Sukses

Dikira Bohongan, Pria Ini Naiki Buaya dan Selfie di Atasnya

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria diserang oleh seekor buaya ketika dia mengira itu hanyalah buaya bohongan yang terbuat dari plastik. Nehemias Chipada, diterkam oleh predator sepanjang 12 kaki itu setelah dia naik ke kolam untuk berfoto selfie dengannya di taman hiburan Amaya View di Filipina.

Nehemias berpose di depan kamera ponsel sebelum buaya itu menyerang lengan kirinya. Keluarganya menyaksikan secara langsung saat reptil mematikan itu menyeret Nehemias ke dalam air.

Untungnya, pria berusia 68 tahun itu langsung berteriak minta tolong, dan dapat melarikan diri dari sang pemangsa. Keluarga Nehemias telah menuntut taman hiburan karena dilaporkan tidak memperingatkan pengunjung bahwa ada buaya sungguhan di kolam.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Alami Patah Tulang

Putri Nehemias, Mercy Joy Chipada, mengatakan, "Tidak ada peringatan yang memperingatkan kami untuk tidak memasuki kandang. Karena jika ada, kami tidak akan pernah pergi ke sana."

Nehemias dilarikan ke Pusat Medis Mindanao Utara untuk perawatan setelah staf di taman itu melingkarkan saputangan di lengan dan tangannya untuk menghentikan pendarahan.

Dilaporkan bahwa ia menderita patah tulang setelah kecelakaan itu dan membutuhkan delapan luka jahitan di lengan kiri dan pahanya. Sebuah taring tiga inci juga tersangkut di dagingnya karena kekuatan gigitan buaya yang parah tersebut, lapor Daily Mail.

Saksi Rogelio Pamisa Antiga berkata, "Saya mendengar orang-orang berteriak minta tolong dan melihat buaya menganiaya lelaki tua itu. Saya pikir itu akan menggigit lengannya. Saya ingin membantunya, tetapi saya takut dan tidak tahu bagaimana menghadapi serangan buaya."

3 dari 3 halaman

Tanggapan Pihak Taman Hiburan

Taman hiburan tersebut telah setuju untuk menanggung biaya perawatannya setelah Nehemias harus menjalani beberapa operasi untuk membantu memperbaiki tulangnya yang patah. Namun, Amaya View membantah bahwa mereka gagal memasang rambu peringatan di sekitar taman.

Petugas Pengoperasian taman, Candy Unabia, mengatakan, "Kami menyangkal tuduhan bahwa kami lalai. Mereka mengatakan mereka mengira buaya itu juga buatan, tetapi area itu sebenarnya dibatasi. Ada tanda-tanda dan pengingat terus-menerus dari pemandu wisata kami."