Sukses

Perhatikan Waktu-Waktu yang Diharamkan untuk Melaksanakan Sholat Dhuha

Liputan6.com, Jakarta - Sholat sunnah dapat dikerjakan sehari-hari untuk melengkapi sholat fardhu. Salah satunya, yaitu sholat dhuha yang jadi amalan sunnah yang bisa dilakukan untuk memperoleh pahala.

Tidak hanya pahala, mengerjakan sholat dhuha juga dapat melancarkan rezeki. Mengutip laman NU, keutamaan lain salat dhuha adalah sebagai pahala sedekah. Secara lebih terperinci, siapa pun yang mengerjakan sholat dhuha akan dianggap telah bersedekah atas seluruh anggota tubuhnya. Rasulullah bersabda:

"Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at." (HR Muslim)

Juga, siapa pun yang mengerjakan sholat dhuha tidak akan dianggap sebagai orang lalai. Karena itu, dalam mencari rahmat Allah, hendaknya kita senantiasa mengerjakan sholat dhuha agar terlepas dari sifat lengah dan lalai. Adapun hadist dari keutamaan tersebut, yakni:

"Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai." (HR. Al-Baihaqi dan An-Nasa’i)

Salat dhuha juga membuat mereka yang mengerjakan diampuni dosa-dosanya di masa lampau. Siapa pun yang mengerjakan sholat dhuha secara rutin, dosa sebanyak buih di lautan pun akan diampuni Allah SWT. Berikut sabda Rasulullah SAW:

"Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kemudian, barang siapa rutin mengerjakan sholat dhuha juga akan mendapat istana megah di surga kelak. Adapun sabda mengenai keutamaan sholat dhuha ini adalah:

"Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Terakhir, menunaikan salat dhuha setidaknya dua rakaat juga dapat menyehatkan tubuh. Rasulullah bersabda:

"Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar maruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan salat Dhuha sebanyak dua rakaat." (HR. Muslim no. 720)

Meski hukumnya sunnah, sholat dhuha mempunyai batas waktu yang harus dilaksanakan pada waktu yang tepat.

Jangan sampai ibadah yang kita jalani menjadi sia-sia dan menimbulkan dosa karena sholat di waktu yang tidak tepat. Karena ternyata, ada waktu-waktu yang diharamkan untuk menjalankan ibadah sholat dhuha.

Melansir dari Dream, Jumat (1/10/21), berikut waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha berdasarkan hadist Rasulullah SAW.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Waktu yang Diharamkan Melaksanakan Sholat Dhuha

  1.  Pukul 06.00-07.30 pagi, diharamkan ketika sesudah subuh hingga matahari mulai terbit.
  2.  Pukul 11.30-12.15, diharamkan ketika memasuki waktu dzuhur hingga matahari terbenam.

Selain itu, terdapat hadist-hadist Rasulullah yang menunjukkan waktu yang diharamkan sholat dhuha.

Ibnu Abbas berkata, "Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam melarang shalat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam." [HR. Bukhari]

Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan sholat Dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata, "Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa sholat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Sholatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari". [HR. Muslim]

Ibnu Umar berkata, "Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam". [HR. Bukhari]

3 dari 4 halaman

Hadis Rasulullah Mengenai Waktu Sholat Dhuha

Alasan lainnya kenapa waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha karena adanya setan yang mengikuti di waktu tersebut.

Rasulullah shallallahu'alaihiwasallambersbda, "Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya." [HR. Nasa'i]

 

Penulis:

Alicia Salsabila

4 dari 4 halaman

Infografis 8 Benda di Rumah Wajib Dibersihkan Cegah Penyebaran Covid-19