Cara Bikin Kue Cucur Tradisional, Rahasia Tekstur Bersarang dan Rasa Lezat

Pelajari cara bikin kue cucur tradisional yang lezat dan bersarang. Simak resep, tips, dan trik membuat kue cucur yang empuk dan berserat.

Diterbitkan 23 September 2025, 17:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kue cucur adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Teksturnya yang lembut di bagian tengah dan bersarang renyah di pinggirannya membuat kue ini selalu menggoda untuk dicicipi. Tak hanya sekadar camilan, kue cucur juga sering hadir dalam acara-acara adat atau perayaan keluarga sebagai simbol kebersamaan.

Meskipun terlihat sederhana, membuat kue cucur dengan hasil sempurna bukan perkara mudah. Banyak orang gagal mendapatkan tekstur bersarang yang khas karena tidak mengetahui rahasia dalam pengolahan adonan dan teknik menggorengnya. Padahal, dengan langkah yang tepat dan bahan-bahan yang pas, kue cucur bisa dibuat di rumah dengan cita rasa yang tak kalah dari pedagang tradisional.

Artikel ini akan membahas panduan lengkap cara membuat kue cucur tradisional. Mulai dari bahan dasar, cara mengolah adonan, hingga trik khusus saat menggoreng agar kue mengembang dengan cantik dan bersarang sempurna. Dengan panduan ini, siapa pun bisa mencoba menghadirkan kelezatan kue cucur di meja makan keluarga.

Definisi dan Sejarah Kue Cucur

Kue cucur adalah jajanan tradisional berbentuk bundar pipih dengan bagian tengah yang tebal dan pinggiran yang tipis bergerigi. Teksturnya berserat dan bersarang di bagian dalam, sementara bagian luarnya renyah. Rasa kue cucur manis legit dengan aroma gula merah yang khas.

Sejarah kue cucur dapat ditelusuri hingga masa lampau di berbagai daerah di Nusantara. Konon, kue ini berasal dari suku Betawi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Nama "cucur" sendiri berasal dari bahasa Betawi yang berarti "kucur" atau "mengucur", merujuk pada cara pembuatannya di mana adonan dituang atau dikucurkan ke dalam minyak panas.

Meski demikian, kue cucur juga dikenal di berbagai daerah lain di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda. Di Sumatera Barat, kue ini dikenal sebagai "pinyaram" atau "paniaram". Sementara di Sulawesi Selatan, kue cucur disebut "ta'lolo". Bahkan, kue serupa juga dapat ditemukan di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia (kuih cucur), Brunei Darussalam (penyaram), dan Thailand (khanom fak bua).

Dalam tradisi Betawi, kue cucur sering disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, khitanan, atau selamatan. Kue ini dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberkahan. Selain itu, kue cucur juga populer sebagai jajanan pasar yang dijual di warung-warung tradisional atau pasar pagi.

Bahan-Bahan untuk Membuat Kue Cucur

Untuk membuat kue cucur yang lezat dan bersarang, diperlukan bahan-bahan berkualitas. Berikut bahan-bahan dasar yang dibutuhkan:

  • 250 gram tepung beras
  • 200 gram tepung terigu
  • 200 gram gula merah, sisir halus
  • 50 gram gula pasir
  • 400 ml air
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/4 sendok teh garam
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Penggunaan tepung beras dan tepung terigu dengan perbandingan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan tekstur kue cucur yang ideal. Tepung beras memberikan struktur yang kokoh, sementara tepung terigu membantu membentuk serat-serat halus yang khas.

Gula merah menjadi bahan utama yang memberikan warna dan rasa khas pada kue cucur. Pilihlah gula merah berkualitas baik untuk hasil yang optimal. Penambahan sedikit gula pasir dapat membantu menyeimbangkan rasa manis dan memberikan warna yang lebih menarik.

Air yang digunakan sebaiknya air bersih dan segar. Jumlah air dapat disesuaikan tergantung pada tingkat kelembaban tepung yang digunakan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan konsistensi adonan yang pas - tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer.

Daun pandan berfungsi untuk memberikan aroma harum yang khas pada kue cucur. Jika tidak tersedia, Anda dapat menggantinya dengan ekstrak vanila atau menggunakan air kelapa sebagai pengganti air biasa untuk menambah cita rasa.

Garam dalam jumlah sedikit diperlukan untuk menyeimbangkan rasa manis dan meningkatkan cita rasa keseluruhan kue cucur.

Cara Membuat Kue Cucur Tradisional

Berikut panduan lengkap cara bikin kue cucur yang lezat dan bersarang:

  1. Siapkan bahan-bahan:
    • Sisir halus gula merah
    • Siapkan air dalam panci
    • Ikat daun pandan
  2. Membuat larutan gula:
    • Masukkan gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam ke dalam air
    • Masak dengan api sedang hingga gula larut sempurna
    • Saring larutan gula dan biarkan hingga hangat
  3. Membuat adonan:
    • Campurkan tepung beras dan tepung terigu dalam wadah besar
    • Tuangkan larutan gula hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk
    • Kocok adonan menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 5-10 menit
    • Istirahatkan adonan selama minimal 30 menit, idealnya 1-2 jam
  4. Menggoreng kue cucur:
    • Panaskan minyak dalam wajan cekung dengan api sedang
    • Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam minyak panas
    • Siram-siram bagian tengah kue dengan minyak panas
    • Tusuk bagian tengah kue dengan lidi untuk memastikan kematangan
    • Angkat kue cucur saat sudah berwarna kecokelatan dan tiriskan

Proses pengistirahatan adonan sangat penting untuk menghasilkan kue cucur yang berserat dan bersarang. Selama proses ini, tepung akan menyerap cairan dengan lebih baik, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan kenyal.

Saat menggoreng, pastikan minyak cukup panas sebelum menuangkan adonan. Namun, jaga agar api tetap sedang untuk mencegah kue cepat gosong di luar namun mentah di dalam. Teknik menyiram bagian tengah kue dengan minyak panas sangat penting untuk membentuk serat-serat yang khas.

Tips Membuat Kue Cucur yang Sempurna

Untuk menghasilkan kue cucur yang lezat dan bersarang, perhatikan tips-tips berikut:

  • Gunakan perbandingan tepung beras dan tepung terigu yang tepat, idealnya 5:4 atau 6:4
  • Pastikan larutan gula sudah hangat sebelum dicampurkan ke dalam tepung
  • Kocok adonan dengan mixer selama 5-10 menit untuk menghasilkan tekstur yang lembut
  • Istirahatkan adonan minimal 30 menit, lebih lama lebih baik (1-2 jam)
  • Gunakan wajan cekung untuk menggoreng agar kue cucur berbentuk sempurna
  • Jaga suhu minyak agar tetap stabil, tidak terlalu panas atau terlalu dingin
  • Siram-siram bagian tengah kue dengan minyak panas untuk membentuk serat
  • Tusuk bagian tengah kue dengan lidi untuk memastikan kematangan
  • Tiriskan kue cucur dengan posisi miring untuk mengurangi minyak berlebih

 

Variasi Resep Kue Cucur

Selain resep dasar, terdapat beberapa variasi kue cucur yang bisa dicoba:

1. Kue Cucur Gula Putih

Variasi ini menggunakan gula pasir sebagai pengganti gula merah. Hasilnya adalah kue cucur berwarna lebih terang dengan rasa manis yang lebih ringan.

2. Kue Cucur Pandan

Tambahkan ekstrak atau pasta pandan ke dalam adonan untuk memberikan aroma dan warna hijau yang menarik.

3. Kue Cucur Buah Naga

Campurkan puree buah naga merah ke dalam adonan untuk memberikan warna merah alami dan rasa buah yang segar.

4. Kue Cucur Cokelat

Tambahkan bubuk cokelat ke dalam adonan untuk variasi rasa yang berbeda.

5. Kue Cucur Kayu Manis

Tambahkan bubuk kayu manis ke dalam adonan atau taburkan di atas kue cucur yang sudah matang untuk aroma yang harum.

Dalam membuat variasi kue cucur, pastikan untuk menyesuaikan jumlah cairan dalam adonan agar konsistensinya tetap ideal. Eksperimen dengan berbagai rasa dan warna dapat membuat kue cucur menjadi lebih menarik dan beragam.

Manfaat dan Nilai Gizi Kue Cucur

Meski tergolong makanan manis, kue cucur memiliki beberapa nilai gizi dan manfaat:

  • Sumber karbohidrat kompleks dari tepung beras dan tepung terigu
  • Mengandung zat besi dan kalsium dari gula merah
  • Memberikan energi cepat dari kandungan gula
  • Mengandung serat dari tepung beras

Karbohidrat kompleks dalam kue cucur dapat memberikan energi yang lebih tahan lama dibandingkan dengan makanan yang mengandung gula murni. Zat besi dan kalsium dari gula merah, meskipun dalam jumlah kecil, dapat berkontribusi pada kebutuhan harian tubuh akan mineral tersebut.

 

Perbandingan Kue Cucur dengan Jajanan Tradisional Lainnya

Kue cucur memiliki beberapa keunikan dibandingkan jajanan tradisional lainnya:

  • Tekstur berserat dan bersarang yang khas, berbeda dengan kue tradisional lain seperti kue putu atau kue lapis
  • Proses pembuatan yang unik dengan teknik "mengucurkan" adonan ke dalam minyak panas
  • Rasa manis legit dari gula merah yang berbeda dengan jajanan berbahan dasar tepung beras lainnya seperti kue putu atau kue lapis
  • Bentuk bulat pipih dengan pinggiran berkerut yang menjadi ciri khasnya

Meski demikian, kue cucur memiliki beberapa kesamaan dengan jajanan tradisional lain dalam hal penggunaan bahan dasar seperti tepung beras dan gula merah. Perbandingan ini menunjukkan keanekaragaman kuliner tradisional Indonesia yang kaya akan variasi bentuk, tekstur, dan rasa.

Perbedaan Kue Cucur Antar Daerah

Meskipun kue cucur dikenal di berbagai daerah di Indonesia, terdapat beberapa perbedaan dalam cara pembuatan dan penyajiannya:

  • Di Betawi, kue cucur cenderung lebih tebal dan berwarna cokelat tua
  • Di Sumatera Barat, pinyaram (kue cucur) biasanya lebih tipis dan renyah
  • Di Sulawesi Selatan, ta'lolo (kue cucur) sering dibuat dengan tambahan kelapa parut
  • Di Jawa Timur, kue cucur kadang diberi tambahan gula pasir di atasnya

Perbedaan ini mencerminkan kekayaan kuliner nusantara dan bagaimana setiap daerah mengadaptasi resep dasar sesuai dengan selera dan bahan-bahan lokal yang tersedia.

FAQ Seputar Kue Cucur

1. Mengapa kue cucur saya tidak bersarang?

Kue cucur yang tidak bersarang bisa disebabkan oleh beberapa faktor: adonan terlalu encer, suhu minyak tidak tepat, atau kurang lama mengistirahatkan adonan. Pastikan untuk mengikuti resep dengan tepat dan mengistirahatkan adonan minimal 30 menit.

2. Apakah bisa membuat kue cucur tanpa gula merah?

Ya, bisa. Anda dapat menggantinya dengan gula pasir untuk membuat kue cucur gula putih. Namun, rasa dan warnanya akan berbeda dari kue cucur tradisional.

3. Berapa lama kue cucur bisa bertahan?

Kue cucur dapat bertahan 2-3 hari dalam suhu ruang jika disimpan dalam wadah kedap udara. Untuk penyimpanan lebih lama, simpan dalam freezer dan hangatkan kembali sebelum disajikan.

4. Apakah kue cucur bisa dipanggang?

Secara tradisional, kue cucur digoreng, bukan dipanggang. Memanggang kue cucur akan menghasilkan tekstur yang berbeda dan kemungkinan tidak akan menghasilkan serat yang khas.

5. Bagaimana cara membuat kue cucur yang tidak berminyak?

Untuk mengurangi minyak pada kue cucur, pastikan untuk menggoreng dengan minyak yang cukup panas dan meniriskan kue dengan baik setelah digoreng. Anda juga bisa meletakkan kue cucur di atas tisu dapur untuk menyerap minyak berlebih.