Sukses

Hasil Survei: 77% Pekerja Penyandang Disabilitas dapat Perlakuan Lebih Baik Sejak Pandemi

Liputan6.com, Jakarta Sebuah survei Adobe baru-baru ini mensurvei 1.000 pekerja penuh waktu, pekerja paruh waktu, dan sejumlah siswa sekolah di AS, termasuk responden dengan dan tanpa disabilitas. Hasil survei tersebut menunjukan bahwa penyandang disabilitas mendapat perlakuan baik dan perbaikan fasilitas selama pandemi meskipun beberapa hal yang perlu perbaikan seperti pada pendidikan etiket, rekrutmen, dan retensi.

Menurut CDC, 1 dari 4 orang dewasa AS (61 juta) diidentifikasi sebagai penyandang disabilitas. Sehingga penting bagi pemberi kerja untuk memiliki kebijakan dan inisiatif yang memprioritaskan dan memberdayakan pekerja penyandang disabilitas.

Dilansir dari CNBC, pandemi Covid-19 menyebabkan tempat kerja lebih sengaja menciptakan inklusivitas tempat kerja, dan banyak responden survei melihat perubahan besar. Faktanya, di antara penyandang disabilitas, lebih dari tiga perempat mengatakan tempat kerja mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mendukung mereka (77%), sementara sejumlah orang yang sama mengatakan rekan kerja mereka memperhatikan kebutuhan unik mereka.

Selain itu, 77% karyawan juga tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang dampak kesehatan mental dan cara bekerja dengan gaya belajar yang beragam.

Mayoritas responden survei tanpa disabilitas (82%) mengatakan mereka sering atau terkadang mempertimbangkan kebutuhan aksesibilitas rekan kerja penyandang disabilitas mereka. Namun, 18% sisanya melaporkan bahwa mereka jarang atau tidak pernah mempertimbangkan kebutuhan aksesibilitas rekan kerja mereka.

Terlepas dari status disabilitas, 84% dari mereka yang disurvei merasa rekan kerja akan mendapat manfaat dari aksesibilitas tempat kerja.

 

2 dari 2 halaman

Manfaat aksesibilitas dan inklusivitas

Mayoritas anggota komunitas disabilitas yang disurvei oleh Adobe (hampir 3 dari 4) mengatakan bahwa manfaat aksesibilitas dan inklusivitas merupakan faktor penentu dalam mengevaluasi peluang kerja. 

Di antara para penyandang disabilitas, dukungan kesehatan mental menjadi perhatian utama, dengan 73% mengidentifikasinya sebagai perhatian utama, dibandingkan dengan 33% dari mereka yang tidak memiliki disabilitas.