Sukses

Peringati Hari HIV/AIDS, Akper Belu Gelar Seminar

Citizen6, Atambua: Memperingati Hari HIV/AIDS  Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2012, dilaksanakan seminar sehari tentang HIV/AIDS yang dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin. Dalam Seminar yang diselenggarakan Akademi Keperawatan (Akper), Kabupaten Belu ini, Ludovikus menjelaskan bagaimana menciptakan hubungan yang harmonis  antara suami, istri dan anak.
         
“Jika Anda suami yang baik dan sayang akan istri dan anak, Anda harus jaga diri dan jaga kesehatan untuk tetap setia pada pasangan dan sebaliknya. Saya berharap semua yang ada di sini menjadi agen yang bisa mensosialisasikan bahaya AIDS di kalangan masyarakat luas.”

Dalam penjelasannya, Ludovikus mengungkapkan data-data terbaru temuan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Belu tentang kasus HIV/AIDS. Dalam penemuan tersebut, Kabupaten Belu menempati urutan kedua tertinggi setelah Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengetahui hal ini, dirinya berharap agar masyarakat, pemerintah, serta pihak swasta membantu dan mendukung penuh kinerja KPA Belu untuk menanggulangi virus mematikan ini.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS dan mengharapkan para peserta menjadi agen-agen perubahan dalam mensosialisasikan HIV Aids kepada masyarakat terutama kelompok-kelompok yang rentan terkena virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini. Kasus-kasus HIV/AIDS ini membutuhkan perhatian dari semua pihak untuk bekerjasama secara intens dalam menekan angka pengidap HIV/AIDS.
 
Seminar sehari yang dilaksanakan Rabu 28 November 2012 ini dihadiri 4 pemateri, yakni Dr Thedorus Maubere dari RSUD Atambua, Drs Yoseph Fransiskus Xaverius Un dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Belu, Siprianus Tes Mau Pr selaku rohaniawan dan dosen pada Akper Belu, dan Ciprianus Temu selaku Ketua komisi A DPRD Kabupaten Belu. Dalam seminar sehari tersebut, keempat pemateri memberikan pemaparan sesuai aspek pandangannya dari segi kesehatan, hukum, rohani, dan aspek pemerintahan.
       
Seminar yang diselenggarakan di lantai dua Balai Nazaret , Gereja Katedral, Atambua ini dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari para mahasiswa Akper Belu tingkat 3, tokoh masyarakat, utusan sekolah, perguruan tinggi serta instansi pemerintah dan swasta yang ada di Kota Atambua.
         
Sampai Juni 2011,  total pengidap sebanyak 574 orang, serta yang telah meninggal sebanyak 114 orang. Dari para penderita HIV/AIDS, penyebaran terbanyak terjadi di wilayah Kabupaten Belu, tepatnya di Atambua, lalu diikuti wilayah-wilayah kecamatan di daerah Malaka, seperti di Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Barat, dan Kecamatan Malaka Timur.
          
Masalah HIV /AIDS kini telah menjadi masalah serius dan tidak bisa dianggap sepele bagi masyarakat Kabupaten Belu. Untuk menekan angka kematian yang semakin meningkat di Kabupaten Belu dibutuhkan kerjasama yang baik dari pihak pemerintah, swasta, gereja serta LSM. (Fransiskus Pongky Seran).