Prediksi Ekstrem Harga Chainlink dari Microsoft Copilot

Microsoft Copilot memprediksi harga Chainlink (LINK) berpotensi mencapai US$ 200–US$ 350 pada awal 2027 dalam skenario pasar bullish ekstrem.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 18:05 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto Chainlink (LINK) berpotensi melonjak hingga US$ 200–US$ 350 pada awal 2027, bahkan mencapai US$ 500 dalam skenario pasar bullish ekstrem. Prediksi yang dikaitkan dengan Microsoft Copilot tersebut bergantung pada lonjakan adopsi teknologi Chainlink oleh institusi keuangan dan kembalinya tren kenaikan pasar kripto.

Mengutip artikel yang membahas prediksi tersebut, harga LINK berada di kisaran US$ 12,70–US$ 13,05 pada 14 Oktober 2026. Dengan demikian, target kenaikan itu jauh melampaui harga pasar saat ini.

Skenario tersebut memperkirakan pasar kripto kembali menguat pada akhir 2026. Pendorongnya adalah adopsi Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) dan jaringan decentralized oracle Chainlink oleh pengelola aset besar serta lembaga standardisasi internasional.

Teknologi tersebut diasumsikan menjadi pilihan utama untuk mendukung dana tokenisasi yang teregulasi dan penyelesaian transaksi lintas negara.

Dalam skenario ini, kebutuhan staking LINK juga diperkirakan meningkat sehingga mendorong permintaan token. Namun, prediksi tersebut masih sangat spekulatif dan membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam skala besar.

PAGE 2

Analisis Teknikal Chainlink: Harga LINK Berpeluang Menguat?

Dari sisi teknikal, harga LINK bergerak konsolidatif di kisaran US$ 12,50–US$ 13,50 setelah turun dari level sebelumnya di sekitar US$ 15–US$ 16. Harga masih bertahan di atas sejumlah area support menengah dan rata-rata pergerakan jangka panjang.

Dalam skenario pasar bullish yang lebih umum, penembusan berkelanjutan di atas US$ 15–US$ 18 dapat membuka peluang bagi LINK untuk menguji kembali rekor tertinggi sebelumnya, sekitar US$ 53.

Jika adopsi institusional meningkat drastis, penembusan rekor tersebut secara teoritis dapat memicu kenaikan lanjutan berdasarkan proyeksi pergerakan harga dan Fibonacci multi-siklus. Kondisi ini menjadi dasar skenario harga US$ 200–US$ 350 atau lebih.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di zona netral. Artinya, indikator tersebut belum menunjukkan kondisi jenuh beli yang ekstrem seperti yang kerap muncul ketika harga melonjak tajam.

PAGE 3

Target US$ 200–US$ 500 Bergantung pada Adopsi Institusi

Dalam jangka pendek, area support Chainlink berada di kisaran US$ 12–US$ 12,50 dan US$ 11–US$ 11,50. Jika harga bertahan di atas area tersebut, struktur pemulihan LINK berpeluang tetap terjaga selama pasar menilai perkembangan baru yang memengaruhi prospeknya.

Meski demikian, kenaikan menuju US$ 200–US$ 500 membutuhkan lonjakan permintaan yang luar biasa, khususnya dari infrastruktur tokenisasi aset yang teregulasi.

Prediksi tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian. Adopsi teknologi oleh institusi, kondisi pasar kripto, volume perdagangan, dan arus investasi akan menentukan apakah kenaikan besar dapat terjadi.

Dengan harga sekitar US$ 13 pada pertengahan Oktober 2026, target US$ 200–US$ 500 berarti kenaikan ribuan persen. Karena itu, investor perlu membedakan proyeksi berbasis skenario ekstrem dari perkembangan harga yang benar-benar terkonfirmasi di pasar.