Sukses

Live Report:PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID II

RI - Selandia Baru Semakin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi hingga Pariwisata

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, berjumpa dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Selandia Baru, Winston Peters, melalui Komisi Menteri Gabungan atau Joint Ministerial Commission (JMC) ke-8 di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas upaya peningkatan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang.

Dalam pernyataannya, Retno menuturkan bahwa tahun ini menjadi tahun penting bagi Indonesia dan Selandia Baru, sebab tahun ini kedua negara memperingati 60 tahun hubungan diplomatiknya.

"Selandia Baru adalah sahabat Indonesia di Pasifik. Indonesia sangat mengapresiasi konsistensi posisi Selandia Baru dalam melakukan kedaulatan dan penghormatan terhadap integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Retno saat menyampaikan keterangan di hadapan awak media, Jumat (5/10/2018) di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

"Pada tahun ini juga, kita meningkatkan hubungan kerja sama menjadi kemitraan komprehensif. Kita sepakat untuk menyusun rencana aksi atau action plan untuk mengimplementasikan kemitraan komprehensif tersebut," lanjutnya.

Mantan duta besar Indonesia untuk Belanda itu menuturkan, Indonesia dan Selandia Baru memiliki target perdagangan sebesar US$ 2,65 miliar atau NZ$ 4 miliar pada 2024.

Tekad untuk meningkatkan perdagangan yang saling menguntungkan, akan terus dilakukan oleh kedua negara. Menurut Retno, Indonesia memiliki kepentingan agar Selandia Baru dapat memberikan akses lebih bagi produk-produk buah seperti pisang, mangga, nanas dan juga memberikan akses terhadap ekspor pakan ternak.

"Kita menyambut baik kenaikan perdagangan pada tahun 2017, yaitu 15 persen dan mencapai nilai US$ 1,18 miliar. Kenaikan juga masih terjadi pada semester pertama 2018, yaitu 10,6 persen dan mencapai nilai US$ 760 juta," papar Retno Marsudi.

JMC ke-8 juga mendorong agar rencana investasi yang telah ada, dapat segera diimplementasikan. Sedangkan di sektor pariwisata, konektivitas udara bagi Retno merupakan sesuatu yang sangat penting.

Ratno menambahkan, "Kita telah memiliki kerja sama antara (maskapai) Garuda, Air New Zealand, Qantas dan Virgin. Kerja sama konektivitas udara penting sekali untuk ditingkatkan, guna mendukung kerja sama people to people contact, termasuk di bidang pariwisata.

Sementara itu, pada 2017, jumlah wisatawan Selandia Baru yang datang ke Indonesia tercatat sudah mencapai lebih dari 100.000 orang. 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bantuan Untuk Sulawesi Tengah

Dikatakan oleh Retno Marsudi bahwa Indonesia dan Selandia Baru juga sepakat untuk meningkatkan implementasi komitmen untuk pembangunan tahun 2017-2022, terutama untuk bidang energi terbarukan, pertanian, pendidikan dan penanggulangan bencana.

"Khusus mengenai penanggulangan bencana, Indonesia mengapresiasi atas ucapan duka cita, simpati dan bantuan yang diberikan pemerintah Selandia Baru untuk para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah," ucapnya.

Dia melanjutkan, "Satu pesawat Selandia Baru, C-130, telah tiba di Balikpapan pada pukul 20.47 waktu setempat, kemarin (Kamis), yang membawa bantuan antara lain generator, terpal, water container, dan pesawat akan melanjutkan perjalanan ke Palu pada hari ini."

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Indonesian AID, Lembaga Dana Bantuan Internasional Perdana dari RI
Artikel Selanjutnya
Australia Ekstradisi Pria Irak Terdakwa Kasus Penyelundupan Manusia dari Indonesia