Sukses

21-10-1967: Ratusan Ribu Warga AS Demo Tolak Perang Vietnam

Liputan6.com, Jakarta - Perang Vietnam menjadi salah satu perang terbesar sepanjang sejarah setelah Perang Dunia II. Perang yang terjadi hampir 20 tahun (1957-1975) telah memakan banyak korban. Terhitung, lebih dari 1,2 juta jiwa tewas.

Sengketa ini terjadi antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Masing-masing negara tersebut dibeking oleh dua kekuatan dunia. Vietnam Utara didukung Uni Soviet, Tiongkok, Korea Utara, Kuba dan Mongolia. Sedangkan Vietnam Selatan dibantu oleh Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Thailand dan Filipina.

Amerika Serikat menjadi salah satu kekuatan besar dalam perang tersebut. Negeri Paman Sam sebelumnya telah memberikan bantuan seperti dana dan senjata ke Vietnam Selatan. Namun dukungan pemerintah AS ini ditentang oleh warganya.

21 Oktober 1967, atau tepat 52 tahun silam, ratusan ribu warga AS turun ke jalan untuk memprotes sikap pemerintah AS yang terus mendukung Perang Vietnam.

Seperti dimuat History.com, sekitar 100 ribu orang berkumpul di Washington DC dan lebih dari 50 ribu orang lainnya melakukan long march ke Gedung Kementerian Pertahanan AS Pentagon. Mereka mendesak agar AS mengakhiri Perang Vietnam.

 

2 dari 3 halaman

Ingin Hentikan Perang

Berdasarkan survei, jumlah warga AS yang menginginkan perang dihentikan mencapai lebih dari 50%. Terlebih Presiden AS saat itu, Lyndon Johnson berencana menaikkan pajak terhadap rakyat, untuk menambah dana bantuan perang untuk Vietnam Selatan. Hal ini sangat ditentang masyarakat dan muncul gerakan perdamaian.

Presiden Johnson merespons penolakan tersebut dengan meminta Jenderal William Westmoreland berpidato di hadapan Kongres untuk meyakinkan wakil rakyat agar menyetujui rencana pendanaan perang. Namun gempuran dari Vietnam Utara yang disebut Serangan Tet menggagalkan upaya Johnson tersebut.

Pemerintah AS pada akhirnya menunda penambahan bantuan dana untuk Perang Vietnam. Perang ini berakhir pada tahun 1975. Vietnam Utara dan Vietnam Selatan resmi bersatu pada tahun 1976 di bawah pemerintahan Komunis.

Dan 10 tahun kemudian, pemerintah Komunis yang dikenal memegang ideologi sosialisasi terpusat pada pemerintahan, mulai membuka pintu bagi pasar dan pengusaha untuk mandiri.

Pada tanggal yang sama di 2010, Myanmar resmi mengganti bendera negaranya. Sementara itu di tanggal serupa pada 21 Oktober 1949. PM Israel Benjamin Netanyahu lahir ke dunia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Tentara Korea... 4 Fakta Makam Prajurit Tak Dikenal di AS
Artikel Selanjutnya
Pendarahan, Eks Presiden AS Jimmy Carter Jalani Operasi Otak pada Usia 95 Tahun