Sukses

19-7-1553: Kisah Tragis Lady Jane Grey, Ratu Inggris yang Bertakhta 9 Hari

Liputan6.com, London - Lady Jane Grey tak pernah bercita-cita menjadi Ratu Inggris. Namun, intrik politik yang dibumbui konflik agama membawanya ke singgasana, meski hanya sembilan hari.

Ia dinobatkan pada 10 Juli 1553 dan dilengserkan pada 19 Juli tahun yang sama. 

Tragisnya, ratu berjuluk Nine Days' Queen itu meninggal dalam eksekusi penggal. Lady Jane Grey adalah penguasa Inggris paling singkat dan paling tidak terkenal. Ia tak sempat meninggalkan warisan apapun di masa pemerintahan yang pendek. 

Lady Jane Grey lahir pada musim gugur 1537 di Leicester. Ia adalah putri Marquess of Dorset, Henry Grey. Sementara, dari garis ibunya, Lady Frances Brandon, ia adalah cicit dari Raja Inggris Henry VII.

Orangtuanya yang punya ambisi tinggi, memberikan pendidikan terbaik untuk Jane, dengan harapan ia akan menjadi pasangan yang cocok untuk putra dari keluarga yang punya posisi tinggi.

Lady Jane Grey dinobatkan menjadi Ratu Inggris selama sembilan hari  (Wikipedia/Public Domain)Seperti dikutip dari BBC News, Rabu (18/7/2018), pada usia 10 tahun, Jane tinggal bersama Thomas Seymour, paman Edward VI, yang baru saja menikahi Catherine Parr, janda Henry VIII. Jane dibesarkan sebagai seorang Protestan yang taat. Ia juga gadis muda yang cerdas.

Pada bulan Oktober 1551, sang ayah naik jabatan menjadi adipati atau Duke of Suffolk. Ia pun mulai terlihat di istana. Kala itu, kekuasaan yang sesungguhnya ada di tangan Duke of Northumberland, yang bertindak sebagai wali bagi Raja Edward VI yang masih belia.

Seperti dikutip dari www.smithsonianmag.com, menurut Richard Cavendish dari History Today, keluarganya awalnya ingin menikahkan Jane Grey dengan sang raja. Namun, Edward VI sakit-sakitan dan diperkirakan tak berusia panjang.

Edward, yang menjadi raja sejak berusia 9 tahun, disebut menderita TBC. Meski setelah kematiannya, rumor bahwa ia diracun mengemuka.

Jane pun kemudian dinikahkan dengan putra Duke of Northumberland, Lord Guildford Dudley.

Saat sang raja berada di penghujung usianya, Duke of Northumberland yang beragama Kristen Protestan berupaya mati-matian mencegah takhta jatuh ke tangan Mary Tudor yang Katolik.

Surat Raja Edward VI yang memberikan takhta pada Lady Jane Grey (Wikipedia/Public Domain)

"Northumberland membujuk raja untuk menyatakan Mary tidak sah sebagai pewaris takhta, demikian juga dengan saudara tirinya yang lain, Elizabeth, dan mengubah garis suksesi untuk memuluskan jalan Lady Jane Grey menuju singgasana," kata Richard Cavendish.

Raja Edward VI wafat pada 6 Juli 1553. Tiga hari kemudian, Jane Grey dibawa ke rumah Duke of Northumberland. Sebuah pertemuan rahasia digelar di sana.

Rapat rahasia di rumah Duke of Northumberland yang mengangkat Lady Jane Grey menjadi Ratu Inggris (Wikipedia/Public Domain)

Jane disambut Northumberland, suaminya, juga kedua orangtuanya. Saat diberitahu bahwa saat itu dia telah menjadi Ratu Inggris, Jane pingsan.

Setelah sadar, masih enggan menerima tugas barunya, ia mengatakan, "(apa boleh buat) jika apa yang telah diberikan kepada saya adalah hak saya."

Empat hari kemudian, Jane dinobatkan sebagai Ratu Inggris. Usianya kala itu diperkirakan 16 tahun. Para sejarawan belum yakin soal tanggal lahirnya.

Status Jane Grey sebagai ratu Inggris yang baru, diumumkan secara terbuka. Rakyat pun heboh. Sebab, orang-orang Inggris yang sudah lelah melalui begitu banyak gejolak politik dan agama berpikir bahwa Mary Tudor adalah pewaris takhta yang sah Dinasti Tudor. 

Meski Mary awalnya tak populer, namun popularitasnya melonjak di kalangan rakyat. 

Sementara itu, Jane Grey kemudian menuju ke Menara London (Tower of London) di mana ia memerintah. Namun, ratu yang baru menjabat itu bertengkar hebat dengan suami dan ibu mertuanya. 

Gara-garanya, ia menolak untuk menjadikan suaminya,  Lord Guildford Dudley sebagai raja. Mary Tudor juga mengirim surat yang menegaskan haknya untuk berkuasa. "Jane Grey bertindak sebagai ratu di Menara London," tulis Cavendish, "Namun, Northumberland salah membuat perhitungan." 

Saksikan video menari tentang Ratu Inggris berikut ini: 

2 dari 2 halaman

Eksekusi Mati

Namun, di luar perhitungan Duke of Northumberland, Mary Tudor mendapat dukungan rakyat luas. Bahkan, pada pertengahan Juli, Duke of Suffolk, ayah Lady Jane Grey yang baru diangkat menjadi ratu, beralih dukungan.

Ia membela Mary. Pendukung Northumberland pun terpukul karenanya. Duke of Suffolk pun dengan mudah membujuk putrinya untuk melepas mahkotanya. Mary kemudian memenjarakan Jane, suaminya, dan juga ayahnya di Tower of London.

Pada 19 Juli 1553, Mary Tudor dinyatakan sebagai ratu dengan gelar Ratu Mary I. Sementara Tower of London menjelma menjadi penjara bagi Jane Grey.

Duke of Suffolk belakangan diampuni, namun, Jane dan suaminya diadili atas tuduhan serius: pengkhianatan tingkat tinggi pada November 1553. Jane dinyatakan bersalah dan divonis mati.

Pelaksanaan eksekusi ditunda. Namun, dukungan Suffolk untuk pemberontakan Sir Thomas Wyatt pada Februari 1554 menentukan nasib Jane. 

Pada 12 Februari 1554, ia dan suaminya dihukum penggal. Ayahnya menyusul dua hari kemudian. Meski telah lama tiada, kisah Mady Jane Grey tak lantas terlupakan.

Konon, ia menghantui reruntuhan di Bradgate Park. Sejumlah saksi mengaku melihat penampakannya nai kereta yang ditarik oleh kuda di antara gereja tua dan reruntuhan bekas rumahnya.

Artikel Selanjutnya
Ratu Elizabeth Lancarkan Protes kepada Donald Trump Lewat Fashion
Artikel Selanjutnya
Setelah Inggris, Balon Raksasa 'Bayi Trump' Dilayangkan Amerika Serikat?