Sukses

Nenek Berusia 100 tahun Terpilih jadi Anggota Dewan Jerman

Liputan6.com, Kirchheimbolanden - Seorang nenek berusia 100 tahun terpilih sebagai anggota dewan di kota Jerman barat. Ia memulai karir baru di bidang politik pada Minggu 27 Mei 2019.

Centenarian -- orang yang berusia 100 tahun -- Lisel Heise adalah bagian dari kelompok akar rumput "Wir für Kibo". Ia memenangkan suara terbanyak dari para calon anggota dewan di Kirchheimbolanden, sebuah kota di Jerman yang berpenduduk 8.000 orang.

Wir für Kibo (We for Kirchheimbolanden) mengkampanyekan pembangunan berkelanjutan, partisipasi warga dan keterlibatan pemuda.

Wali Kota Kirchheimbolanden, sebuah kota di barat daya Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Klaus Hartmüller mengatakan kepada CNN: "Dia kuat secara mental dan fisik dan cocok untuk melakukan pekerjaan itu."

"Lise Heise berusia 100 tahun pada bulan April dan memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan hanya pada musim semi tahun ini. Dan dia masuk! Tidak hanya itu, tetapi dia unggul dari 20 kandidat. Dari posisi 20 ke nomor 1," katanya seperti dikutip dari CNN, Kamis (30/5/2019).

2 dari 3 halaman

Sosok Penuh Semangat

Heise, seorang mantan guru dan perenang yang bersemangat, mendasarkan sebagian dari kampanye pemilihannya untuk membuka kembali kolam renang terbuka setempat.

"Bahkan sampai akhir usia 90-an, dia sering berenang di 'Freibad' -- kolam renang terbuka yang ditutup pada 2011. Berenang dan membuka kembali kolam renang luar ruangan kami adalah keinginan hatinya," tambah Wali Kota Hartmüller.

Heise telah mencoba di masa lalu untuk menarik perhatian pada nasib kolam renang itu.

"Mikrofon sering dimatikan ketika saya mulai berbicara tentang kolam renang, dan tentu saja Anda berhenti, tidak ada gunanya," kata Heise.

"Tapi sekarang aku berusia 100 tahun, dalam posisi yang berbeda. Sekarang aku punya kesempatan untuk membuka mulut dan mengatakan sesuatu."

"Selain membuka kembali kolam renang, Heise juga telah menetapkan dirinya dalam tugas besar lain: untuk membantu membuat klub pemuda dan anak-anak," imbuh Wali Kota Hartmüller kepada CNN.

"Pemuda telah didorong menjadikan itu rumah kedua mereka," kata Heise saluran berita Jerman n-tv

3 dari 3 halaman

Mengikuti Jejak Sang Ayah

Pencalonan Heise ternyata mengikuti jejak sang Ayah, yang juga pernah menjadi anggota dewan kota sebelum masa Perang Dunia I. Ayahnya dipenjara selama empat minggu karena mengkritik pengerusakan sinagoge di rezim Nazi. 

Ide awal maju sebagai kandidat dewan kota berawal dari putra Heise, ungkap Bock.

"Dia mengatakan: ‘Saya tanya ibu, tentu ia akan sangat senang untuk melakukan sesuatu, tetapi ia terlalu khawatir.‘ Lalu kami menanyakannya dan jelaslah. Kami katakan, majulah sebagai kandidat untuk kami."

Heise sangat dicintai di kotanya. Ratusan mantan muridnya di sekolah hadir di pesta ulang tahunnya yang ke-100.

"Dia sangat mudah bergaul dengan orang," tambah Bock. "Dia sangat mudah berkomunikasi dengan orang dan secara umum dia sangat disukai. Kami akan gunakan kepopulerannya pada pemilu dan kini suaranya akan didengar."

Loading
Artikel Selanjutnya
Terkait Uighur dan Hong Kong, Pemerintah Jerman Dinilai Tak Ikut Kontribusi
Artikel Selanjutnya
Ulat Berumur 44 Juta Tahun Ditemukan Peneliti Jerman, Begini Penampakannya