Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September 2025, Latar Belakang, Sejarah dan Temanya

Mengenal sejarah hingga latar belakang peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September.

Diperbarui 23 September 2025, 11:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hari Bahasa Isyarat Internasional diperingati setiap 23 September atau tepat hari ini.

Peringatan hari ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa alias The United Nations General Assembly. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat dalam mewujudkan hak asasi penyandang tuli secara menyeluruh.

Hari Bahasa Isyarat Internasional pertama diperingati pada 2018. Dilatarbelakangi kesadaran akan pentingnya pendidikan bahasa isyarat bagi perkembangan anak tuli.

“Resolusi ini mengakui pentingnya melindungi bahasa isyarat sebagai bagian dari keragaman bahasa dan budaya. Resolusi ini juga menekankan prinsip nothing about us without us dalam kerja sama dengan komunitas tuli,” mengutip nationaldayreview, Selasa (23/9/2025).

Dilihat dari sejarahnya, Federasi Tuna Rungu Dunia (The World Federation of the Deaf/WFD) mengusulkan untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional. Kemudian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan deklarasi peringatan pada tanggal 19 Desember 2017.

WFD adalah organisasi internasional yang terdiri dari 135 asosiasi tuli nasional. WFD mewakili sekitar 72 juta tuli dari seluruh dunia. WFD didirikan pada 23 September 1951. Oleh karena itu, tanggal 23 September dipilih sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional.

Tema Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025 sama dengan tema Pekan Tuli Internasional 22-28 September 2025 yakni No Human Rights Without Sign Language Rights.

 

Cara Rayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional

Ada beberapa cara untuk merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional, termasuk:

Pelajari Bahasa Isyarat

Mempelajari bahasa isyarat adalah salah satu cara terbaik untuk memperingati hari ini. Ada beberapa sumber daya daring yang sangat baik yang dapat membantu dalam mengenal bahasa isyarat.

Belajar menyambut teman tuli dengan bahasa isyarat dapat memberikan dampak yang sangat besar.

Meningkatkan Kesadaran soal Tuli

Meningkatkan kesadaran adalah cara lain untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional. Banyak orang tidak tahu banyak bahasa isyarat.

Mereka juga tidak tahu berapa banyak orang di dunia yang bergantung pada bahasa isyarat.

Kampanye Bahasa Isyarat

Ada banyak cara untuk berpartisipasi, mulai dari penjualan kue hingga mensponsori kompetisi. Kegiatan merupakan cara yang sangat baik untuk menyebarkan informasi tentang bahasa isyarat.

Memanfaatkan media sosial juga dapat menjadi salah satu cara untuk membangkitkan minat terhadap kegiatan kampanye bahasa isyarat.

 

Fakta Bahasa Isyarat

Ada beberapa fakta menarik soal bahasa isyarat, di antaranya:

Setiap Wilayah Miliki Bahasa Isyarat Berbeda

Lebih dari 125.000 orang dewasa di Inggris menggunakan Bahasa Isyarat Britania. Bahasa Isyarat Britania adalah bahasa utama 15.000 orang di Inggris dan Wales.

Meskipun Britania Raya dan Amerika Serikat sama-sama menggunakan bahasa Inggris, bahasa isyarat mereka cukup berbeda. Perbedaan regional dalam bahasa isyarat juga dapat ditemukan, mirip dengan bagaimana aksen dan dialek diungkapkan dalam ucapan.

Begitu pula di Indonesia, bahasa Isyarat di Jawa Barat bisa memiliki perbedaan dengan bahasa isyarat di Jawa Timur.

Bahasa Isyarat Tak Hanya Soal Gestur

Selain gestur atau gerakan tangan, bahasa isyarat juga melibatkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi.

Bahasa isyarat memiliki sistem tata bahasanya sendiri, dan pola kalimatnya sangat berbeda dari bahasa lisan.

Teman Tuli Punya Nama Isyarat

Banyak orang yang berkomunikasi dalam bahasa isyarat menggunakan satu simbol untuk mewakili nama mereka, alih-alih mengeja hurufnya satu per satu. Simbol nama ini merupakan tanda pribadi seseorang, mirip dengan nama panggilan.