Cara Pemasangan KB IUD dan Fakta Penting yang Wajib Diketahui Pasien

Mengetahui langkah-langkah pemasangan serta fakta penting seputar IUD dapat membantu mengurangi rasa cemas dan memberikan keyakinan sebelum menjalani prosedur.

Diterbitkan 23 September 2025, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Daftar Isi

Liputan6.com, Jakarta Memilih alat kontrasepsi yang tepat merupakan langkah penting bagi pasangan yang ingin merencanakan keluarga. Salah satu metode yang banyak direkomendasikan adalah KB IUD (Intrauterine Device) karena dikenal efektif, praktis, dan tahan lama. Dengan bentuk kecil menyerupai huruf T, IUD dipasang langsung di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Namun, sebelum memilih metode ini, penting bagi pasien untuk memahami cara pemasangan serta persiapan yang diperlukan.

Pemasangan KB IUD biasanya dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan prosedur yang relatif cepat. Meski demikian, sebagian pasien mungkin merasa khawatir karena kurangnya informasi yang jelas mengenai prosesnya. Mengetahui langkah-langkah pemasangan serta fakta penting seputar IUD dapat membantu mengurangi rasa cemas dan memberikan keyakinan sebelum menjalani prosedur. Berikut cara pemasangan KB IUD secara ringkas serta fakta-fakta penting yang perlu diketahui pasien.

 

Pengertian KB IUD

KB IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk huruf T kecil yang dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. IUD bekerja dengan cara menghalangi sperma bertemu dengan sel telur, sehingga pembuahan tidak terjadi. Mengutip situs resmi Primaya Hospital, efektivitas alat KB IDU sangat tinggi. Apabila pemasangannya tepat, maka risiko terjadinya kehamilan setelah pemasangan alat ini hanya 0,2%. Terdapat dua jenis utama IUD:

1. IUD Hormonal

Mengandung hormon progesteron yang dilepaskan secara perlahan. Efektif selama 3-5 tahun.

2. IUD Non-hormonal

Terbuat dari tembaga dan tidak mengandung hormon. Dapat efektif hingga 10 tahun.

 

Keunggulan KB IUD

1. Efektivitas Sangat Tinggi

KB IUD memiliki tingkat keberhasilan hingga 98–99,8% dalam mencegah kehamilan. Angka kegagalannya sangat rendah dibandingkan metode kontrasepsi lain.

2. Dapat Menjadi KB Darurat

IUD bisa dipasang dalam 5 hari setelah hubungan seksual tanpa kondom sebagai kontrasepsi darurat. Cara ini sangat efektif mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

3. Pemasangan dan Pelepasan Fleksibel

IUD bisa dipasang maupun dilepas kapan saja sesuai kebutuhan. Prosesnya relatif singkat dan tidak menimbulkan rasa sakit berkepanjangan.

4. Efek Samping Rendah (Non-Hormonal)

IUD tembaga tidak mengandung hormon, sehingga efek sampingnya lebih ringan. Cocok bagi wanita yang tidak bisa menggunakan kontrasepsi hormonal.

5. Kesuburan Cepat Kembali

Setelah IUD dilepas, kesuburan biasanya langsung pulih. Hal ini memudahkan bila ingin segera merencanakan kehamilan kembali.

6. Mengurangi Risiko Kanker (Hormonal)

Pada IUD hormonal, risiko kanker serviks dan kanker rahim dapat berkurang. Selain itu, IUD hormonal juga membantu menekan pertumbuhan endometriosis.

7. Mengurangi Nyeri Haid (Hormonal)

Beberapa wanita dengan endometriosis merasakan nyeri haid berkurang setelah menggunakan IUD hormonal. Hal ini karena hormon di dalamnya memengaruhi dinding rahim.

Persiapan Sebelum Pemasangan KB IUD

1. Konsultasi dengan Dokter

Lakukan konsultasi untuk memastikan IUD cocok untuk Anda. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan.

2. Pemeriksaan Kesehatan

Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan tes kehamilan untuk memastikan kondisi Anda.

3. Pilih Jenis IUD

Diskusikan dengan dokter jenis IUD yang paling sesuai, hormonal atau non-hormonal.

4. Tentukan Waktu Pemasangan

Idealnya IUD dipasang saat sedang menstruasi karena leher rahim lebih lunak.

5. Persiapkan Obat Pereda Nyeri

Konsumsi obat pereda nyeri 30-60 menit sebelum prosedur untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Prosedur Pemasangan KB IUD

1. Pemeriksaan Awal

Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk menentukan posisi dan ukuran rahim.

2. Pembersihan Area Vagina dan Serviks

Area vagina dan serviks dibersihkan menggunakan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.

3. Pemasangan Spekulum

Spekulum dimasukkan ke dalam vagina untuk membukanya dan memudahkan akses ke serviks.

4. Pengukuran Kedalaman Rahim

Dokter mengukur kedalaman rahim menggunakan alat khusus untuk memastikan posisi pemasangan yang tepat.

5. Pemasangan IUD

IUD dimasukkan melalui serviks ke dalam rahim menggunakan aplikator khusus.

6. Pemotongan Benang IUD

Benang IUD dipotong sekitar 3-4 cm di luar serviks.

7. Pemeriksaan Akhir

Dokter memastikan IUD terpasang dengan benar menggunakan USG.

Perawatan Pasca Pemasangan KB IUD

1. Istirahat yang Cukup

Istirahat beberapa jam setelah pemasangan untuk memulihkan diri.

2. Pantau Gejala

Perhatikan adanya kram ringan, pendarahan atau bercak yang mungkin terjadi beberapa hari pertama.

3. Hindari Tampon

Gunakan pembalut, hindari tampon selama 2-3 hari pasca pemasangan.

4. Tunda Hubungan Seksual

Tunggu 24-48 jam sebelum melakukan hubungan seksual.

5. Kontrol Rutin

Lakukan kontrol ke dokter 3-6 minggu pasca pemasangan.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

1. Kram Perut

Kram ringan dapat terjadi beberapa hari pertama dan biasanya mereda dengan sendirinya.

2. Pendarahan Tidak Teratur

Pendarahan atau bercak di luar siklus menstruasi mungkin terjadi dalam beberapa bulan pertama.

3. Perubahan Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi dapat berubah, terutama pada penggunaan IUD hormonal.

4. Nyeri Saat Berhubungan

Beberapa wanita mungkin merasakan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

1. Demam Tinggi

Demam di atas 38°C dapat menandakan adanya infeksi.

2. Nyeri Hebat

Nyeri perut yang intens dan tidak mereda dengan obat pereda nyeri.

3. Pendarahan Berlebihan

Pendarahan yang sangat banyak atau berlangsung lebih dari seminggu.

4. Benang IUD Tidak Teraba

Jika Anda tidak dapat merasakan benang IUD saat memeriksanya.

5. Gejala Kehamilan

Mual, muntah, atau gejala kehamilan lainnya perlu diperiksa segera.

Mitos dan Fakta Seputar KB IUD

Mitos: IUD Menyebabkan Infertilitas

Fakta: IUD tidak mempengaruhi kesuburan jangka panjang. Kesuburan akan kembali normal setelah IUD dilepas.

Mitos: IUD Bisa Berpindah Tempat

Fakta: Sangat jarang terjadi. IUD dirancang untuk tetap di tempatnya di dalam rahim.

Mitos: IUD Mengganggu Hubungan Seksual

Fakta: Pasangan umumnya tidak dapat merasakan keberadaan IUD saat berhubungan.

Mitos: IUD Hanya untuk Wanita yang Sudah Memiliki Anak

Fakta: IUD dapat digunakan oleh wanita yang belum pernah melahirkan, tergantung kondisi individu.

Pelepasan KB IUD

1. Pemeriksaan Awal

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan posisi IUD.

2. Penarikan Benang IUD

Menggunakan alat khusus, dokter akan menarik benang IUD secara perlahan.

3. Pemeriksaan Pasca Pelepasan

Dokter memastikan IUD telah dilepas seluruhnya.

 

Pertimbangan Khusus

IUD untuk Remaja

IUD dapat menjadi pilihan kontrasepsi yang aman dan efektif untuk remaja yang aktif secara seksual.

IUD Pasca Persalinan

IUD dapat dipasang segera setelah melahirkan atau dalam 48 jam pasca persalinan.

IUD dan Penyakit Menular Seksual

IUD tidak melindungi dari penyakit menular seksual. Penggunaan kondom tetap dianjurkan untuk perlindungan tambahan.

Alternatif KB Selain IUD

Jika IUD tidak cocok, beberapa alternatif kontrasepsi lain yang dapat dipertimbangkan:

1. Pil KB

Kontrasepsi oral yang diminum setiap hari.

2. Suntik KB

Injeksi hormonal yang diberikan setiap 1-3 bulan.

3. Implan

Batang kecil yang dimasukkan di bawah kulit lengan, efektif hingga 3 tahun.

4. Kondom

Metode penghalang yang juga melindungi dari penyakit menular seksual.

Pertanyaan seputar KB IUD

1. Apa itu KB IUD dan bagaimana cara kerjanya?

KB IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk kecil menyerupai huruf T yang dipasang di dalam rahim. Alat ini bekerja dengan menghalangi sperma membuahi sel telur atau mencegah sel telur menempel di rahim.

2. Berapa lama KB IUD bisa bertahan di dalam rahim?

IUD tembaga bisa bertahan hingga 10 tahun, sedangkan IUD hormonal biasanya efektif 3–5 tahun. Durasi ini tergantung jenis IUD yang digunakan.

3. Apakah pemasangan KB IUD terasa sakit?

Sebagian wanita merasakan kram ringan atau tidak nyaman saat pemasangan, tetapi prosedurnya relatif singkat. Rasa tidak nyaman biasanya hilang dalam beberapa jam hingga hari berikutnya.

4. Apakah KB IUD aman untuk semua wanita?

KB IUD umumnya aman, tetapi mungkin tidak dianjurkan bagi wanita dengan infeksi rahim atau kondisi medis tertentu. Konsultasi dengan dokter sangat penting sebelum memilih metode ini.

 

Sumber:

https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kb-spiral/

https://www.halodoc.com/artikel/sebelum-pasang-kenali-dulu-apa-saja-plus-minus-kb-iud?srsltid=AfmBOoqvhv69rIgOmLLfmvRpcXdYnuXQnhy7em_J-AJabpielC__R9KP