Sukses

Pasien Virus Corona di Italia Melonjak, Karnaval Venesia Ditutup Lebih Awal

Liputan6.com, Venice - Otoritas pemerintah di Italia terpaksa menghentikan acara Karnaval Venesia (Venice Carnival) sebagai upaya untuk mengendalikan wabah Virus Corona (COVID-19) di Eropa yang kian memburuk. 

Dikutip dari BBC, Senin (24/2/2020), pihak berwenang di wilayah Veneto mengatakan acara itu akan berakhir Minggu malam, dua hari lebih awal dari yang dijadwalkan.

Italia sejauh ini memiliki jumlah kasus Virus Corona terbanyak di Eropa, dengan angka mencapai 152. Ditambah lagi, tiga orang telah meninggal akibat terinfeksi virus ini. 

Italia telah memberlakukan pembatasan karantina ketat di dua wilayah sumber penyebaran virus, di wilayah utara dekat Milan dan Venesia.

Sekitar 50.000 orang tidak dapat masuk atau meninggalkan beberapa kota di Veneto dan Lombardy selama dua minggu ke depan tanpa izin khusus. Bahkan di luar zona, banyak bisnis dan sekolah telah menangguhkan kegiatan, dan acara olahraga telah dibatalkan termasuk beberapa pertandingan sepakbola papan atas.

Di negara tetangga, Austria, sebuah kereta dari Venesia dihentikan di perbatasan Austria setelah diketahui bahwa dua penumpang mengalami gejala demam. Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer kemudian mengkonfirmasi kepada BBC bahwa pasangan itu dites negatif terkait Virus Corona. 

"Semua pihak berwenang telah bertindak cepat dan dengan sangat hati-hati dalam kasus ini," kata Nehammer dalam sebuah pernyataan. "Rantai pelaporan bekerja tanpa penundaan."

2 dari 3 halaman

Kondisi di Italia

Italia telah memperkenalkan langkah-langkah besar dan signifikan untuk mengatasi penyebaran wabah terbesar Virus Corona COVID-19 di Eropa.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan rencana darurat pada Sabtu 22 Februari malam ketika jumlah kasus meningkat menjadi 79. Langkah-langkah itu diberlakukan setelah dua warga Italia dipastikan meninggal karena virus itu.

Polisi, dan jika perlu angkatan bersenjata, akan memiliki wewenang untuk memastikan peraturan tersebut ditegakkan.

Angelo Borrelli, kepala Departemen Perlindungan Sipil Italia, mengatakan kepada wartawan bahwa 110 dari kasus yang dikonfirmasi ada di Lombardy, dengan 21 di Veneto, dengan yang lain di Emilia-Romagna dan Lazio.

Pejabat setempat melaporkan kematian ketiga pada hari Minggu. Ia merupakan seorang lansia wanita dari kota Crema menderita kanker.

Pejabat Italia mengatakan mereka masih berusaha melacak sumber wabah itu.

Venice Carnival dijadwalkan akan selsai pada hari Selasa tetapi presiden regional Luca Zaia mengatakan kepada televisi Sky TG24 pada hari Minggu bahwa acara tersebut akan ditangguhkan, bersama dengan acara-acara lainnya, dalam upaya untuk memerangi virus.

"Dari malam ini, kami berencana untuk menghentikan karnaval dan semua kegiatan olahraga hingga 1 Maret," katanya.

Sejumlah Univesitas Ditutup

Universitas-universitas di Milan juga terkena dampaknya. Sejumlah universitas telah ditutup dan walikota kota Milan, Giuseppe Sala, mengatakan sekolah-sekolah juga akan ditutup sementara wabah masih berlanjut.

"Sebagai tindakan pencegahan, saya pikir sekolah-sekolah harus ditutup di Milan. Saya akan mengusulkan kepada presiden wilayah untuk memperbesar tindakan pencegahan ke seluruh area kota metropolitan. Ini hanya tindakan pencegahan, kami tidak ingin membuat panik," ungkapnya. 

Colette Walsh, seorang guru bahasa Inggris yang tinggal di kota Lissone, mengatakan kepada BBC bahwa rak-rak supermarket kosong karena kepanikan warga setempat. 

"Ini nyata, aku belum pernah melihat yang seperti ini," katanya.

Acara Fashion Show Terdampak

Sementara itu fashion show Giorgio Armani, yang dijadwalkan akan diadakan di Milan pada hari Minggu, terpaksa dimajukan tanpa kehadiran media atau pembeli. Acara ini disiarkan langsung di situs webnya, halaman Instagram dan Facebook.

Sedangkan acara fashion show Dolce & Gabbana berjalan seperti biasa, dengan beberapa tamu mengenakan masker pelindung.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Loading