Sukses

Bayi dengan Lingkar Kepala Lebih Besar Miliki Tingkat Kecerdasan Tinggi

Liputan6.com, Jakarta - Tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang ingin menjadi cerdas. Oleh sebab itu, tak sedikit orangtua berusaha keras mengasuh anak dengan berbagai cara agar kelak di kemudian hari bisa menjadi insan yang cerdas.

Namun, kecerdasan seseorang ternyata merupakan faktor yang dibawa sejak lahir. Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian yang digagas oleh sekelompok peneliti dari Universitas Edinburgh.

Dilansir dari Shared, pihak peneliti menyebutkan tentang sifat kecerdasan seseorang tampaknya bisa dilihat dari bawaan genetik. Keterkaitan kecerdasan seseorang bisa dilihat dari hubungan IQ, gen dan kesehatan seseorang secara keseluruhan sejak lahir.

Namun di samping itu, pengaruh genetik juga bersentuhan dengan berbagai keterampilan kognitif, ukuran otak, bentuk tubuh dan pencapaian seseorang.

Dalam hal ini atribut fisik yang mempengaruhi kecerdasan seseorang yakni ukuran kepalanya. Saat masih bayi, ukuran kepala mereka ternyata bisa menunjukkan seberapa pintar mereka.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 3 halaman

Rata-rata lahir dengan lingkar kepala sekitar 13,5 inci

Penelitian Edinburgh melihat data dari 100 ribu peserta di antara usia 37 sampai dengan 73, ukuran kepala mereka saat dilahirkan terutama yang memiliki kepala besar cenderung cerdas di kemudian hari.

Ditulis pada Journal of Molecular Psychiatry, tim ilmuwan menganalisis hal tersebut dari sampel darah, urin, air liur hingga kebiasaan gaya hidup para perserta.

Keuntungan yang didapatkan oleh para bayi yang memiliki ukuran kepala lebih besar juga memiliki kesempatan tinggi mendapat nilai yang baik pada tes verbal-numerik.

Menurut Parents.com, rata-rata bayi memang lahir dengan lingkar kepala sekitar 13,5 inci. Namun ukuran itu akan tumbuh setidaknya 15 inci dalam bulan pertama.

Jika ukuran kepala ini tumbuh sedikit di atas rata-rata, bisa jadi mereka tumbuh dan kecerdasan otak mereka semakin meningkat.

3 dari 3 halaman

Tak selalu jadi pengukur kecerdasan

Namun tak selalu kepala besar menjadi tolak ukur kecerdasan. Pasalnya dalam kasus tertentu dan jarang, tengkorak besar serta kelainan bisa menjadi indikasi cacat fisik bagi pekermbangan bayi.

Salah satu tanda lain yang bisa menjadi ciri-ciri bahwa anak Anda pintar atau berbakat, yakni dilihat dari keterampilan motorik mereka serta kemampuan menguasai kosakata di usia yang muda.

Kemampuan anak dalam mengingat, mudah bergaul dengan orang yang lebih tua, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi juga bisa menjadi referensi lain untuk melihat kecerdasan anak.