Sukses

1-8-1971: Jelajah Perdana di Bulan dan Batu Misterius 'Genesis'

Liputan6.com, Florida - Neil Armstrong dan Edwin 'Buzz' Aldrin berhasil mengukir sejarah sebagai manusia pertama yang menapakkan kaki di Bulan pada 20 Juli 1969 diantar pesawat Apollo 11. Kesuksesan mereka menembus cakrawala dan keluar Bumi hingga ke Bulan menjadi titik awal eksplorasi Bulan.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada akhir Juli hingga awal Agustus 1971, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mengirimkan utusan ke Bulan. Adalah David Scott dan James Irwin yang dipercaya untuk kembali ke satelit alami Bumi tersebut.

Dengan menumpang Apollo 15, Scott dan Irwin berhasil tiba di Bulan. Tak sekadar menginjakkan kaki, mereka juga dibekali wahana rover mirip mobil Jeep untuk mengeksplorasi Bulan.

Misi penjelajahan Apollo 15 di Bulan. (www.nasa.gov)

Tepat pada 1 Agustus 1971, Kedua astronot Negeri Paman Sam menyusuri Bulan beberapa mil dari lander Falcon. Ini merupakan 'moon safari' pertama yang pernah dilakukan manusia.

"(Menjelajahi Bulan) Rasanya seperti mengendarai kendaraan nan sporty," ungkap Scott, seperti dimuat dalam laman history BBC on This Day. "Aku harus terus memperhatikan jalan setiap detik," imbuh dia.

Total 18 jam, Scott dan Irwin menghabiskan waktunya untuk mengeksplorasi Bulan dalam tiga kali rute perjalanan.

Ada sejumlah temuan yang didapat. Salah satu yang dianggap paling penting adalah sebuah batu kuno yang tampak terkristalisasi. Batu misterius yang dinamakan "Genesis" itu ditemukan di lereng sebuah pegunungan di Bulan yang dinamakan Apennine.

Misi penjelajahan Apollo 15 di Bulan. (earthmotherblog.wordpress.com)

Batu tersebut merupakan satu dari beberapa bebatuan yang ditemukan. Total berat batu yang didapat Scott dan Irwin yakni sekitar 76 kilogram.

Genesis pada akhirnya dibawa ke Bumi dan diteliti secara mendalam. Dugaan awal, itu merupakan pecahan dari proses pembentukan Bulan, namun kemudian diketahui bahwa batu tersebut berusia sekitar 4 miliar tahun lalu, lebih muda daripada waktu perkiraan terbentuknya Bulan.

Lebih jauh, berdasarkan hasil penelitian terbaru, batu itu diketahui mengandung air. Jejak air terdeteksi dalam struktur kristal dari sampel mineral yang diambil dari batu Genesis. Dari hasil riset tersebut, Bulan awalnya diyakini basah dan air yang ada tidak hilang selama pembentukan Bulan.

Hasil studi tersebut bertentangan dengan teori pembentukan Bulan yang dominan sebelumnya, yaitu bahwa Bulan terbentuk dari sisa atau puing-puing yang dihasilkan selama tumbukan besar antara Bumi dan planet lain.

Misi penjelajahan Apollo 15 di Bulan. (astrobob.areavoices.com)

"Karena ini adalah sebagian dari batuan tertua Bulan. Air diduga sudah ada ketika Bulan terbentuk," kata peneliti Youxue Zhang dari University of Michigan.

Selain bebatuan, Scott dan Irwin juga membawa "oleh-oleh" gambar salah satu pegunungan tinggi di Bulan yang dinamakan Mount Hadley, dengan ketinggian 4.500 meter.

Proyek ke Bulan

Setelah perjalanan Scott dan Irwin ke Bulan menggunakan Apollo 15, selanjutnya AS kembali melakukan dua misi perjalanan ke satelit alami tersebut. Terakhir, menggunakan Apollo 17 pada Desember 1972.

Amerika Serikat berencana kembali mengirim manusia ke Bulan pada tahun 2020, sesuai instruksi dari Presiden George Walker Bush yang dilontarkan pada 2004 silam.

Sementara itu, Jepang berencana mengirimkan utusan ke Bulan pada 2018, menggunakan bantuan wahana rover.

Sejarah lain mencatat pada 1 Agustus 2000, bom meledak dari sebuah mobil dan motor yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. Akibatnya, 2 orang tewas dan 19 orang terluka. Salah satu pelaku, Abdul Jabar bin Ahmad Kandai dihukum penjara 30 tahun.

Setahun kemudian, 1 Agustus 2001, bom meledak di pelataran Atrium Senen, dekat dengan lokasi Pizza Hut, Jakarta, sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya, 6 orang terluka. (Ras/Ans)