Liputan6.com, Jakarta Nada dering ponsel bagi sebagian orang bukan sekadar penanda adanya panggilan atau pesan masuk. Kebiasaan memilih dan menggantinya secara rutin juga dapat mencerminkan preferensi tertentu. Dalam psikologi, ciri orang yang suka ganti nada dering dapat berkaitan dengan cara seseorang merespons rutinitas, suasana hati, hingga kebutuhan akan variasi.
Bagi sebagian orang, satu nada dering bisa terasa membosankan setelah digunakan beberapa hari. Mereka mungkin menikmati sensasi mencoba suara baru, menyesuaikannya dengan suasana hati, atau sekadar ingin memberikan nuansa berbeda pada aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana ini ternyata dapat memiliki alasan psikologis yang menarik untuk diperhatikan.
Lantas, apa saja ciri orang yang suka ganti nada dering dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat dilihat dari sudut pandang psikologi? Pola kecil dalam penggunaan ponsel ini bisa memberikan gambaran tentang kecenderungan seseorang dalam menghadapi rutinitas, mencari stimulasi, atau mengekspresikan preferensi pribadi.
Advertisement
Apa Itu Kebiasaan Ganti Nada Dering dan Kaitannya dengan Psikologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367553/original/078833400_1791354109-pexels-tdcat-3571094.jpg)
Secara sederhana, mengganti nada dering adalah bentuk personalisasi, yaitu upaya menyesuaikan perangkat agar terasa lebih milik sendiri. Ketika dilakukan rutin setiap minggu, kebiasaan ini berubah menjadi ritual kecil yang mencerminkan cara seseorang mencari kesegaran dari rutinitas. Contoh sederhananya, bayangkan seseorang yang setiap awal pekan menyetel nada dering mengikuti lagu yang sedang ia gandrungi minggu itu.
Dalam psikologi, dorongan seperti ini kerap dikaitkan dengan trait novelty seeking. Cloninger, psikiater yang memperkenalkan konsep ini, dikutip dari ScienceDirect, mendefinisikannya sebagai "kecenderungan merasakan kegembiraan yang intens sebagai respons terhadap stimulus baru, yang mendorong aktivitas eksplorasi sekaligus secara aktif menghindari kemonotonan."
Kaitan dengan kepribadian juga terlihat pada perilaku penggunaan ponsel. Riset mencatat bahwa individu yang cenderung ekstrovert tercatat lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyesuaikan nada dering dan wallpaper ponselnya. Artinya, memilih dan mengganti nada dering bukan aktivitas acak, melainkan bisa diprediksi lewat pola kepribadian. Yang perlu digarisbawahi, kebiasaan ini termasuk variasi normal, bukan label negatif. Kecenderungan mencari hal baru hanyalah satu dari beberapa dimensi temperamen manusia, sehingga suka berganti nada dering tidak otomatis berarti seseorang tidak bisa diandalkan.
Advertisement
Ciri Orang yang Suka Ganti Nada Dering Tiap Minggu Menurut Psikologi
Setelah memahami definisinya, kamu bisa mengenali beberapa pola yang umum muncul. Perlu diingat, ciri-ciri ini sifatnya kecenderungan, bukan diagnosis pasti
- Punya kebutuhan tinggi akan hal baru. Orang seperti ini merasa lebih hidup saat ada sesuatu yang segar, termasuk pada bunyi ponselnya. Mengganti nada dering memberi sensasi kecil yang memuaskan dorongan eksplorasinya.
- Gampang bosan pada hal yang monoton. Nada dering yang itu-itu saja terasa membosankan bagi mereka, sehingga menggantinya menjadi cara melawan kejenuhan. Toleransi mereka terhadap pengulangan memang cenderung rendah.
- Terbuka pada pengalaman baru. Keterbukaan terhadap pengalaman membuat mereka penasaran mencoba genre lagu, efek suara, atau tren audio terbaru. Ganti nada dering jadi kanal murah untuk menyalurkan rasa ingin tahu itu.
- Cenderung ekstrovert dan aktif secara sosial. Pribadi yang ramai berinteraksi biasanya butuh stimulasi dari lingkungan, dan nada dering yang mencolok atau berganti-ganti cocok dengan energi itu. Tak heran jika penyesuaian nada dering lebih sering dilakukan tipe ekstrovert.
- Ekspresif dan senang menunjukkan identitas. Bagi mereka, nada dering adalah papan nama audio yang menegaskan selera dan suasana hati. Menggantinya tiap minggu adalah cara memperbarui citra diri di ruang publik.
- Menyukai keunikan dan hal anti-mainstream. Mereka cenderung menghindari nada bawaan yang dipakai banyak orang dan memilih yang khas. Keinginan tampil berbeda ini erat kaitannya dengan dorongan mengekspresikan jati diri.
- Spontan dan cukup impulsif dalam keputusan kecil. Melihat lagu viral atau efek suara lucu, mereka bisa langsung menjadikannya nada dering saat itu juga. Keputusan cepat semacam ini mencerminkan sisi impulsif dari seorang pencari sensasi.
Mengapa Otak Menyukai Hal Baru: Peran Dopamin dan Kebutuhan Stimulasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367554/original/099317000_1791354109-jay-openiano-_Ud30e6Z2SI-unsplash.jpg)
Otak manusia memang dirancang untuk merespons hal baru. Tingkat novelty seeking yang tinggi berkaitan dengan sistem dopamin dan kecenderungan lebih berani terhadap risiko saat mengambil keputusan. Setiap kali menemukan nada dering baru, otak seolah mendapat hadiah kecil berupa lonjakan rasa senang.
Kecenderungan ini bahkan punya jejak biologis. Berdasarkan basis data OMIM, skor novelty seeking yang lebih tinggi dari rata-rata dikaitkan dengan varian tertentu pada gen reseptor dopamin D4 (DRD4). Dengan kata lain, sebagian orang memang secara alami lebih haus akan stimulasi baru dibanding yang lain.
Sisi lain dari kebutuhan stimulasi adalah kerentanan terhadap kebosanan. Kebutuhan akan stimulasi eksternal, yaitu hasrat akan hal baru, kegembiraan, dan variasi, menjadi salah satu faktor utama seseorang mudah bosan, dan tipe ekstrovert biasanya paling rentan. Bagi mereka, lingkungan yang stagnan terasa kurang memberi asupan, sehingga otak mencari rangsangan tambahan.
Di titik inilah nada dering berperan. Mengganti bunyi ponsel adalah cara cepat, murah, dan aman untuk menyuntikkan kebaruan ke dalam rutinitas harian. Jadi, ritual mingguan itu sebenarnya strategi kecil otak untuk menjaga level stimulasinya tetap nyaman.
Advertisement
Nada Dering sebagai Cara Mengekspresikan Diri dan Identitas
Selain soal stimulasi, nada dering juga berfungsi sebagai penanda identitas. Ponsel adalah benda paling pribadi yang kita bawa ke mana-mana, sehingga apa pun yang kita setel padanya ikut merepresentasikan siapa kita. Mengganti nada dering secara berkala menjadi cara memperbarui kemasan diri.
Sebagaimana diungkapkan studi dalam jurnal Media Psychology yang mensurvei 551 responden di Korea dan Amerika Serikat, motivasi mempercantik dan menyesuaikan ponsel berkaitan erat dengan keterikatan pada perangkat, karena pengguna memandang ponsel sebagai cerminan diri mereka. Semakin ponsel terasa mewakili kepribadian, semakin kuat pula keinginan untuk terus menyesuaikannya.
Ponsel juga mendorong kita lebih fokus pada diri sendiri. Pnggunaan ponsel dapat memicu kondisi fokus-diri pribadi yang membuat orang lebih memilih barang unik ketimbang yang populer. Profesor Sela, dikutip dari The Academic, menyatakan, "Orang dengan tingkat fokus-diri pribadi yang tinggi cenderung lebih mandiri dalam sikap yang mereka ungkapkan. Mereka tidak terlalu ikut arus."
Bagi orang yang mengganti nada dering tiap minggu, perubahan itu bisa jadi sinyal suasana hati yang sedang bergeser, atau sekadar keinginan agar identitas audionya tidak basi. Nada dering pun berubah fungsi, dari sekadar penanda panggilan menjadi bahasa ekspresi diri.
Kapan Kebiasaan Ini Wajar dan Tips Menyikapinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367555/original/015259500_1791354110-anton-maksimov-5642-su-fTkfScExLo4-unsplash.jpg)
Sampai titik ini penting ditegaskan bahwa gemar berganti nada dering hampir selalu tergolong kebiasaan yang sehat dan wajar. Ia baru perlu dicermati jika muncul dari kegelisahan yang sulit dikendalikan, misalnya rasa tidak nyaman yang memaksa terus-menerus mencari rangsangan baru. Berikut beberapa langkah agar kebiasaan ini tetap positif:
- Jadikan sebagai penyaluran kreativitas. Anggap ganti nada dering sebagai hobi kecil untuk mengekspresikan selera, bukan pelarian dari kebosanan yang menumpuk.
- Pisahkan nada untuk mode fokus. Saat bekerja atau belajar, pilih bunyi netral dan hindari lagu favorit yang terlalu memikat agar konsentrasi tidak terganggu.
- Sesuaikan dengan konteks dan lingkungan. Gunakan volume serta pilihan bunyi yang sopan di ruang publik atau kantor demi menghormati orang sekitar.
- Amati pemicunya. Jika dorongan mengganti muncul tiap kali gelisah, jadikan itu pengingat untuk mengelola stres, bukan sekadar menekan tombol.
- Manfaatkan untuk mengatur mood. Bunyi bertempo cepat bisa membangkitkan energi, sementara nada lembut membantu menenangkan; pilih sesuai kebutuhan harianmu.
Tips singkat: simpan dua atau tiga nada dering favorit sebagai koleksi tetap, lalu rotasikan setiap minggu. Cara ini memuaskan kebutuhan akan variasi tanpa membuatmu bingung dengan bunyi yang benar-benar asing.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Ganti Nada Dering
Apakah suka ganti nada dering tiap minggu tanda gangguan psikologis?
Umumnya tidak. Kebiasaan ini lebih merupakan ekspresi dari kebutuhan akan hal baru dan perbedaan temperamen yang normal, selama tidak disertai kegelisahan berlebihan atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa hubungan nada dering dengan kepribadian seseorang?
Pilihan dan kebiasaan mengganti nada dering kerap dikaitkan dengan sifat seperti keterbukaan terhadap pengalaman, ekstraversi, serta dorongan mengekspresikan diri. Meski begitu, nada dering hanyalah satu petunjuk kecil dan tidak bisa dijadikan ukuran mutlak kepribadian seseorang.
Bagaimana cara memilih nada dering yang tepat?
Sesuaikan dengan konteks: pilih bunyi yang mudah dikenali tetapi tidak terlalu mengganggu saat kamu butuh fokus, dan gunakan volume yang sopan di ruang publik. Jadikan proses memilihnya sebagai cara menyenangkan untuk mengekspresikan diri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367882/original/087695700_1791366119-Screenshot_2026-10-07_164139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367552/original/071646600_1791354109-pexels-cottonbro-6862836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367282/original/036075500_1791342043-Gemini_Generated_Image_5spp355spp355spp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358155/original/054705600_1790324458-01M3B1MDNNXRSQAHKP889NEVDA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355787/original/021916700_1790142057-01M34AVCAA3EADSK3NRPHMXQJN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370281/original/073968800_1791605489-b7eebb6f-5bb6-47af-9970-b52fbb0c5226.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370257/original/019610400_1791603649-8d31d140-1b0b-4b04-87a3-d0301c173b71.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361685/original/027421700_1790744295-pexels-rakhmatsuwandi-36982111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356319/original/034162400_1790159445-01M36SJGRT7SJ83VN23D87X85V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362681/original/040019400_1790827840-01M3S02WRSC5D92Q0WGZV0PAR3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369935/original/003112900_1791540970-12a26282-235b-4a28-a071-bfb9300237a3.jpg)