Sukses

Menteri PPPA Dukung UMKM yang Berdayakan Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengunjungi perempuan pelaku usaha di Kota Ternate.

Ia juga mendukung perempuan pelaku usaha dapat semakin aktif dalam memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan turut memberdayakan perempuan maupun masyarakat penyandang disabilitas di lingkungan sekitarnya.

“Saya berharap perempuan pelaku usaha dapat semakin aktif dalam memajukan UMKM dan turut memajukan perekonomian di lingkungan sekitarnya sehingga perempuan lainnya dapat menjadi agen pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

Dimulai dari hal terkecil di lingkungan terdekat sekalipun, baik itu dalam lingkungan keluarga, pertemanan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat secara lebih luas. Karena hal kecil jika dilakukan secara konsisten dan dengan bersama-sama, pasti hasilnya menjadi luar biasa,” ujar Menteri PPPA, dalam keterangan pers, Minggu (21/5/2022).

Saat mengunjungi UMKM Serba Usaha Ternate Local Product yang dikelola perempuan penyandang disabilitas, Menteri PPPA menyatakan sangat mengapresiasi usaha yang tidak hanya memajukan UMKM dan perekonomian di daerahnya, namun turut memberdayakan penyandang disabilitas, terutama perempuan dan juga anak yang putus sekolah.

Serba Usaha Ternate Local Product merupakan UMKM yang dikelola oleh perempuan penyandang disabilitas, Nurjannah. Nama merk usaha ini adalah Mayana EcoPrint dengan produk garment/konveksi dan kerajinan tangan seperti tas kulit, tas kanvas, baju, blouse, dan sepatu. Serba Usaha juga mengembangkan merek Chalumpunk, dengan produk berupa olahan makanan dan minuman herbal.

 

2 dari 2 halaman

Produk beragam

Nurjannah, pengelola Serba Usaha Ternate Local Product mengungkapkan di Serba Usaha ini, ia banyak melakukan assesmen kepada teman – teman yang terlibat bekerja sehingga produk yang dihasilkan pun beragam.

“Alhamdulillah di sini saya bisa melakukan assesmen kepada teman – teman sehingga saya menemukan teman – teman ini memiliki keterampilan yang berbeda – beda, seperti melakukan kerajinan, memasak, dan lain sebagainya,” kata Nurjannah.

Nurjannah berharap Pemerintah Daerah dapat membangun kota yang inklusif, baik dari aspek politik, ekonomi, sosial, budaya karena setiap orang memiliki hak yang sama. “Ketika sudah inklusif, maka kita bisa mandiri. Tinggal bagaimana pemerintah dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Nurjannah.

Selain menjadi pelaku wirausaha, Nurjannah juga aktif memberdayakan kaum rentan dengan cara merekrut penyandang disabilitas, anak putus sekolah, dan para janda dalam menjalankan usahanya. Selain itu, Nurjannah juga aktif menjadi pengajar sukarela di Sekolah Luar Biasa (SLB).