Sukses

Kaleidoskop: Prediksi Mengerikan dan Ramalan Kiamat Hebohkan 2017

Liputan6.com, Jakarta - Beragam peristiwa terjadi di sepanjang tahun 2017. Tak hanya kejadian di dunia politik saja, sejumlah kejadian di bidang sains juga mewarnai tahun ini.

Kehadiran flat earth society sempat menjadi perbincangan panas di media sosial pada awal 2017. Bahkan, Admin FE101 Forum menggugat pernyataan Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bahwa paham yang meyakini bumi datar (flat earth/FE) adalah "dongeng khayalan".

Di pertengahan tahun, kehadiran negeri angkasa luar Asgardia juga menghebohkan netizen, tak hanya di luar negeri tapi juga di Indonesia. Bahkan, lebih dari 7.000 WNI telah mendaftar menjadi warga negara Asgardia.

Selain itu, fenomena gerhana Matahari total 21 Agustus yang terjadi Amerika Serikat, memicu datangnya ramalan 'kehancuran' Donald Trump.

Beragam prediksi bencana dan kiamat pun bertebaran di sepanjang 2017. Nibiru menjadi 'bintang' ramalan tersebut, mulai dari kiamat 23 September, 15 Oktober, dan 19 November. Namun, tak ada satu pun yang terbukti.

Di penghujung tahun, tepatnya pada bulan Oktober, penghargaan prestius Nobel diberikan kepada mereka yang dianggap berkontribusi terhadap kemaslahatan masyarakat dunia. Salah satu yang paling mencolok adalah Nobel Fisika, yang diberikan kepada tiga ilmuwan yang mendeteksi adanya gelombang gravitasi.

Selain itu, Erupsi Gunung Agung di Bali yang terjadi dua kali turut mendapat sorotan dunia. Sejumlah ilmuwan pun menyebut bahwa erupsi gunung itu dapat menurunkan suhu Bumi.

Meski peristiwanya telah berlalu, sejumlah kisah sejarah masih menjadi sorotan para pembaca. Sebut saja teori konspirasi Titanic, 20 tahun kematian Putri Diana, hingga kisah nahas James Bond yang asli.

Liputan6.com ingin mengingatkan kembali kejadian di bidang sains dan histori yang terjadi sepanjang tahun 2017 yang ramai diperbincangkan netizen. Berikut selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Januari - April

10 Prediksi Mengerikan Ini Bakal Terjadi pada 2017?

Sejumlah orang menganggap, 2016 adalah tahun yang buruk. Sejumlah selebritas tutup usia, aksi terorisme terjadi mengorbankan banyak nyawa.

Anggota pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengibarkan bendera Suriah di antara puing bangunan yang hancur karena gempuran senjata selama perang saudara berlangsung, di kompleks Masjid Umayyad, Aleppo, 13 Desember 2016. (REUTERS/Omar Sanadiki)

Tak hanya itu, kehancuran melanda Aleppo, Yaman yang situasinya bak neraka, Korea Utara meledakkan dua nuklir, dan Amerika Serikat terbelah akibat pemilihan presiden yang panas dan gaduh.

Kabar buruknya, 2017 mungkin tak lebih baik dari tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian dan politik sejumlah negara diprediksi mengkhawatirkan. Situasi keamanan dunia juga jauh dari damai.

Selengkapnya...

 

Benarkah Bumi Sejatinya Datar, Bukan Bulat?

Sebuah surat terbuka ditujukan untuk Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin. Pengirim, yang mengatasnamakan diri 'Admin FE101 Forum' menggugat pernyataan sang astronom bahwa paham yang meyakini bumi datar (flat earth/FE) adalah "dongeng khayalan".

"Kami mempublikasikan FE karena sadar adanya sistem multidimensi yang zalim di seluruh dunia yang -- tanpa disadari banyak orang -- dibuat oleh elite global untuk memperkaya mereka dengan memiskinkan umat manusia lain di dunia," kata pengirim surat terbuka tersebut.

Lepas dari apa yang disampaikan forum tersebut, anggapan bahwa Bumi itu bulat sudah lama ada.

Sejarah mencatat, pada Abad ke-19 penulis Inggris, Samuel Rowbotham yang mengemukakan hipotesis bahwa Bumi itu datar, mirip piring.

Kemudian, warga Inggris bernama Samuel Shenton mendirikan International Flat Earth Research Society, disingkat dengan Flat Earth Society, pada 1956.

Tujuan utama Shenton adalah menjangkau anak-anak sebelum mereka terlanjur percaya bahwa Bumi itu bulat.

Selengkapnya...

 

Astronom Temukan Planet Baru, Berpotensi Dihuni Alien?

Astronom telah menemukan 60 planet baru di 'dekat' Bumi dan banyak di antaranya diyakini dapat menjadi tempat berlangsungnya kehidupan. Sementara itu tim ilmuwan internasional juga telah menemukan 54 planet lainnya. Jika dijumlahkan terdapat 114 planet baru.

Para peneliti mengatakan, beberapa dari mereka diyakini mirip Bumi dan mampu mendukung kehidupan.

Ilustrasi  HD 219134b (Sumber : nasa.com)

Salah satu exoplanet -- planet di luar tata surya kita -- adalah planet 'super-Earth' yang memiliki permukaan berbatu dan ditemukan di sistem bintang terdekat ke empat dari Bumi.

Planet yang dikenal sebagai Gliese 411-b tersebut dapat menunjukkan bahwa semua bintang di dekat Matahari memiliki planet sendiri yang mengorbitnya.

Hal tersebut memunculkan perkiraan bahwa pl anet itu kemungkinan mirip dengan Bumi dan memiliki kondisi untuk mendukung kehidupan alien.

Selengkapnya...

 

6 Teori Konspirasi Titanic yang Masih 'Menghantui' Hingga Kini

Seabad lebih sejak ia tenggelam di Lautan Atlantik, kisah RMS Titanic masih memesona banyak orang di seluruh dunia.

Tragedi terjadi dalam skala besar membuat orang tak puas dengan penjelasan yang 'biasa-biasa' saja. Itu mengapa sejumlah teori konspirasi terkait tenggelamnya Titanic pada 15 April 1912 muncul, bahkan bertahan hingga saat ini.

Bahkan ketika kali pertama angka sauh, dalam pelayaran perdana, nama Titanic sudah terkenal.

Ia adalah salah satu kapal 'Olympic class' milik perusahaan White Star Line pada awak Abad ke-20. Dua bahtera lainnya adalah RMS Olympic dan HMHS Britannic -- yang tenggelam pada 1916 di Laut Aegea dan menewaskan 30 orang.

Adegan saat Jack dan Rose saat mengapung menggunakan pintu. (Paramount)

Titanic adalah salah satu kapal terbesar dan paling mewah pada  masanya. Ada 10 miliarder yang kala itu menjadi penumpang kapal 'wah' itu. Ruang-ruang penyimpanan dipenuhi barang-barang berharga, termasuk berlian yang kala itu bernilai US$ 7 juta pada 1912.

Beberapa orang terkaya dunia ada dalam daftar nama penumpang. Salah satunya, John Jacob Astor.

Titanic karam pada pelayaran perdananya. Kapal itu memulai pelayarannya pada April 1912 menuju New York, Amerika Serikat.

Empat hari melaut, Titanic menabrak gunung es yang merobek kompartemen kedap air di sepanjang lambung. Hanya dalam beberapa jam kemudian, bahtera tersebut karam di Laut Atlantik. Lebih dari 1.500 penumpang dan awak kapal tewas.

Baru-baru ini, sebuah teori baru muncul, terkait mengapa Titanic dengan mudah karam akibat 'seonggok es'.

Selengkapnya...

2 dari 4 halaman

Mei - Agustus

Heboh Negeri Angkasa Luar Asgardia yang Jadi Incaran WNI

Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan kabar yang menyebut bahwa 5.000 warga Indonesia mendaftar untuk pindah ke negara di angkasa luar. Negara yang dimaksud bernama Asgardia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, jumlah pendaftar dari Indonesia yang mendaftar untuk menjadi warga negara tersebut naik dalam waktu singkat. Hanya dalam beberapa hari, jumlahnya naik menjadi 7.298 jiwa -- menempati urutan ke-9 dari 226 negara.

Negara yang akan berlokasi di angkasa luar itu dicetuskan oleh ilmuwan Rusia Igor Ahusrbeyli pada 2013. "Negara pertama di angkasa" yang didirikan oleh sekelompok ilmuwan, insinyur, pebisnis, dan para pengacara tersebut, salah satu tujuan nasionalnya adalah menjadi "pelindung Bumi".

Selengkapnya...

 

Gerhana Matahari 21 Agustus dan Ramalan 'Kehancuran' Donald Trump

Gerhana matahari adalah peristiwa alam ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari -- sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Sang Surya, yang kemudian menuntun dunia sesaat dalam kegelapan. 

Namun, para astrolog meyakini bahwa gerhana merupakan sebuah peristiwa surgawi yang monumental dan memiliki konsekuensi pada dunia nyata.

Dan gerhana matahari total --yang merupakan salah satu fenomena langka-- dipercaya memiliki implikasi besar bagi kehidupan manusia di Bumi.

Para ahli nujum juga meyakini bahwa gerhana yang terjadi dapat berkorelasi dengan nasib seseorang, seperti karier, keberuntungan, hingga bencana.

Ilustrasi Gerhana Matahari Total (iStockphoto)

Dan, jika disangkut-pautkan dengan konteks politik global, konon segala hal yang terjadi dalam pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah 'digariskan'. Para astrolog pun mengaitkan nasib miliarder nyentrik itu dengan gerhana matahari yang akan terjadi di sebagian wilayah Negeri Paman Sam pada Senin 21 Agustus 2017.

Apalagi, seperti yang dilansir dari Newsweek, Selasa (1/8/2017), presiden ke-45 AS itu lahir di kala gerhana bulan tengah berlangsung --  sementara, ada keyakinan bahwa individu yang lahir pada masa itu lebih rentan dan sensitif pada fenomena gerhana.

Selengkapnya...

 

Robot Seks yang Kian jadi Realita

Di masa lalu, robot seks menjadi bagian cerita fiksi ilmiah, misalnya novel "The Silver Metal Lover", karya klasik terbitan 1981 oleh penulis Tanith Lee.

Dalam novel itu, seorang perempuan muda yang kesepian jatuh cinta pada robot lelaki. Kemudian, robot itu menjadi lebih mirip manusia karena merasakan cinta dari perempuan tersebut.

Novel itu menggugah pertanyaan penting dalam evolusi robot seks masa kini, akan sampai manakah kemajuan benda mati yang dibuat menjadi mirip manusia itu?

Teknologi pembuatan boneka seks sudah sangat maju, tapi harga boneka seks tidak murah. (Sumber Quora)

Apakah manusia akan berhenti memupuk hubungan dengan sesama manusia demi kenyamanan hubungan dengan pasangan yang tidak nyata?

Selengkapnya...

 

Misteri Segitiga Bermuda Berakhir

Seorang ilmuwan asal Australia, Karl Kruszelnicki, membantah sejumlah spekulasi yang beredar soal Segitiga Bermuda. Dengan lantang, ia mengatakan bahwa misteri di sana telah terpecahkan.

Karl bersikeras bahwa alasan di balik lenyapnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda, sama sekali tak terkait dengan alien, kristal api dari Atlantis yang hilang, atau hal-hal supranatural lainnya.

Ia mengatakan, hilangnya pesawat dan kapal di wilayah imajiner yang menghubungkan tiga titik, yakni Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda itu, sebenarnya disebabkan karena kesalahan manusia dan cuaca buruk.

Segitiga Bermuda (Daily Mail)

Menurutnya, wilayah imajiner yang mencakup 700.000 kilometer persegi di Samudra Atlantik itu, merupakan daerah dengan lalu lintas tinggi. "Letaknya dekat dengan Ekuator, dekat dengan bagian kaya di Bumi -- Amerika -- tentu saja lalu lintas akan tinggi," ujar Karl.

Dikutip dari Independent, Kamis (27/7/2017), ia mengatakan, jika jumlah pesawat dan kapal yang hilang dibandingkan dengan yang berhasil 'lolos' setiap harinya, maka angka tersebut tak ada yang aneh.

"Menurut Lloyd's of London dan Coastguard AS, jumlah yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan jumlah di manapun di dunia secara presentase," ujar Karl.

Ia juga menjelaskan ada penjelasan sederhana yang memicu awal munculnya spekulasi Segitiga Bermuda, yakni hilangnya 'Flight 19'.

Selengkapnya...

 

20 Tahun Kematian Putri Diana

Seorang produser TV bernama Jonathan Mayo meluangkan waktu berbulan-bulan untuk meneliti kematian Putri Diana. Ia kemudian mengumpulkan catatan saat-saat terakhir Sang Princess of Wales.

Pangeran William dan Harry saat mengiringi peti jenazah ibunya, Putri Diana. (AP)

Pada 4 Agustus 1997, seorang juru foto Italia mengambil gambar Putri Diana dan Dodi Al Fayed sedang menikmati pesiar sembilan hari di Laut Tengah menggunakan yacht Jonikal senilai 12 juta pound sterling milik keluarga Al Fayed.

Sesuai dengan harapan Mohamed Al Fayed, kisah cinta bersemi antara putranya dengan wanita paling terkenal sedunia.

Pasangan itu tertangkap kamera sedang berpelukan. Foto yang kemudian disebut "The Kiss" itu laku dijual hingga 250 ribu pound sterling.

Konon, Diana menggunakan pesiar itu untuk balas dendam pada mantan suaminya Pangeran Charles.

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

September - Desember

Heboh Ramalan Kiamat 23 September

Sabtu, 23 September 2017, diklaim akan menjadi hari akhir dunia atau kiamat. Akan tetapi, ternyata hal itu tak terbukti.

Numerolog bernama David Meade yang mengklaim peristiwa kiamat itu, bahkan sepertinya menarik ulang perkataannya dengan menunjukkan beberapa klaim baru.

Maede mengatakan bahwa dunia tak akan berakhir pada hari ini. Namun, tanggal 23 September 2017 hanya akan ditandai dengan serangkaian peristiwa bencana yang akan terjadi selama beberapa minggu ke depan.

Sebuah asteroid akan melintasi Bumi malam sebelum Natal. Namun sebuah kelompok mengungkapkan bahwa kiamat akan datang. (News.com.au)

Ia juga meyebut bahwa dunia tidak berakhir, tetapi sebagian besar tak akan sama persis bentuknya pada awal Oktober 2017. Meade meramalkan kiamat 23 September 2017 berdasarkan ayat dan kode angka di Alkitab, yang berujung pada angka 33.

Selengkapnya...

 

Penghargaan Nobel 2017

Penulis asal Inggris, Kazuo Ishiguro, mendapat penghargaan Nobel di bidang sastra. Swedish Academy menyebut novel Ishiguro penuh dengan kekuatan emosional dan dapat menyibak jurang di bawah ilusi kita tentang hubungan dengan dunia.

Sejauh ini Ishiguro telah menulis delapan buku yang diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Dua novel terkenalnya, 'The Remains of the Day' dan 'Never Let Me Go', diadaptasi ke sebuah film yang mendapat pujian luas.

Kepada BBC, pria kelahiran Jepang itu mengaku belum dihubungi oleh komite Nobel. Ia pun sempat meragukan kabar itu.

Kazuo Ishiguro (AFP)

 

Pria berusia 62 tahun itu berharap bahwa Penghargaan Nobel akan menjadi kekuatan baik.Karyanya yang mencakup naskah film dan televisi, mengangkat tema tentang memori, waktu, dan khayalan soal diri sendiri.

Selengkapnya...

 

Kisah Nahas 'James Bond' Asli

Mata-mata antikomunis Sidney Reilly ditahan oleh orang Soviet pada 27 September 1925, dan ditembak mati kemudian. Meski kehidupan Reilly masih menjadi misteri, satu hal yang pasti mengenai dia adalah memiliki hubungan erat dengan Rusia dari lahir hingga upayanya membunuh Vladimir Lenin.

Dikutip dari laman RBTH Indonesia, Sabtu (30/9/2017), Reilly diketahui sebagai agen Badan Layanan Rahasia (cikal bakal MI6) yang diduga menginspirasi Ian Fleming dalam menciptakan karakter fiksi James Bond. Reilly punya ikatan erat dengan Rusia, dan mendedikasikan hidupnya untuk mengalahkan rezim yang mulai berkuasa sejak 1917 meski sayangnya, ia gagal.

Sidney Reilly menjadi legenda dalam dunia spionase (Wikipedia)

Ia membenci komunisme. Hal tersebut menjadi salah satu dari sedikit hal diketahui tentang hidupnya. Bahkan, tidak ada yang tahu di mana ia lahir dan bagaimana ia menjadi warga negara Inggris.

Reilly menceritakan kisah yang berbeda-beda mengenai hidupnya kepada orang lain. Ia mengaku pastor Irlandia, atau keturunan keluarga bangsawan Rusia -- tergantung dengan siapa ia berbicara.

Selengkapnya...

 

Letusan Gunung Agung Bisa Turunkan Suhu Bumi, Ini Alasannya

Gunung Agung meletus dua kali dalam jarak kurang dari sepekan, yakni pada 21 dan 25 November 2017. Meski erupsinya tak dahsyat, pemerintah setempat telah mengevakuasi warga dan membuat Bandara Ngurah Rai tutup.

Namun, jika Gunung Agung meletus dalam skala yang lebih besar, ada hal yang mungkin tak pernah terlintas dalam pikiran Anda: suhu permukaan Bumi akan mengalami penurunan.

Meski demikian, penurunan suhu Bumi itu tak serta merta menghentikan pemanasan global, yang saat ini menjadi masalah utama yang dialami Planet Biru ini.

Saat Gunung Agung terakhir kali erupsi, yakni pada 1963, suhu permukaan global mengalami penurunan. Menurut sejumlah ahli, temperatur Bumi kala itu turun sebanyak 0,1 hingga 0,4 derajat Celsius.

Meski terlihat tak banyak, suhu tersebut membawa pengaruh yang signifikan. Jika dibandingkan, Zaman Es terjadi karena temperatur Bumi turun 'hanya' 5 derajat Celsius. Lalu, mengapa suhu saat itu bisa mengalami penurunan?

Selengkapnya...

 

Ramalan Gempa Dahsyat di Samudra Hindia Akhir 2017

Hal mengerikan diramalkan terjadi pada akhir 2017: gempa dan tsunami dahsyat konon akan terjadi di Samudra Hindia. Prediksi tersebut disampaikan lewat surat yang ditujukan ke Perdana Menteri India, Narendra Modi pada 20 September 2017.

Pengirim surat adalah Babu Kalayil, yang mengklaim punya extrasensory perception (ESP) alias indra keenam.

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

"Di Samudra Hindia, gempa bumi akan terjadi sebelum 31 Desember 2017. Lindu dahsyat ini bisa mengguncang seluruh pesisir wilayah benua Asia," tulis dia dalam suratnya pada PM India, seperti dikutip di situs anti-hoax, Snopes.com, Kamis (14/12/2017).

"Sebelas negara akan terdampak: India, China, Jepang, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Thyland (Thailand), Indonesia, Algantstan (Afghanistan), Sri Lanka, dan akan berlanjut ke negara-negara Teluk," tambah Direktur B.K. Research Association for ESP di Kerala tersebut. Ada banyak salah ketik atau typo dalam surat itu. 

Babu Kalayil mengklaim, ramalan itu didapat pada 20 Agustus 2017 lewat indra keenamnya.

Selengkapnya...

Artikel Selanjutnya
22-4-1970: Peringatan Hari Bumi Sukses Mengguncang Amerika Serikat
Artikel Selanjutnya
Heboh Ramalan Kiamat Senin 23 April 2018, Cek Asal-usulnya di Sini