Liputan6.com, Jakarta Vitamin D sangat dibutuhkan setiap orang karena perannya yang penting dalam tubuh. Vitamin D dapat membantu mengaktifkan kalsium dan fosfat dalam tubuh sehingga bisa menjaga kesehatan tulang, gigi dan otot. Tak hanya itu, vitamin D bahkan sangat penting menjaga imun tubuh.Â
Itu mengapa vitamin D memiliki peranan sangat penting untuk membentengi diri di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Belum lama ini bahkan muncul sebuah studi yang menemukan lebih dari 80 persen pasien COVID-19 mengalami kekurangan vitamin D.
Advertisement
Penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinolgy & Metabolism Endocrine Society mengacu pada 200 orang pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Universitario Marques de Valdecilla, Spanyol.
Dari 80 persen pasien COVID-19 yang kekurangan vitamin D tersebut didominasi oleh pria, sebut para peneliti. Vitamin DÂ adalah hormon yang diproduksi oleh ginjal yang mengontrol konsentrasi kalsium darah dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Â
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Risiko Kekurangan Vitamin D
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3105511/original/019265700_1587175772-vacation-2218989.jpg)
Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, meskipun penelitian masih terus dilakukan guna mengetahui mengapa hormon memengaruhi sistem tubuh lainnya.
Banyak penelitian menunjukkan efek menguntungkan vitamin D pada sistem kekebalan tubuh, terutama yang berkaitan terhadap perlindungan dari serangan infeksi.
Menurut salah seorang peneliti dari University of Cantabria di Santander, Spanyol, Jose L Hernandez PhD, salah satu pendekatannya dengan mengindentifikasi dan mengobati kekurangan vitamin D, terutama pada individu berisiko tinggi COVID-19 di antaranya orang tua, pasien dengan komorbid, dan penghuni panti jompol.
"Pengobatan vitamin D harus direkomendasikan pada pasien COVID-19 dengan kadar vitamin D rendah dalam darah karena pendekatan ini mungkin saja punya efek menguntungkan, baik pada muskuloskeletal dan sistem kekebalan tubuh," kata Jose dikutip dari situs Science Daily pada Kamis, 5 November 2020.
Lebih lanjut Jose mengatakan bahwa pasien COVID-19 dengan kadar vitamin D yang rendah juga berisiko mengalami peningkatan kadar penandan inflamasi serum, seperti ferritin dan D-dimer.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3086895/original/058222300_1585293660-000_1PD64D.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550558/original/043753400_1692872973-towfiqu-barbhuiya--jthScuVWT0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457027/original/073442900_1621150601-20210516-COVID-19-Taiwan-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)