Sukses

4 Faktor yang Bikin Gigi Anak Down Syndrome Rusak, Bagaimana Mencegahnya?

Liputan6.com, Jakarta Seperti anak lainnya, anak dengan Down syndrome juga acap kali mengalami masalah kesehatan gigi. Namun, dengan keadaannya, anak Down syndrome membutuhkan arahan lebih dari orangtua atau pengasuh.

Menurut drg. Wiena Manggala Putri dari Klikdokter, faktanya, anak dengan Down syndrome lebih berisiko mengalami kerusakan gigi dibandingkan orang pada umumnya.

“Oleh karena itu, apabila perawatan gigi anak Down syndrome tidak dilakukan dengan saksama, risiko penyakit dapat berlipat ganda,” tulis Wiena mengutip Klikdokter, Selasa (26/1/2021).

Wiena juga menyampaikan beberapa alasan mengapa anak Down syndrome rentan mengalami masalah gigi dan mulut yakni:

Rendahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Sebagian besar anak dengan Down syndrome mengalami penyakit gusi. Tingkat keparahannya pun bervariasi, dari derajat sedang hingga berat.

“Kondisi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka yang lebih lemah dibandingkan anak pada umumnya.”

Obat-obatan

Anak Down syndrome perlu mengonsumsi obat untuk mengendalikan kejang dan risiko infeksi. Obat yang dikonsumsi umumnya terasa manis, sehingga anak bisa lebih tenang.

“Di sisi lain, rasa manis pada obat tersebut bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan gigi dan gusi.”

Bernapas Melalui Mulut

Anak Down syndrome  biasanya bernapas melalui mulut. Perilaku ini rentan menyebabkan mulut kering (xerostomia), gigi lebih maju ke depan (tonggos), lidah lebih lebar, gigi berjejal (maloklusi), dan timbul bau mulut (halitosis).

Jarang Menyikat Gigi

Karena memiliki kemampuan yang terbatas, anak Down syndrome cenderung kesulitan untuk menjaga kebersihan giginya sendiri. Akibatnya, mereka lebih berisiko mengalami penumpukan plak pada gigi.

Kondisi ini dapat memperparah penyakit gusi yang sering terjadi pada anak Down syndrome.

2 dari 4 halaman

Cara Merawat Gigi Anak Down Syndrome

Dari semua penyebab masalah gigi pada Down syndrome, Wiena menyebutkan beberapa cara untuk merawatnya yakni:

Rutin Membersihkan Gigi

Jika anak berusia di bawah satu tahun atau belum memiliki gigi, orangtua dapat membersihkan gusinya dua kali sehari dengan kain bersih yang lembut dan lembap.

Jika sudah berusia dua tahun atau telah memiliki gigi, sikatlah giginya sebanyak dua kali sehari. Gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride seukuran biji beras.

Bersihkan Sela-Sela Gigi

Anak Down syndrome membutuhkan orangtua untuk mengarahkannya saat sedang merawat gigi. Dengan demikian, gigi dan mulut anak dapat dibersihkan secara menyeluruh termasuk sela-selanya.

Benang khusus dapat digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi. Hal ini bertujuan agar sisa kotoran terangkat sempurna, sehingga kuman penyebab penyakit tidak mudah berkembang.

Batasi Camilan dan Rutin Periksa ke Dokter

Orangtua perlu membatasi asupan camilan yang mengandung gula tinggi karena dapat menyebabkan masalah gigi. Sebaliknya, konsumsi air putih harus diperbanyak.

Selain untuk mencegah dehidrasi, hal tersebut juga bertujuan untuk mengatasi mulut kering sehingga tidak memicu munculnya masalah pada gigi dan mulut.

Setidaknya, 6 bulan sekali anak perlu diajak ke dokter gigi. Orangtua dapat memilih dokter gigi spesialis anak yang sudah berpengalaman dalam menangani pasien anak berkebutuhan khusus agar perawatan yang diberikan pun sesuai dengan kekhususan si kecil.

3 dari 4 halaman

Infografis Kunci Hadapi Covid-19 dengan Iman, Aman dan Imun

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: