Sukses

Badai Tenggelamkan Perahu Wisata AS, 11 Turis Tewas

Liputan6.com, Missouri - Perahu wisata amfibi yang dikenal dengan sebutan duck boat dilaporkan tenggelam akibat badai di Missouri, Amerika Serikat. Polisi menyebut setidaknya 11 turis tewas dalam insiden kapal tenggelam tersebut.

Seperti dikutip BBC dari media lokal, Jumat (20/7/2018), kapal tenggelam itu membawa sekitar 30 orang di Table Rock Lake, tempat wisata populer di dekat Kota Branson, ketika terbalik dan menenggelamkan seluruh isinya.

Penyelam telah mencari sekitar lima orang lainnya yang hilang di danau tersebut.

"Sejauh ini tujuh orang dibawa ke rumah sakit, salah satunya terluka parah," kata polisi.

Awak darurat mengatakan mereka menanggapi insiden itu sesaat setelah pukul 19.00 (00:00 GMT) pada Kamis 19 Juli.

Insiden itu terjadi ketika badai yang kuat menerjang Midwest Amerika, yang memicu peringatan cuaca berbahaya.

Rekaman video yang direkam oleh saksi di pantai menunjukkan dua kapal wisata berupaya keras melalui perairan berombak.

Salah satu kapal berhasil menuju pantai, tetapi yang lainnya terdorong kembali oleh angin dan secara bertahap tenggelam.

Sheriff Stone County, Doug Rader, mengatakan salah satu deputinya ada di kapal pada saat itu dan membantu menyelamatkan beberapa penumpang.

Media lokal mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang berada di dalam kapal tenggelam itu adalah anak-anak.

Kendaraan amfibi yang populer di kalangan wisatawan itu sebelumnya juga telah terlibat sejumlah kecelakaan fatal.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

1 dari 2 halaman

Kecelakaan Kapal Wisata Lain

Insiden kecelakaan kapal wisata sebelumnya terjadi di Phuket, Thailand.

Puluhan turis China masih hilang setelah kapal mereka tenggelam di perairan lepas pantai Phuket, tempat wisata terkenal di Thailand. Para penyelam pun dikerahkan ke lokasi.

Sebanyak 56 orang belum ditemukan setelah kapal Phoenix tersebut tenggelam pada Kamis 5 Juli 2018 sore waktu setempat. Kapal tenggelam setelah dihantam gelombang setinggi 5 meter.

Kapal itu mengangkut 105 orang, termasuk 93 turis, 11 awak dan seorang pemandu wisata, sewaktu terbalik setelah diterjang ombak setinggi 5 meter, Kamis, di lepas pantai bagian selatan Thailand. Sedikitnya 12 orang kini dirawat di rumah sakit terkait kecelakaan tersebut.

Kapten kapal Phoenix, Somjing Boontham, mengatakan, mesin kapal mengalami gangguan setelah kapal itu pertama kali dihantam gelombang. Menurutnya, sistem pengendalian kapal ternyata tidak cukup cepat membuat kapal stabil dan hantaman gelombang berikutnya membuat kapal itu terbalik.

Sebuah kapal lain juga terbalik di lepas pantai Phuket pada hari yang sama. Untungnya, seluruh 42 penumpang yang berada di kapal itu, kebanyakan turis dari Eropa dan China, berhasil diselamatkan.

Artikel Selanjutnya
Google Kena Denda Rp 72 Triliun, Donald Trump Labrak Komisi Eropa
Artikel Selanjutnya
Donald Trump: 3 Kombinasi Warna Ini Sempurna untuk Pesawat Kenegaraan AS