Sukses

5-6-1876: Pertama Kalinya, Pisang Diperkenalkan di AS

Liputan6.com, Washington DC - Pisang saat ini telah dikenal luas oleh masyarakat dunia dari berbagai benua. Buah dengan rasa manis sekaligus segar itu digemari oleh banyak orang terlepas dari latar belakang ras, maupun lainnya.

Pisang disebut-sebut merupakan tanaman asli Asia Tenggara. Berkat ekspedisi antar-benua di masa lalu, buah itu menyebar ke lembah India kemudian dibudidayakan oleh orang China.

Adanya perang menyebabkan pisang menyebar ke Afrika bagian utara, yang kemudian disilangkan dengan beberapa spesies asli benua itu. Karena proses ini, buah itu kemudian berkembang menjadi berbagai varietas. Jenis pisang yang dimaksud, bahkan mungkin masih terus berkembang hingga saat ini.

Penjelajah Portugis membawa pisang dari Afrika ke Eropa sekitar abad ke-16. Buah itu kemudian dibudidayakan dan didomestikasi untuk konsumsi manusia.

Sementara penduduk benua lain telah mengenal pisang, warga Amerika Serikat bagaimanapun tetap asing dengan buah tersebut hingga 5 Juni 1876. Tepat pada tanggal itu, diadakan Centennial Exposition, sebuah pameran dunia di Philadelphia Amerika Serikat, mengutip famousdaily.com pada Rabu (5/6/2019).

2 dari 3 halaman

AS Akhirnya Mengenal Pisang

Pada hari ini, 5 Juni 1876 silam buah kuning eksotis itu diperkenalkan kepada pengunjung pameran Centennial Exposition di Amerika Serikat.

Berkat acara itu, publik AS terekspos dengan sosok dan kelezatan pisang yang merupakan buah asli negara beriklim tropis di Asia Tenggara.

Hingga saat ini, pisang dianggap sebagai makanan lezat yang dengan relatif mudah diperoleh di supermarket Negeri Paman Sam. Biasanya, pisang dijual dengan bungkus kertas khusus. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang memakan buah itu secara langsung, warga AS biasanya menyantapnya menggunakan garpu dan pisau.

Sementara itu, pada tanggal yang sama di tahun 1661 Isaac Newton diterima sebagai mahasiswa di Trinity College Cambridge. Tepat 172 tahun kemudian, Ada Lovelaca yang merupakan pemrogram komputer pertama di dunia bertemu dengan investor Charles Babbage, serta pada 1935 jam kerja 32 jam seminggu diinisiasi oleh seorang bernama Henry Ford.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Atas Nama AS, Menlu Pompeo Ucapkan Dirgahayu HUT ke-74 RI
Artikel Selanjutnya
Donald Trump Ingin Beli Greenland, PM Denmark: Rencana yang Absurd