Sukses

Sering Ditanyakan Kenapa Anak ABK Sulit Sembuh, Psikolog: Disabilitas Bukan Penyakit Menular

Liputan6.com, Jakarta Psikolog Klinis Anak & Remaja Ruang Tumbuh, Selly menyayangkan anggapan dan pertanyaan yang kerap ditanyakan pada dirinya soal kenapa anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak bisa sembuh.

"Kondisi anak ABK bukan penyakit menular. Anak tersebut memiliki kondisi luar biasa. Hanya saja kondisinya berdampak pada pertumbuhan atau pun intelektualnya, kata Selly dalam webinar Understanding Children with Special Needs yang diselenggarakan konekin, ditulis Selasa (5/12/2022).

Menurut Selly, kondisi ABK bukan seperti demam yang bisa minum obat lalu sembuh. "Kondisinya mengacu pada perkembangannya."

"Untuk itu, orangtua dan lingkungan keluarga sangat berperan dalam memfasilitasi kebutuhannya sesuai usianya karena ia memiliki hal untuk berkembang di kehidupan sehari-hari, termasuk kognitif, motorik, sosial dan emosionalnya," jelasnya.

Namun, lanjut Selly, meski kondisinya berbeda dengan anak pada umumnya, ABK juga perlu mengikuti pendidikan.

"Setiap anak, termasuk disabilitas memerlukan cara belajar khusus untuk memfasilitasi kebutuhannya," katanya.

"Agar tahu pendekatannya seperti apa, maka orangtua perlu mengenal, memahami dan mencari apa yang sesuai kemampuannya. Misalnya anak dengan masalah konsentrasi, jangan kebanyakan diberi intstruksi. Instruksi itu bisa bertahap atau lebih sederhana atau perlu alat bantu," ungkapnya lagi.

Orangtua ABK juga perlu paham dan menerima bahwa ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus dengan segala kelebihan dan kekurangannya dalam menerima pendidikan.

"Jadi mestinya orangtua tidak hanya fokus pada sembuh atau sakit melainkan apakah pada pertumbuhannya anak ABK bisa berfungsi optimal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam adaptasi lingkungan dan tuntutan hidup yang akan dia hadapi," jelasnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Support Keluarga

 

Selly juga mengatakan, ABK sangat butuh dukungan orangtua dan keluarga. Sehingga jika sudah mengetahui kondisi disabilitasnya ringan atau berat bisa segera terapi dan mencari sekolah yang inklusif.

"Memang ada hal yang perlu disesuaikan. Untuk itu perlu support orangtua. Sebab penanganan ABK tidak sebentar. Perlu waktu, energi dan biaya untuk mengikuti program," katanya.

Kendati demikian, anak ABK bisa berfungsi optimal dalam kehidupan sehari, lanjut Selly. 

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Disabilitas yang Sifatnya Sementara atau Permanen

Selly mengungkapkan, ada dua jenis sifat disabilitas yang perlu diketahui yakni:

- ABK yang bersifat sementara (temporer)

Mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan disebabkan oleh faktor eksternal.

- ABK yang bersifat menetap (permanen)

Mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan yang bersifat internal dan akibat langsung dari kondisi kecacatan, yaitu seperti anak yang kehilangan fungsi penglihatan, gangguan perkembangan kecerdasan dan kognisi, gangguan gerak (motorik), gangguan interaksi-komunikasi, gangguan emosi, sosial dan tingkah laku.

 

 

4 dari 4 halaman

Beberapa Jenis Anak Berkebutuhan Khusus

Selly juga menjelaskan, ada beberapa jenis Anak Berkebutuhan Khusus:

1. Anak dengan Disabilitas Penglihatan

2. Anak dengan Disabilitas Pendengaran

3. Anak dengan Disabilitas Intelektual

4. Anak dengan Disabilitas Fisik

5. Anak dengan Disabilitas Sosial

6. Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas

7. Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme

8. Anak dengan Gangguan Ganda

9. Anak dengan Lamban Belajar

10. Anak dengan Kesulitas Belajar Khusus

11. Anak dengan Gangguan Komunikasi/ Wicara

12. Anak dengan Kecerdasan dan Bakat Istimewa

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS