Sukses

Apa Itu Fobia dan Bagaimana Menanganinya?

Liputan6.com, Jakarta - Rasa takut bisa datang pada siapa pun. Namun, ada orang yang memiliki rasa takut berlebih pada sesuatu yang menjadi pemicunya, pada umumnya ini disebut fobia.

Menurut Asosiasi Psikiatri Amerika, fobia adalah ketakutan yang irasional dan berlebihan terhadap suatu objek atau situasi. Dalam kebanyakan kasus, fobia melibatkan rasa terancam bahaya atau takut akan bahaya. Misalnya, mereka yang menderita agorafobia takut terjebak di tempat atau situasi yang tak terhindarkan.

Mengutip Very Well Mind, Minggu (27/11/2022), seseorang yang memiliki fobia terhadap sesuatu akan menunjukkan gejala. Gejala fobia dapat terjadi melalui paparan terhadap objek atau situasi yang ditakuti, atau kadang-kadang hanya melalui pemikiran tentang objek yang ditakuti.

Gejala khas yang terkait dengan fobia, meliputi sesak napas, pusing, gemetar, dan peningkatan denyut jantung, takut mati, mual, terlalu fokus pada objek yang ditakuti, serta perasaan yang tidak nyata. Dalam beberapa kasus, gejala-gejala ini dapat meningkat menjadi gangguan kecemasan skala besar.

Sebagai respons terhadap gejala-gejala ini, beberapa individu dapat mengalami gangguan kecemasan sosial (SAD) --sebelumnya dikenal sebagai fobia sosial (social phobia). 

Mereka yang mengalami gangguan kecemasan sosial mulai mengisolasi diri mereka sendiri. Padahal hal ini menyebabkan kesulitan parah dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari dan mempertahankan hubungan.

Dalam kasus lain, seperti hipokondriasis (salah satu jenis gangguan kecemasan), seseorang mungkin mencari perawatan medis karena kekhawatiran yang terus-menerus dengan penyakit yang dibayangkan atau kematian yang akan segera terjadi.

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Fobia

Asosiasi Psikiatri Amerika mendefinisikan fobia sebagai gangguan kecemasan dan mengkategorikannya ke dalam tiga jenis yang berbeda:

Agoraphobia: Ini menggambarkan rasa takut terjebak di tempat atau situasi yang tak terhindarkan. Akibatnya, orang yang fobia mungkin mulai menghindari situasi seperti itu.

Dalam beberapa kasus, rasa takut ini bisa menjadi begitu merasuk dan menguasai sehingga orang tersebut bahkan takut untuk meninggalkan rumah mereka.

Fobia spesifik: Ini melibatkan rasa takut terhadap objek tertentu (seperti ular atau kupu-kupu dan serangga). Fobia semacam itu biasanya masuk ke dalam salah satu dari empat kategori yang berbeda: situasional, hewan, medis, atau lingkungan.

Beberapa contoh objek ketakutan yang umum termasuk laba-laba, anjing, jarum, bencana alam, ketinggian, dan naik pesawat terbang.

Fobia sosial: Ketakutan akan situasi sosial mencakup ketakutan yang ekstrem dan meluas terhadap situasi sosial. Dalam beberapa kasus, ketakutan ini mungkin berpusat pada jenis situasi sosial yang sangat khusus seperti berbicara di depan umum.

Dalam kasus lain, orang mungkin takut untuk melakukan tugas apa pun di depan orang lain karena takut mereka akan dipermalukan di depan umum.

Contoh lain dari empat jenis utama fobia spesifik meliputi:

Hewan: Takut pada ular, tikus, kucing, atau burung.

Medis: Takut melihat darah atau mengunjungi dokter.

Lingkungan alam: Takut akan petir, air, badai, angin topan, tornado, atau tanah longsor.

Situasional: Takut jembatan, meninggalkan rumah, atau mengemudi.

3 dari 4 halaman

Prevalensi Gangguan Kecemasan Sosial

Menurut National Institute of Mental Health, gangguan kecemasan sosial memengaruhi sekitar 7 persen orang dewasa Amerika pada tahun tertentu dan fobia spesifik memengaruhi sekitar 9 persen. Secara umum, wanita lebih banyak terpengaruh daripada pria.

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, hanya sekitar 10 persen dari kasus fobia yang dilaporkan menjadi fobia seumur hidup.

Penanganan Fobia

Ada sejumlah pendekatan pengobatan untuk fobia, dan efektivitas setiap pendekatan tergantung pada orang dan jenis fobia mereka.

Dalam perawatan eksposur, orang tersebut secara strategis diekspos pada objek yang ditakuti untuk membantu mereka mengatasi rasa takut mereka.

Salah satu jenis perawatan eksposur adalah flooding, di mana pasien dihadapkan pada objek yang ditakuti untuk waktu yang lama tanpa kesempatan untuk melarikan diri.

Tujuan dari metode ini adalah untuk membantu individu menghadapi rasa takut mereka dan menyadari bahwa objek yang ditakuti tidak akan membahayakan mereka.

4 dari 4 halaman

Pengobatan Fobia dengan Counter-conditioning

 

Metode lain yang sering digunakan dalam pengobatan fobia adalah counter-conditioning. Dalam metode ini, orang tersebut diajarkan respon baru terhadap objek yang ditakuti.

Daripada panik dalam menghadapi objek atau situasi yang ditakuti, orang tersebut belajar teknik relaksasi untuk menggantikan kecemasan dan ketakutan.

Perilaku baru ini tidak sesuai dengan respons panik sebelumnya, sehingga respons fobia secara bertahap berkurang. Counter-conditioning sering digunakan dengan orang-orang yang tidak mampu menangani teknik eksposur dan telah efektif untuk mengobati anak-anak dan remaja.

Akhirnya, untuk orang dewasa dan anak-anak dengan fobia sosial, obat-obatan seperti benzodiazepine dosis rendah atau berpotensi antidepresan dalam kombinasi dengan terapi perilaku kognitif dapat terbukti membantu.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS