Sukses

Dubes Hungaria: Kami Tawarkan Kuliah Gratis untuk 50 Mahasiswa RI

Liputan6.com, Jakarta - Pada usia 32 tahun, Judit Nemeth-Pach didaulat untuk menduduki jabatan penting, sebagai Duta Besar Hungaria untuk Indonesia.

Sebelum ditugaskan ke Tanah Air, perempuan penyuka olahraga ekstrem itu telah berkarir selama 10 tahun di pemerintahan negaranya, termasuk menjadi kepala biro pers Presiden Hungaria.

"Saya kali pertama berkunjung ke Indonesia pada 2008. Saat itu Presiden Hungaria melakukan lawatan kenegaraan untuk memenuhi undangan Presiden Yudhoyono," kata Dubes Hungaria dalam program wawancara 'The Ambassador' Liputan6.com.
 


Sebagai Duta Besar, Judit -- begitu ia akrab dipanggil -- berharap, di masa tugasnya, hubungan Indonesia dan Hungaria, yang resmi terjalin sejak 1955, kian erat.

Dubes Hungaria menuturkan, Indonesia adalah mitra penting bagi negerinya. Kunjungan PM Hungaria, Viktor Orban yang memboyong separuh kabinetnya dan 50 pengusaha sekaligus, menurut dia, adalah bukti nyata kuatnya hubungan dua negara.

Kerjasama dijalin dalam banyak bidang, seperti ekonomi, pengolahan air bersih, energi matahari, pertanian, juga pendidikan.

Dubes Hungaria Judit Nemeth-Pach (Liputan6.com/Faizal Fanani)


Baru-baru ini Hungaria memberikan 50 beasiswa penuh bagi pelajar Indonesia.  Dubes Judit Nemeth-Pach mengatakan, negaranya memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di Eropa.

Salah satu buktinya, "Anda bisa melihat, populasi Hungaria hanya 10 juta tapi kami memenangkan 6 penghargaan Nobel," kata dia.

Dubes yang enerjik tersebut juga berbagi kisah tentang pengalamannya di Indonesia, kegemarannya pada olahraga ekstrem dan gado-gado, serta soal bagaimana negerinya lolos dari kemerosotan ekonomi pada 2008 yang nyaris bikin bangkrut.

Hungaria juga berhasil menjadi salah satu negara dengan perekonomian paling stabil di Eropa, bahkan berhasil mengundang perusahaan-perusahaan kelas dunia masuk dan menanamkan investasinya. Salah satu di antaranya adalah Mercedes Benz.

"Bahkan ketika Anda membeli Mercedes Benz di Indonesia, bisa dicek, bisa jadi mobil tersebut dibuat di Hungaria," kata dia.

Saksikan wawancara 'The Ambassador' Liputan6.com bersama Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Judit Nemeth-Pach: