Sukses

Target Pelaksanaan UNBK di DKI Jakarta Mencapai 100 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Ujian Nasional berbasis Komputer atau [UNBK](3159717/ "") 2018 akan digelar di semua sekolah tingkat menengah wilayah DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto.

"Pada tahun ini kami menargetkan 100 persen sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK dapat menggelar UNBK," katanya seperti dikuti dari Antara, Senin 12 Maret 2018.

Dia menyampaikan, ada 2.161 sekolah yang meliputi sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ditargetkan melaksanakan UNBK di Jakarta. Untuk sekolah negeri mencakup, 320 SMP, 117 SMA, dan 68 SMK. Sementara sekolah swasta mencakup 768 SMP, 363 SMA, dan 530 SMK.

"Akan tetapi jumlah tersebut masih dalam proses validasi, belum final. Setelah itu, nanti baru kita tahu hasil finalnya," kata dia.

Validasi yang dimaksud yakni memetakan ketersediaan perangkat UNBK di tiap sekolah. Selain itu, juga melakukan sosialisasi serta memberikan pengarahan teknis ke pengelola sekolah.

Bowo menambahkan, terkait sosialisasi sudah dilakukan ke semua wilayah mengenai persiapan pelaksanaan UNBK secara teknis, 9 Maret 2018 lalu. "Kami pastikan semuanya siap," tegas Bowo.

1 dari 3 halaman

Targetkan 100 Persen SMA-SMK Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan target penerapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Pada 2018, ia berharap seluruh SMA dan SMK sederajat sudah bisa mengimplementasikannya.

Target yang lebih kecil dipatok untuk jenjang SMP atau sederajat.

"Untuk jenjang SMP, MTs, dan sederajat ditargetkan 80 persen sudah menerapkan UNBK," kata Mendikbud Muhadjir, seperti dikutip dari Antara, Minggu 12 November 2017.

2 dari 3 halaman

UNBK 2017

Untuk tahun 2017, pelaksanaan UNBK untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat baru mencapai 80 persen. Sementara jenjang SMP baru 40 persen.

Muhadjir mengakui, saat ini masih ada SMA/SMK sederajat yang belum bisa melakukan UNBK. Kendala terbesar ada pada keterbatasan infrastruktur.

Ia mendorong sekolah-sekolah membeli komputer yang dibutuhkan. Muhadjir juga memberi solusi bila sekolah memiliki keterbatasan dana.