Sukses

Pengguna Kursi Roda yang Liburan ke Singapura Bisa Manfaatkan SBS Transit

Liputan6.com, Jakarta Dua tahun lalu, cedera tulang belakang membuat Tan harus menggunakan kursi roda, dan ia berkeliling Singapura dengan mengendarai kendaraan modifikasi untuk penyandang disabilitas.

Tetapi dengan biaya mengemudi yang semakin mahal, pria berusia 57 tahun itu sekarang sedang mempertimbangkan untuk beralih ke angkutan umum.

Namun, setelah mengemudi hampir sepanjang hidupnya, sistem transportasi umum tidak dikenalnya dan menavigasi jaringan kereta api dan bus bisa jadi rumit.

Untuk membantu penumpang seperti Tan, SBS Transit telah meluncurkan program Travel Buddy agar lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

Dilansir dari CNA, inisiatif ini akan dipasang di tiap commuter dengan bantuan staf sehingga memudahkan penumpang disabilitas.

“Ini sangat membantu orang-orang seperti saya, yang sangat awam dengan sistem kereta api di Singapura,” kata Tan.

“Sekarang ada banyak jalur MRT baru. Ini hal yang perlu saya pelajari dan ketahui,” ujarnya.

Menurut Tan, fasilitas yang disediakan di stasiun dan di kereta untuk membantu penyandang disabilitas, seperti ramp, lift, dan gerbong kereta dapat diakses kursi roda.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Peran Yan

Yan yang juga pengguna kursi roda, termasuk di antara 30 anggota staf SBS Transit yang melayani sebagai teman perjalanan. Ia adalah salah satu dari empat penyandang disabilitas yang terlibat dalam program tersebut.

“Saya juga berbagi pengalaman saya sebagai orang yang menggunakan kursi roda, dan berbagi pengalaman saya sebagai penyandang disabilitas,” kata Yan.

Yan mengatakan perannya sebagai teman perjalanan memandu penyandang disabilitas untuk menavigasi sistem transportasi umum dengan aman.

Ia juga mengimbau pengguna kursi roda bagaimana cara mengarahkan kursi rodanya ke dalam kereta, tergantung seberapa lebar jarak antara kereta dan peron, agar rodanya tidak terjebak.

 

3 dari 4 halaman

Cara Memesan Travel Buddy

Travel buddy ini dapat dipesan secara online secara gratis. Penumpang dapat memesan hingga tiga sesi per rute untuk membiasakan diri dengan perjalanan tersebut. Bagian dari perjalanan itu harus mencakup perjalanan dengan bus atau kereta SBS Transit.

Setelah komuter memesan untuk bepergian pada tanggal tertentu, seorang dari travel buddy akan menemui mereka di halte bus atau stasiun kereta asal tertentu.

Dari sana, Anda akan memulai perjalanan hingga mencapai tujuan.

SBS Transit juga menguji coba teknologi pemanjat tangga di Stasiun Outram Park. Ini akan membantu penyandang disabilitas saat elevator tidak berfungsi.

Tidak seperti lift kursi roda yang bergerak di sepanjang sisi tangga, mekanisme ini tidak perlu dipasang, sehingga menghemat ruang dan uang.

SBS Transit mengatakan lebih banyak pemanjat tangga akan tersedia di stasiun MRT lain jika ada cukup permintaan.

 

4 dari 4 halaman

Angkutan Umum Semakin Ramah Disabilitas

Untuk membangun program ini, SBS Transit berdiskusi dengan lembaga layanan sosial, dan tentunya dari penumpang penyandang disabilitas. Seluruh ide disamakan dan jadilah Travel Buddy.

“Ini untuk memastikan bahwa angkutan umum dapat diakses oleh semua orang,” kata Jeffrey Sim, chief executive officer dari bisnis kereta api SBS Transit.

“Kami melakukan yang terbaik untuk mengimplementasikan program seperti Travel Buddy untuk mendorong para penyandang disabilitas menggunakan transportasi umum sebagai moda perjalanan mereka,” tambahnya.

Sim mengatakan semua Travel Buddy telah melalui pelatihan dengan SPD (lembaga lokal yang mengkhususkan diri untuk melayani sekaligus memaksimalkan potensi penyandang disabilitas), sehingga mereka dapat lebih memahami kebutuhan dan kesulitan para komuter tersebut dan cara terbaik untuk membantu mereka.

Sementara program ini terbatas untuk pengguna kursi roda saat ini, Sim mengatakan SBS Transit bermaksud untuk memperluas inisiatif ini ke semua penyandang disabilitas, dan akan meningkatkan sesi sesuai permintaan.

“Commuter tidak hanya milik mereka yang berbadan sehat, tapi juga mereka yang berkebutuhan khusus – muda, tua, dan penyandang disabilitas,” kata Sim.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS