Sukses

Harga Bitcoin Stabil di Atas Rp 516 Juta, Investor Tunggu Hasil Pertemuan The Fed

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin naik sebesar USD 1.834 dalam kurun waktu empat jam pada Selasa, setelah sempat menyentuh level USD 34.000 atau sekitar Rp 487,8 juta (asumsi kurs Rp 14.347 per dolar AS). Pasar kripto secara keseluruhan stabil setelah koreksi pasar yang luas ke bawah dalam seminggu terakhir.

Bitcoin saat ini ditransaksikan sekitar USD 36.400 atau Rp 522,23 juta dan naik sedikit dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinDesk. Sedangkan Ether turun sedikit, diperdagangkan sekitar USD 2.400. Namun, sebagian besar koin alternatif utama (altcoin) menunjukkan grafik merah.

Pasar saham AS juga menguat pada Senin waktu setempat. Indeks saham utama jatuh pada hari sebelumnya karena investor mengamati rapat pertama Federal Reserve tahun ini, yang akan berlangsung minggu ini.

Sementara Bitcoin dan pasar kripto tampaknya mengikuti kinerja pasar saham baru-baru ini. Seperti yang dilaporkan CoinDesk, hubungan antara Bitcoin dan indeks saham Nasdaq 100 yang disukai untuk sektor teknologi, tetap lemah. Hal itu menjadi sebuah pengingat ada hal lain yang lebih penting yang dapat mempengaruhi Bitcoin dan pasar kripto.

“Setidaknya untuk saat ini, dapat dikatakan bahwa harga Bitcoin adalah kombinasi dari beberapa selera risiko global dan banyak dinamika pasar di China (dan akibat pembatasan di sana). Pengaruh faktor-faktor itu tidak statis, tetapi mereka menjelaskan lebih banyak daripada mengamati setiap langkah The Fed," tulis Lawrence Lewitinn, seperti dikutip dari CoinDesk, Selasa (25/1/2022).

Menurut perusahaan analitik data perdagangan kripto, Kaiko, meskipun terjadi aksi jual tajam minggu lalu, volume perdagangan spot harian Bitcoin minggu lalu masih lebih rendah daripada selama penurunan harga pada Desember.

Rata-rata volume perdagangan spot harian Bitcoin di bursa cryptocurrency utama sebagian besar tetap di bawah USD 5 miliar dalam sebulan terakhir, itu turun secara signifikan sejak awal musim gugur, tulis Kaiko dalam buletin mingguannya pada Senin.

Ini sebagian karena bursa China OKEx dan Huobi telah mengalami kerugian volume karena larangan perdagangan kriptodi China tahun lalu.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Kripto pada 25 Januari 2022

Sebelumnya, harga Bitcoin, Ethereum dan jajaran kripto teratas rebound atau menguat pada Selasa pagi, 25 Januari 2022. Kripto yang sebelumnya sempat terkoreksi akhirnya mulai menguat.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat dalam satu hari terakhir sebesar 3,76 persen. Meskipun begitu, dalam sepekan, BTC masih meradang cukup besar yaitu 12,13 persen. Saat ini, harga BTC masih berada di level USD 36.711,19 per koin atau setara Rp 526,8 juta (asumsi kurs Rp 14.350 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua juga rebound sebesar 0,68 persen dalam satu hari terakhir, tetapi masih melemah dalam sepekan sebesar 22,60 persen. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.447,09 per koin. 

Selanjutnya, Binance coin (BNB) yang juga ikut menguat dalam 24 jam terakhir sebesar 1,45 persen. Namun, masih melemah dalam sepekan sebesar 20,57 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 373,90 per koin. 

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00, sedangkan USDC yang sedikit menurun ke level USD 0,9997, hari ini kembali ke USD 1,00.

Sedangkan, Cardano (ADA) harus meradang sebesar 1,12 persen dalam 24 jam terakhir dan 30,88 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,06 per koin.

Selanjutnya, Solana (SOL) yang ikut meradang sebesar 3,53 persen dalam satu hari terakhir dan dalam sepekan meradang sebesar 34,03 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 92,15 per koin.