Sukses

Jatuhnya Lion Air jadi Kecelakaan Pertama Pesawat Boeing 737 MAX 8

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak usai lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 06.00 WIB, Senin (29/10/2018).

Hilangnya kontak pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 ini telah dikonfirmasi olah Direktur Umum Lion Air Grup Edward.

The Guardian menyebut, ini adalah kecelakaan pesawat pertama yang melibatkan Boeing 737 MAX. Seperti diketahui, Boeing 737 MAX adalah versi terbaru yang dinilai lebih efisien bahan bakar.

Boeing 737 MAX 8 ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2017 silam. Belum lama ini Lion Air Group baru saja menerima pesawat terbaru jenis Boeing 737 MAX 8 beregistrasi PK-LQP. Pesawat ini dikirim langsung dari Boeing Company yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat.

Boeing 737 MAX 8 ini merupakan armada ke-10 yang dioperasikan oleh Lion Air dari total pesanan sebanyak 218 unit

Boeing 737 MAX 8 akan memperkuat jaringan penerbangan Lion Air Group yang saat ini sudah dilayani, serta untuk menunjang penambahan rute-rute baru.

Dari total 10 Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki Lion Air Group ini telah melayani penerbangan ke Arab Saudi, Korea, China, dan seluruh rute domestik.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Layanan Canggih dan Nyaman

Untuk layanan dalam pesawat, Boeing 737 MAX 8 dinilai lebih nyaman, karena memiliki kapasitas 180-189 kursi penumpang, sehingga  memiliki ruang duduk yang lebih luas.

Toilet pesawat ini juga disebut lebih canggih dari seri sebelumny,  karena terdapat mode autodrain yang membuatnta cepat kering dan bebas becek.

Tidak cukup sampai di situ, Boeing 737 MAX 8 memiliki suara mesin yang halus sehingga tak sebising pesawat lainnya. Hal ini semakin menambah kenyamanan penumpang, terutama bagi mereka yang membawa balita.

Selanjutnya, ketika melihat sayap pesawat Boeing 737 MAX 8, ada satu hal yang menarik perhatian dan berbeda dengan pesawat kebanyakan. Ujung sayap Boeing 737 MAX 8 nampak seperti terbelah menjadi dua, satu menjulur ke atas dan satu ke bawah.

Nyatanya sayap model baru ini menjadi ciri utama dari varian Boeing 737 MAX 8. Bukan tanpa alasan, model sayap yang terbelah menjadi dua tersebut berguna untuk memecah turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap, terutama saat pesawat terbang dalam kecepatan tinggi.

Loading
Artikel Selanjutnya
Keluarga Korban Pesawat Lion Air Jatuh Mulai Datangi Posko di Bandara Soetta
Artikel Selanjutnya
Pesawat Lion Air Jatuh Setelah 13 Menit Mengudara