Sukses

India Barter Tahanan dan Anggota Senior Taliban di Afghanistan

Liputan6.com, Kabul - India melakukan barter tahanan. Pemerintahnya melakukan pertukaran beberapa anggota senior Taliban dengan tiga insinyur India yang diculik.

Anggota kelompok Taliban yang dibebaskan, di antaranya termasuk bagian dari militan Haqqani.

Dilansir dari BBC, Selasa (8/10/2019), warga kebangsaan India yang dibebaskan pada Minggu, 6 Oktober 2019, merupakan bagian dari tujuh insinyur yang diculik selama lebih dari setahun bersama seorang supir di bagian utara Afghanistan.

Hal tersebut diumumkan setelah Taliban yang akan menemui pihak utusan perdamaian AS untuk pertama kalinya sejak keributan terakhir. 

Zalmay Khalilzad diketahui menemui anggota senior dari Taliban di Pakistan minggu lalu, hampir sebulan setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana rahasia untuk mengadakan pertemuan delegasi Taliban di AS.

Masalah pertukaran tahanan menjadi salah satu hal yang dibahas pada pertemuan tersebut. 

2 dari 3 halaman

Tahanan yang Dibebaskan

Menurut informasi yang diberikan oleh salah satu sumber dari kelompok militan, tiga tokoh dari kelompok Taliban yang dibebaskan dari penjara di Afghanistan, satu di antaranya adalah gubernur 'semu' dari Provinsi Nimroz.

Pihak New York Times melaporkan bahwa Abdul Rashid Baluch yang sebelumnya ditandai sebagai teroris global oleh Departemen Keuangan AS. Ia dijatuhi hukuman atas tindakan bom bunuh diri dan membantu keuangan Taliban melalui transaksi narkoba di Afganistan. 

Gubernur 'semu' kedua dari Provinsi Kunar yang juga merupakan anggota Haqqani yang cukup berpengaruh, dan terlibat dalam serangan Afganistan dan Nato juga ikut dibebaskan.

Associated Press melaporkan bahwa delapan orang militan lainnya juga dibebaskan sesuai dengan isi perjanjian antara keduanya.

Sedangkan nama dari ketiga orang insinyur India masih belum dipublikasikan. Satu orang sandera dibebaskan pada bulan Maret lalu, sedangkan yang lainnya masih belum diketahui jelas kapan.

Hingga saat ini, pihak Afganistan, AS maupun India tidak mengeluarkan pernyataan apapun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
RUU Kewarganegaraan Baru Sah Picu Ricuh, PM Shinzo Abe Tunda Agenda ke India
Artikel Selanjutnya
Di India, Menlu Retno Bahas Fokus Konektivitas Aceh-Andaman