Liputan6.com, Jakarta Mencret atau diare pada anak merupakan kondisi yang umum terjadi, tetapi tidak boleh dianggap remeh. Ketika anak mengalami mencret, tubuhnya kehilangan banyak cairan dan elektrolit yang bisa berujung pada dehidrasi, terutama jika tidak segera ditangani dengan tepat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami cara mengatasi mencret pada anak yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman untuk tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan.Â
Salah satu langkah awal dalam cara mengatasi mencret pada anak adalah menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Memberikan larutan oralit atau cairan rehidrasi lainnya bisa membantu menggantikan elektrolit yang hilang. Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan pola makan anak selama diare, seperti menghindari makanan berlemak dan berserat tinggi, serta memilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau pisang.
Tak kalah penting, memilih pengobatan yang sesuai menjadi kunci keberhasilan penanganan. Jika mencret berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam tinggi, darah dalam tinja, atau tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Namun, untuk kasus ringan, cara mengatasi mencret pada anak bisa dilakukan di rumah dengan kombinasi pola makan yang tepat hingga pengawasan yang cermat dari orang tua.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (14/5/2025).Â
Gejala Mencret pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029581/original/099968900_1732948652-ciri-diare-pada-anak.jpg)
Diare atau mencret pada anak didefinisikan sebagai kondisi di mana anak mengalami buang air besar (BAB) dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair atau berair. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga dua minggu, tergantung pada penyebab dan cara mengatasi mencret pada anak.Â
Diare akut biasanya berlangsung kurang dari 14 hari, sementara diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dikategorikan sebagai diare persisten atau kronis. Penting bagi orang tua untuk memahami perbedaan ini karena cara mengatasi mencret pada anak dan tingkat keparahannya dapat berbeda.
Gejala diare pada anak dapat bervariasi, namun umumnya meliputi:
- Frekuensi BAB meningkat (lebih dari 3 kali sehari)
- Konsistensi tinja lebih cair atau berair
- Nyeri atau kram perut
- Mual dan muntah
- Demam
- Kehilangan nafsu makan
- Lemas dan lesu
- Tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, atau kurangnya produksi air mata saat menangis
Orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi, karena ini merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi akibat diare. Jika anak menunjukkan gejala dehidrasi berat, seperti letargi, penurunan kesadaran, atau tidak buang air kecil selama lebih dari 6-8 jam, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Advertisement
Cara Mengatasi Mencret pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5022732/original/062294000_1732608039-cara-cepat-hentikan-diare-anak.jpg)
Cara mengatasi mencret pada anak bertujuan untuk mencegah dehidrasi, mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, serta mendukung pemulihan saluran pencernaan. Berikut adalah cara mengatasi mencret pada anak yang dapat dilakukan orang tua, yakni:
1. Rehidrasi
Langkah pertama dan terpenting dalam mengatasi diare adalah mencegah dehidrasi. Berikan anak cairan dalam jumlah yang cukup, seperti:
- Air putih
- Larutan oralit (dapat dibeli di apotek atau dibuat sendiri dengan mencampurkan 6 sendok teh gula dan 1/2 sendok teh garam dalam 1 liter air matang)
- ASI untuk bayi yang masih menyusui
2. Pemberian Makanan
Jangan menghentikan asupan makanan selama diare. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti:
- Nasi tim atau bubur
- Pisang
- Roti panggang
- Kentang rebus
- Sup ayam
3. Suplemen Zinc
Pemberian suplemen zinc selama 10-14 hari dapat membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis yang tepat sesuai usia anak.
4. Probiotik
Probiotik dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di usus. Berikan probiotik dalam bentuk suplemen atau makanan fermentasi seperti yogurt.
5. Hindari Makanan Tertentu
Selama diare, hindari memberikan makanan yang dapat memperburuk kondisi seperti:
- Makanan berminyak atau berlemak
- Makanan pedas
- Makanan yang mengandung banyak gula
- Susu (kecuali ASI untuk bayi)
- Minuman berkafein
6. Jaga Kebersihan
Praktikkan kebersihan yang baik untuk mencegah penyebaran infeksi:
- Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah ke toilet
- Bersihkan area genital anak setelah BAB untuk mencegah iritasi
- Pisahkan peralatan makan anak yang sakit
7. Kebersihan
Menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah buang air, dan setelah bermain dengan hewan peliharaan. Kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan untuk mencegah kontaminasi makanan dan minuman.
Penyebab Diare pada Anak
Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Infeksi virus: Rotavirus merupakan penyebab utama diare pada anak, terutama di negara berkembang.
- Infeksi bakteri: Bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Shigella dapat menyebabkan diare.
- Infeksi parasit: Giardia dan Cryptosporidium adalah contoh parasit yang dapat menginfeksi saluran pencernaan anak.
- Alergi makanan: Intoleransi terhadap laktosa atau protein susu sapi dapat menyebabkan diare.
- Efek samping obat: Beberapa jenis antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri di usus dan menyebabkan diare.
- Keracunan makanan: Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau toksin dapat menyebabkan diare.
- Malabsorpsi: Gangguan penyerapan nutrisi di usus dapat mengakibatkan diare.
Memahami penyebab diare penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Dalam banyak kasus, diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari dengan perawatan yang tepat di rumah.
Advertisement
Cara Pencegahan Diare pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4052450/original/039308400_1655195299-pexels-sarah-chai-7282908.jpg)
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah pencegahan diare pada anak:
1. Berikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan
ASI (Air Susu Ibu) mengandung antibodi alami yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi. Dengan memberikan ASI eksklusif, bayi lebih terlindungi dari infeksi saluran cerna yang dapat menyebabkan mencret. Selain itu, ASI mudah dicerna dan steril, sehingga mengurangi risiko terpapar bakteri atau virus penyebab diare dibandingkan dengan susu formula atau makanan lain pada usia dini.
2. Pastikan anak mendapatkan vaksinasi rotavirus
Rotavirus adalah salah satu penyebab utama diare berat pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus efektif mencegah infeksi virus ini dan telah terbukti secara global menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare pada anak. Memberikan vaksinasi ini sesuai jadwal yang dianjurkan oleh dokter atau petugas kesehatan merupakan langkah pencegahan penting dalam cara mengatasi mencret pada anak secara jangka panjang.
3. Ajarkan anak kebiasaan mencuci tangan yang benar
Tangan merupakan media utama penyebaran kuman. Anak-anak sering menyentuh berbagai benda dan memasukkan tangan ke mulut. Mengajarkan anak mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah buang air, adalah cara sederhana namun sangat efektif dalam mencegah infeksi saluran cerna. Penggunaan sabun akan membunuh kuman yang menempel di tangan dan mencegah penularan ke tubuh anak.
4. Jaga kebersihan lingkungan dan peralatan makan
Lingkungan yang bersih membantu mengurangi paparan terhadap bakteri, virus, dan parasit penyebab diare. Pastikan lantai rumah, mainan anak, dan tempat tidur selalu bersih. Peralatan makan anak, seperti sendok, botol susu, dan piring, juga harus dicuci dengan air bersih dan sabun serta dikeringkan dengan baik agar tidak menjadi sarang bakteri.
5. Berikan makanan yang dimasak dengan baik dan air minum yang aman
Makanan yang belum matang sempurna bisa menjadi tempat berkembangnya kuman penyebab diare. Oleh karena itu, penting memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang. Air minum juga harus berasal dari sumber yang bersih, seperti air yang telah dimasak, air galon terpercaya, atau air yang telah disaring dan direbus. Ini adalah langkah penting dalam cara mengatasi mencret pada anak, terutama jika diare disebabkan oleh infeksi makanan atau air yang terkontaminasi.
6. Hindari memberi anak makanan dari pedagang kaki lima yang kebersihannya diragukan
Meskipun makanan dari pedagang kaki lima terlihat menggoda, tidak semua pedagang menjaga kebersihan makanan dengan standar yang layak. Risiko kontaminasi sangat tinggi, baik dari bahan baku yang kurang segar, air yang tidak bersih, hingga peralatan yang tidak dicuci dengan benar. Untuk anak-anak yang sistem pencernaannya masih sensitif, makanan semacam ini bisa dengan mudah memicu mencret.
Kapan Harus ke Dokter?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5003551/original/037106000_1731479084-dokter-muda-adalah.jpg)
Meskipun banyak kasus diare dapat ditangani di rumah, ada situasi di mana anak perlu segera dibawa ke dokter:
- Diare berlangsung lebih dari 3 hari tanpa perbaikan
- Terdapat darah atau lendir dalam tinja
- Demam tinggi (di atas 39°C)
- Tanda-tanda dehidrasi berat
- Nyeri perut yang parah
- Anak menolak minum atau makan sama sekali
- Anak terlihat sangat lemas atau tidak responsif
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memerintahkan tes laboratorium untuk menentukan penyebab dan memberikan pengobatan yang sesuai.
Advertisement
FAQ Seputar Diare pada Anak
Berapa lama biasanya diare pada anak berlangsung?
Diare akut biasanya berlangsung 3-7 hari. Jika lebih dari 14 hari, ini termasuk diare persisten dan perlu penanganan lebih lanjut.
Apakah diare menular?
Ya, diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dapat menular. Penting untuk menjaga kebersihan dan isolasi anak yang sakit.
Bolehkah memberikan obat antidiare pada anak?
Sebaiknya hindari memberikan obat antidiare pada anak tanpa resep dokter. Fokus pada rehidrasi dan diet yang tepat.
Apakah ASI tetap diberikan saat anak diare?
Ya, ASI tetap diberikan dan bahkan lebih sering untuk mencegah dehidrasi dan memberikan nutrisi.
Bagaimana cara membuat oralit di rumah?
Campurkan 6 sendok teh gula dan 1/2 sendok teh garam dalam 1 liter air matang. Aduk hingga larut sempurna.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5093748/original/012633300_1736839007-1736836899967_cara-menghentikan-diare-tanpa-obat-untuk-anak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256567/original/079090900_1781161764-000_B6NZ2CC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397796/original/086676100_1761816551-Gemini_Generated_Image_vdeaqrvdeaqrvdea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686684/original/043092100_1702559748-Ilustrasi_perut_buncit__sakit_perut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3135852/original/023104700_1590262356-292076-P6REN7-836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528151/original/042611600_1773243876-ban6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495636/original/030620800_1770383374-Korban_Keracunan___01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889092/original/097927500_1720681162-139572.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479069/original/036552900_1768967124-then.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471031/original/073879800_1768274899-relawan_dokter.png)