Sukses

20 Tahun Diamkan Istri, Pria Ini Akhirnya Bicara...

Liputan6.com, Nara - Sudah lama Otou Katayama mendiamkan istrinya, Yumi. Tak seperti pasangan lain, yang kerap tak bicara dalam waktu sementara, pria asal Jepang itu membisu selama 20 tahun.

Meski demikian, Otou Katayama tetap tinggal serumah dengan istri dan tiga anak mereka. Selama dua dekade, komunikasi pria itu pada pasangannya hanya dilakukan lewat anggukan atau gumaman.

Kebisuan tersebut diungkap putra mereka, Yoshiki. Pemuda 18 tahun itu menulis ke pihak sebuah acara televisi, meminta bantuan mereka untuk ikut memperbaiki hubungan orang tuanya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (1/1/2017), Yoshiki mengaku sama tak pernah mendengar ayah dan ibunya berbincang.

Otou Katayama dan Yumi kemudian dipertemukan di sebuah taman di Nara, di mana kencan pertama mereka dilakukan dulu.

Awalnya keduanya diam saat duduk di bangku taman. Membuat sang anak, Yoshiki, yang memantau dari kejauhan sempat cemas.

Pasangan asal Jepang akhirnya memecah kebisuan selama 20 tahun (Hokkaido Television)

Akhirnya, Otou Katayama memecah keheningan. "Sudah lama kita tidak bicara," kata pria itu dengan suara pelan, dalam video Hokkaido Television (TVH).

Kemudian, ia terdiam sebentar. "Kau sangat mengkhawatirkan anak-anak," tambah Otou.

"Yumi, hingga saat ini kau telah mengalami banyak kesulitan. Aku hanya ingin kau tahu, aku berterima kasih untuk semuanya."

Otou kemudian memberikan alasan mengapa ia mendiamkan sang istri. Ternyata, ia cemburu.

Pria paro baya itu mengaku cemburu pada perhatian Yumi yang dinilainya habis-habisan untuk anak-anak mereka.

"Saya agak ... cemburu. Aku merajuk tentang hal itu," kata dia dalam acara tersebut.

Saksikan video perbincangan pertama pasangan suami-istri Jepang setelah 20 tahun tak bicara:

 

  • Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang
Loading