Nabung Kripto Kini Lebih Simpel, Fitur Baru Pintu Bantu Pemula Investasi Tanpa Ribet

Pintu meluncurkan fitur "Auto DCA Explore Plans" untuk memudahkan investor kripto pemula berinvestasi secara rutin.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pintu Kemana Saja meluncurkan fasilitas perdagangan berbasis dollar cost averaging (DCA), melalui fitur Auto DCA Explore Plans untuk investor kripto, khususnya pemula.

Adapun dollar cost averaging merupakan metode investasi berkala, yang menjadi strategi bagi para investor yang hendak menyisihkan nominal yang sama secara rutin. Tanpa memperdulikan gejolak harga, sedang tinggi atau rendah.

Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad mengatakan strategi dollar cost averaging semakin diminati investor kripto. Hingga kini, fitur Auto DCA Pintu telah digunakan hampir 20 ribu pengguna untuk menabung aset kripto secara rutin.

"Namun, kami melihat masih banyak pengguna yang bingung menentukan aset yang tepat. Melalui Auto DCA Explore Plans, kami menghadirkan kategorisasi aset agar pengguna bisa berinvestasi rutin dengan lebih sederhana dan terarah," ujar Iskandar dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memilih kumpulan aset kripto berdasarkan kategori tertentu. Seperti Blue Chip untuk aset dengan kapitalisasi pasar besar yang relatif lebih stabil, DeFi Champ untuk token ekosistem keuangan terdesentralisasi, serta Top Alts yang berisi pilihan altcoin populer.

"Dengan adanya kategorisasi ini, pengguna dapat menggunakan strategi DCA tanpa harus memilih token satu per satu," jelas Iskandar.

 

19 Juta Investor Kripto di Indonesia

Di sisi lain, minat investasi kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto telah mencapai 19,08 juta investor per Oktober 2025.

Tren serupa juga terlihat pada adopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Data Pintu menunjukkan total transaksi Auto DCA PINTU tumbuh lebih dari 17 persen di kuartal III 2025, dengan mayoritas pengguna memilih frekuensi harian dan mingguan sebagai jadwal investasi rutin mereka.

"Fitur ini untuk membantu pengguna memahami karakteristik aset yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekaligus membangun kebiasaan nabung rutin secara lebih disiplin," kata Iskandar.

 

Kunci Investasi Kripto Jangka Panjang

Kendati begitu, Iskandar mengingatkan bahwa investasi kripto jangka panjang bukan hanya soal memilih aset, tetapi juga membangun konsistensi dan disiplin.

"Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi tetap merupakan tanggung jawab investor sesuai profil risiko masing-masing," pungkas dia.