Sukses

Punya Ketahanan Fisik Luar Biasa, 11 Hewan Ini Dapat Bertahan Hingga 20 Tahun Tanpa Minum Air!

Di dunia hewan, beberapa makhluk memiliki kemampuan adaptasi luar biasa, melebihi batas-batas tersebut. Beberapa hewan bahkan mampu menghadapi kondisi ekstrim di alam tanpa memenuhi kebutuhan pokok mereka. Menariknya, ada hewan yang bisa bertahan seumur hidup tanpa minum air, mencapai masa hidup hingga 20 tahun.

Liputan6.com, Jakarta Manusia memiliki keterbatasan waktu yang ketat untuk bertahan hidup tanpa oksigen, air, dan makanan. Namun, di dunia hewan, ada makhluk-makhluk yang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, melampaui batas-batas tersebut.

Beberapa hewan bahkan dapat menghadapi kondisi paling ekstrem di alam tanpa harus memenuhi kebutuhan dasar mereka. Menariknya, terdapat hewan-hewan yang mampu bertahan sepanjang hidup mereka tanpa mengonsumsi air, mencapai usia yang mengesankan hingga 20 tahun.

Kemampuan ini mencerminkan keajaiban adaptasi yang telah berkembang selama ribuan tahun, memungkinkan mereka untuk bertahan di lingkungan yang keras dan selalu berubah.

Simak lebih lanjut di sini!

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 14 halaman

11. Unta (15 Hari)

Ternyata, ketika membahas tentang kemampuan bertahan hidup tanpa air huewan unta bahkan tidak termasuk dalam 10 besar! Ini adalah suatu fakta yang mengejutkan dan mungkin membuat banyak orang terkejut.

Meskipun demikian, unta memiliki strategi yang sangat unik untuk mengatasi keterbatasan air yang langka. Mereka menggunakan punuk mereka sebagai sistem penyimpanan air dan energi, menyimpan lemak yang berfungsi sebagai cadangan hidrasi.

Punuk mereka mengembang ketika penuh dan mulai mengendur ketika simpanan lemak habis, memberikan indikasi visual kepada penunggang unta tentang sejauh mana 'bahan bakar' yang tersedia, membimbing mereka dalam mencari oasis berikutnya untuk mengisi kembali persediaan air.

3 dari 14 halaman

10. Jerapah (21 Hari)

Melintasi gurun dengan bantuan binatang penunggang ternyata membawa perbedaan menarik antara unta dan jerapah. Saat Anda menunggangi jerapah, dapat mencapai destinasi yang lebih jauh sekitar seminggu dibandingkan dengan unta.

Keunggulan jerapah terletak pada kemampuannya bertahan hidup tanpa minum selama 21 hari, berbeda dengan unta yang harus mencari sumber air dengan lebih sering. Jerapah, yang tidak memiliki kapasitas besar untuk menyimpan air dalam tubuhnya, mengandalkan ekstraksi kelembaban dari tanaman yang mereka makan, khususnya daun akasia.

Untuk minum air, kawanan jerapah harus melebarkan kaki depannya agar bisa mencapai sumber air secara fisik. Setelah melewati masa kemarau yang panjang, jerapah bahkan mampu mengonsumsi hingga 14 galon (54 liter) air dalam satu waktu.

Perilaku unik ini membantu jerapah bertahan di lingkungan gurun yang keras, menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap ketersediaan air yang terbatas. Walaupun tidak memiliki kemampuan penyimpanan air seperti unta, jerapah berhasil memanfaatkan sumber air yang ada dengan cara yang unik dan efisien saat melintasi padang pasir.

4 dari 14 halaman

9. Kura-Kura Gurun (1 Tahun)

Kura-kura gurun, yang mendiami Gurun Mojave dan Sonoran ini memiliki adaptasi menarik untuk bertahan hidup di lingkungan gurun yang keras.

Dalam cangkangnya yang berbentuk kubah, mereka memiliki kandung kemih yang dapat membesar, mampu menyimpan hingga 40% dari berat tubuh mereka dalam bentuk air dan limbah cair. Keistimewaan ini memungkinkan kura-kura gurun bertahan hidup sepanjang musim kemarau selama setahun penuh, bergantung pada cadangan air yang mereka simpan di dalam cangkang.

Terdapat ironi menarik, yaitu ketakutan tiba-tiba dapat mengakibatkan kura-kura gurun mengeluarkan seluruh cadangan airnya. Hal ini menjadi tantangan serius, terutama jika musim kemarau sedang berlangsung, dan tanaman tidak dapat memberikan tambahan kelembaban yang dibutuhkan.

Dalam situasi seperti itu ketidakmampuan tanaman untuk mengembalikan kelembabannya dengan cepat dapat menyebabkan kura-kura kehilangan cadangan airnya dan tanaman di sekitarnya menjadi korban krisis air yang mendadak.

5 dari 14 halaman

8. Jerboa (3 Tahun)

Jerboa yang berasal dari wilayah Eropa Timur, Afrika Utara, dan Asia, adalah makhluk yang sangat beradaptasi dengan kondisi gurun.

Jerboa dapat mengatasi suhu ekstrim dan merespon ancaman predator dengan meloncat tinggi secara luar biasa cepat, memungkinkan mereka untuk menjauh dari bahaya dengan efisien. Selain itu, telinga besar mereka berperan penting dalam mendeteksi suara sekecil apa pun dari predator yang mendekat, memberikan keunggulan tambahan dalam menghindari ancaman.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan jerboa untuk bertahan hidup tanpa minum air cair selama tiga tahun penuh. Mereka mendapatkan kelembaban yang dibutuhkan dari tanaman dan serangga. Strategi ini mencerminkan ketahanan dan adaptasi yang luar biasa, memungkinkan jerboa untuk menjalani seluruh siklus hidup mereka tanpa bergantung pada sumber air cair.

6 dari 14 halaman

7. Katak Penyimpan Air ( 5 Tahun)

Katak penahan air, yang mendiami pedalaman Australia yang kering ini tentu memiliki strategi unik untuk bertahan hidup di kondisi gersang. Makhluk ini bergantung pada kemampuannya menyerap air melalui kulitnya sebagai cara utama untuk menjaga hidrasi.

Ketika lingkungan semakin kering, mereka mengambil langkah ekstra dengan bersembunyi di bawah tanah dan membentuk suatu jenis 'kepompong' dari kulit mereka sendiri untuk mencegah penguapan air yang berlebihan.

Saat kekeringan melanda, mereka secara perlahan memakan kulit mereka sendiri sebagai sumber nutrisi tambahan, menghindari rasa lapar yang terlalu ekstrim. Keunikannya dari adaptasi ini memungkinkan katak penahan air untuk bertahan hidup hingga 5 tahun dalam kondisi gersang yang keras, menunjukkan sejauh mana efisiensi dan kekuatan evolusi dalam membentuk makhluk yang mampu mengatasi tantangan lingkungan yang sulit.

7 dari 14 halaman

6. Kanguru Tikus (5 Tahun)

Walaupun namanya menunjukkan keterkaitan dengan kanguru, sejatinya hewan ini merupakan pengerat kecil yang berasal dari gurun Amerika Utara dan bukan berasal dari Australia. Nama mereka diambil dari kemampuan unik mereka dalam melompat jarak jauh, yang dilakukan dengan memanfaatkan ekor sebagai alat bantu untuk mendarat dengan aman.

Salah satu adaptasi yang membedakan mereka dalam menghadapi kondisi gurun adalah sistem ginjal yang efisien, memungkinkan tikus kanguru menyimpan sebanyak mungkin air dari urin mereka. Selain itu, mereka tidak memiliki kelenjar keringat, melainkan memiliki bulu berminyak yang membantu menjaga tubuh tetap dingin.

Dengan kombinasi adaptasi ini, tikus kanguru mampu bertahan hidup selama 5 tahun tanpa asupan air cair, menjadi contoh menarik tentang bagaimana evolusi membentuk makhluk yang mampu mengatasi tantangan lingkungan yang keras.

8 dari 14 halaman

5. Lungfish Afrika Barat (5 tahun)

Ikan paru-paru Afrika Barat menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menjalani kehidupan, telah eksis di Bumi selama hampir 400 juta tahun. Mereka memiliki adaptasi yang unik dengan memiliki insang untuk bernapas di dalam air, tetapi juga mampu mengambil oksigen dari udara.

Ketika menghadapi kekeringan, ikan paru-paru ini mengambil tindakan yang istimewa dengan menggali ke dalam lumpur dan membungkus diri mereka dalam kepompong lendir. Strategi ini memberikan perlindungan yang efektif dan memungkinkan mereka bertahan hidup di kondisi kering selama hingga lima tahun. Selama periode ini, ikan paru-paru dapat mencerna jaringan otot mereka sendiri untuk mendapatkan nutrisi, menunjukkan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi tantangan ekstrem di habitatnya.

Keunggulan ikan paru-paru Afrika Barat tidak hanya terletak pada ketahanan hidup mereka yang luar biasa, tetapi juga dalam kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang keras.

9 dari 14 halaman

4. Gerenuk (8 tahun)

Gerenuk, makhluk yang terlihat seperti perpaduan antara antelop dan jerapah ini memberikan kesan hasil manipulasi foto ketika Anda melihatnya pertama kali, tetapi sebenarnya mereka adalah makhluk nyata yang berasal dari gurun dan sabana di Afrika Timur.

Salah satu karakteristik khas mereka adalah leher yang panjang, memungkinkan mereka mencapai dedaunan dari cabang yang lebih tinggi serta memberikan kemampuan untuk mendeteksi bahaya dari kejauhan.

Adaptasi yang menarik adalah saluran hidung yang membantu menghemat air dengan mencegah kelembaban hilang melalui penguapan. Gerenuk juga memiliki kemampuan untuk menyimpan air dalam tubuh mereka, terlihat dari urin yang sangat pekat. Selain itu, gerenuk cenderung tidak bergerak terlalu banyak, seringkali berdiri di tempat untuk menjelajah, strategi yang membantu mereka menjaga kelembapan makanan dan membuat mereka mampu bertahan hingga 8 tahun tanpa minum air cair.

10 dari 14 halaman

3. Katak Spadefoot Sofa (10 tahun)

Kodok kaki sekop Couch yang hidup di Gurun Colorado, menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat. Proses perkembangannya tergolong kilat, dengan telur yang menetas hanya dalam dua hari, dan berudu yang tumbuh menjadi kaki dalam waktu 10 hari.

Penting untuk dicatat bahwa pada usia tiga bulan, mereka sudah mencapai setengah ukuran dewasa mereka. Dalam menghadapi musim kemarau yang keras, kodok ini mengambil tindakan adaptasi yang menakjubkan. Mereka bersembunyi di lapisan pasir basah dan melapisi diri mereka dengan lapisan kulit yang sebagian terkelupas.

Strategi ini memungkinkan mereka menahan dan mempertahankan air dalam tubuh mereka, sehingga kodok kaki sekop Couch mampu bertahan hidup hingga 10 tahun tanpa minum air, menjadikan mereka sebagai contoh yang luar biasa dari adaptasi unik dalam mengatasi kondisi gurun yang keras.

11 dari 14 halaman

2. Kijang Pasir Arab (14 tahun)

Kijang pasir Arab yang hanya ditemukan dalam jumlah kecil di sekitar Jazirah Arab dan wilayah sekitarnya, telah mengembangkan strategi adaptasi unik untuk bertahan hidup di tengah panasnya gurun. Salah satu adaptasi luar biasa yang mereka tunjukkan adalah kemampuan menyusutkan jantung dan hati mereka hingga 30%. Hal ini memberikan keuntungan ganda

Pada organ-organ yang membutuhkan banyak oksigen mengonsumsi lebih sedikit, mengurangi frekuensi pernapasan dan kehilangan kelembaban yang terkait dengan setiap hembusan nafas. Dengan jantung dan hati yang lebih kecil ini kijang pasir Arab bernapas lebih sedikit dan kehilangan lebih sedikit air, membantu mereka bertahan di lingkungan yang kering dan panas.

Adaptasi ini tidak hanya membantu dalam konservasi air, tetapi juga memiliki efek positif lainnya. Dengan bernapas lebih sedikit, kijang pasir Arab juga mengurangi jumlah udara panas dan berdebu yang mereka hirup, memberikan perlindungan tambahan terhadap kondisi panas gurun yang keras.

12 dari 14 halaman

1. Iblis Berduri (20 tahun)

Iblis berduri Australia mendapat julukan yang mencerminkan reputasinya yang menakutkan, juga dikenal dengan nama ilmiah Latinnya, Moloch horridus.

Para ahli zoologi memiliki pendapat yang berbeda terkait makhluk ini, dengan nama Moloch merujuk pada dewa Kanaan kuno yang terkenal sebagai objek pengorbanan anak. Meskipun tampak menyeramkan, kadal kecil berukuran 8,3 inci (21 cm) ini sebenarnya hanya agresif terhadap semut yang menjadi santapannya. Mulutnya telah beradaptasi secara khusus untuk memakan semut, sehingga secara fisik tidak mampu minum air cair.

Sebagai alternatif, iblis berduri mengandalkan embun yang mengembun di sisiknya, menyerapnya ke seluruh tubuh dan akhirnya menuju mulut melalui proses kapiler.

Dalam kondisi sangat kering, mereka dapat mengubur diri di dalam pasir untuk menyerap kelembaban minimal yang mungkin ada di sekitar mereka. Dengan kemampuan ini, setan berduri menjadi pemenang dalam daya tahan hidup tanpa minum air, mampu bertahan selama 15-20 tahun.

13 dari 14 halaman

Question and Answer

1. Hewan apa yang paling langka?

Dahulu, spesies ini dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. Namun, sekarang jumlahnya mengalami penurunan drastis akibat perburuan dan kehilangan habitat, membuat badak Jawa menjadi salah satu spesies badak yang paling langka.

 

14 dari 14 halaman

2. Hewan mana yang paling ganas di dunia?

Singa, atau Panthera leo dalam bahasa Latin, dikenal sebagai hewan buas paling terkenal. Dijuluki sebagai raja hutan, makhluk ini hidup dalam kelompok yang terdiri dari beberapa betina, satu atau beberapa jantan, dan anak-anaknya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini