Sukses

Rentan Tantrum, Cerita Unik di Balik Persiapan Anak Disabilitas Saat Hendak Tampil Depan Umum

Liputan6.com, Jakarta Seperti anak pada umumnya, anak-anak penyandang disabilitas juga mampu berpartisipasi dan tampil di depan umum dalam berbagai acara.  

Untuk mempersembahkan penampilan yang maksimal, mereka perlu latihan berulang kali. Dalam sesi latihan, anak-anak spesial cenderung lebih rentan tantrum ketimbang anak pada umumnya. Hal ini membuat proses latihan bisa menjadi lebih lama.

Hal ini dialami oleh Ketua Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) Yenni Darmawanti. Pada 7 hingga 13 Oktober anak-anak spesial yang bergabung dengan yayasan ini diminta tampil di sebuah acara di Surabaya.

“Yang tampil ini anak-anak special need karena dari pihak penyelenggara memberitahukan kepada AMI untuk menampilkan anak-anak istimewa. Yang tampil ada down syndrome, autisme, slow learner, ADHD, dan Cerebral Palsy,” ujar Yenni kepada Disabilitas Liputan6.com melalui pesan suara.

Kesenian yang ditampilkan pun beragam mulai dari menyanyi, tari tradisional, baca puisi, hingga membaca Al-Quran.

Sebelum berangkat untuk tampil, anak-anak melakukan latihan terlebih dahulu dan proses latihan diwarnai dengan tantrum. Namun, momen ini menjadi unik karena setelah tantrum mereka berpelukan bersama.

“Kejadian unik dan menarik, karena ini anak-anak spesial jadi sebelum berangkat mereka berlatih. Kalau ada satu yang salah itu biasanya ada satu yang tantrum karena harus kembali mengulang. Kalau mengulang cukup lucu, mereka bisa nangis guling-guling tapi setelah itu berpelukan bersama kemudian berlatih lagi.”

“Ini yang bikin haru banget dan kita tinggal semangatin, jadi walau ini tampil biasa bukan lomba tapi kita tetap usahakan semaksimal mungkin baik dari kostum, latihan, itu sudah kami siapkan sebelumnya."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Tetap Antusias

Meski diwarnai tantrum, tapi anak-anak tetap antusias mengikuti acara tersebut. Bahkan ada yang ingin tampil beberapa kali.

“Antusiasme anak-anak luar biasa, jadi ada beberapa yang kepingin tampil beberapa kali. Kita beri kesempatan tapi juga harus menampilkan yang berbeda.”

Yenni pun berharap agar semakin banyak acara yang mengizinkan anak-anak spesial untuk tampil di depan masyarakat.

“Harapan Y-AMI setelah anak-anak mengikuti acara ini akan banyak lagi panggung yang mengizinkan anak-anak (spesial) tampil di depan umum. Dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa anak-anak ini sekalipun berbeda tapi mereka luar biasa.”

3 dari 4 halaman

Aktif Berdayakan ABK

Y-AMI sendiri adalah yayasan yang aktif di bidang pemberdayaan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Yayasan ini fokus pada pemenuhan hak anak-anak penyandang gangguan perkembangan sosialisasi dan keterampilan komunikasi, atau yang lebih dikenal dunia medis sebagai kelompok Pervasive Developmental Disorder (PDD).

Selain itu, yayasan yang diresmikan di Sidoarjo, Jawa Timur, itu fokus juga mempelajari, membangun, serta memberdayakan setiap aspek materil dan imateril yang tersedia di berbagai daerah. Serta, menjadi sarana yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarga mereka yang berkebutuhan khusus secara lebih terpadu.

Y-AMI juga telah membangun komunitas sinergis yang mempersatukan individu, lembaga kemasyarakatan, institusi profit oriented daerah dan nasional yang memiliki kepedulian terhadap ABK.

Tujuannya, menciptakan peluang-peluang untuk membangun masa depan anak-anak Indonesia, khususnya ABK. Diharapkan, ABK bisa menjadi individu-individu yang kuat serta mandiri secara mental dan spiritual di masyarakat.

4 dari 4 halaman

Khitan Massal ABK

Menurut Yenni, pihaknya telah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti donasi yatim dan dhuafa, khitan massal ABK, Jumat berkah berbagi, kunjungan kesehatan keluarga ABK, parenting online, dan pelatihan daring.

Khitan massal ABK menjadi program Y-AMI yang banyak membantu ABK di Sidoarjo dan sekitarnya. Khitan sebagai prosedur kesehatan menjadi hal penting bagi anak penyandang disabilitas maupun anak secara umum.

Selain baik untuk kebersihan diri, khitan juga merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak kesehatan anak. 

Khitan massal ini biasanya diikuti oleh anak-anak dari berbagai ragam disabilitas. Peserta khitan pun tak harus beragama islam, tapi boleh dari berbagai agama.

Khitan ini tak dipungut biaya alias gratis dan sangat membantu orangtua dengan anak disabilitas terutama bagi keluarga kurang mampu. Khitan ini juga dirancang khusus untuk melayani anak-anak disabilitas dan dibantu oleh petugas-petugas yang memiliki pengalaman dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS