Sukses

Selain Bermusik, Adit Jalani Bisnis Kue Drummer Cookies

Liputan6.com, Jakarta Down Syndrome tak menghentikan Adit untuk berkarya. Selain lihai bermain drum, ia juga sedang menjalani usaha rumahan bersama ibunya, Emsyarfi. Kue-kue kering menjadi pilihan Emsyarfi dan Adit dalam usaha ini. Dimulai dengan kue kacang, nastar, hingga keripik.

“Anak saya ini walau disabilitas harus tetap mandiri finansial. Kalau orangtuanya sudah tidak ada ia tidak perlu bergantung pada orang lain hanya sekadar untuk makan. Tidak semua orangtua memiliki deposito atau tabungan yang cukup untuk kelangsungan hidup anaknya yang memiliki keterbatasan,” kata Emsyarfi ketika ditemui di Depok Jumat lalu.

Emsyarfi melihat, bermain drum itu bukan lahan utama dan 100 persen dapat menyokong kehidupan Adit. Terlebih, sebagian besar pentas drum Adit untuk kegiatan amal. Contohnya di acara komunitas, mereka acap kali diundang tanpa diberi bayaran dan bahkan membiayai ongkos dan kebutuhannya sendiri.

2 dari 2 halaman

Diawali dengan Hubungan Baik

Emsyarfi mulai memutar otak, ia mencari kegiatan yang cocok untuk Adit di luar kegiatan pentas dan sekolah. Dengan keahliannya, Emsyarfi mulai membuat kue dan mengajarkan Adit.

“Awalnya dibagi-bagi ke saudara dan teman kemudian beredar dari mulut ke mulut. Usaha ini diawalai adanya hubungan baik dengan teman-teman, jaringan-jaringan sebanyak mungkin dan akhirnya akan pulang kepada kita,” ujar Emsyarfi.

Adit tidak melakukan usaha ini dari hulu ke hilir sendirian. Tentu Emsyarfi bertindak sebagai guru yang mengarahkan Adit untuk bekerja sesuai keahliannya.

Adit diberi tugas seperti mencetak, mengepak, memberi label, dan mengantarkan ke pembeli. Sedang membakar, menggoreng, belanja ke pasar menjadi tugas Emsyarfi karena Adit tidak mampu melakukan hal-hal tersebut sendiri, juga pertimbangan keamanan.

“Saya tidak ingin menampilkan sisi kasihan dari Adit kepada orang. Saya tidak menjual kesedihan itu,  saya yakin dengan bantuan seseorang yang dipercaya atau beberapa orang yang dipercaya Adit bisa makan dari brand itu,” kata Emsyarfi.

Emsyarfi menandaskan, tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang hanya impian. Di awal boleh bermimpi tapi jika dibarengi dengan usaha dan perjuangan inshaAllah mimpi itu akan pulang dalam bentuk nyata di depan mata.

“Itu yang saya rasakan beberapa tahun terakhir, tandasnya”.

Loading
Artikel Selanjutnya
Lesch Nyhan Syndrome Membuat Davey Tak Henti Lukai Diri
Artikel Selanjutnya
Special, Kisah Penyandang Cerebral Palsy Berbalut Komedi