Persatuan Medis mengatakan, mereka melakukan mogok kerja setelah pemerintah negara bagian Lagos gagal memenuhi tuntutan gaji tambahan dan perlindungan yang memadai. "Masalah tunjangan bahaya COVID-19 dan tunjangan bujukan yang disetujui oleh pemerintah federal kepada para petugas medis belum disetujui oleh pemerintah Lagos," kata pemimpin Oluwajimi Sodipo dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan, pemogokan itu tidak termasuk mereka yang bekerja di bagian isolasi virus corona meskipun ada jaminan simpanan dalam upah mereka. "Dokter yang bekerja di pusat isolasi COVID-19 masih diutang gaji dua bulan karena belum dibayar hingga saat ini," katanya.

"Rekan-rekan medis kami menempatkan diri mereka di garis terdepan setiap hari untuk memberikan perawatan, dan kami akan melakukan apapun untuk melindungi rekan-rekan kami." Pernyataan itu mendesak pemerintah untuk menyediakan peralatan pelindung diri yang memadai, pengujian yang cepat terhadap para pekerja kesehatan dan asuransi.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Afrika Lakukan Underfund

Melansir barrons.com (15/7/2020), Nigeria sejauh ini mencatat lebih dari 32.500 kasus dan 740 kematian akibat virus corona dengan Lagos, kota terbesar di negeri berpenduduk 20 juta jiwa, yang memiliki  kasus terbanyak.

Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria melaporkan lebih dari 800 petugas kesehatan telah terinfeksi oleh virus. Asosiasi Medis Nigeria telah meluncurkan atau mengancam serangkaian pemogokan selama pandemi untuk kesejahteraan dan keselamatan.

Pemerintah yang berulang kali menjadi penghasil minyak terbesar di Afrika telah dituduh melakukan underfund (pengurangan dana) kepada sektor kesehatan. Oleh karena itu para ahli medis memperingatkan bahwa risiko akan kewalahan jika kasus virus melonjak.

 

Reporter: Vitaloca Cindrauli Sitompul

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini