Sukses

Studi: Ini Alasan Kita Lebih Sayang pada Anjing daripada Manusia

Liputan6.com, Jakarta - Bagi banyak orang, sikap anjing yang tanpa pamrih membuat mereka lebih mudah dicintai dan disayangi. Malahan, sebuah studi baru menunjukkan bahwa kita memiliki empati lebih banyak pada anjing ketimbang pada orang dewasa lainnya.

Mengutip dari jurnal Society & Animal, tim dari Northeastern University Boston dan Univesity of Colorado Boulder menemukan bahwa kita cenderung lebih mudah berempati dan merasa kasihan terhadap anjing ketimbang pada manusia. Namun, dalam kondisi tertentu, anak-anak bisa mendapatkan respons empati lebih banyak dari anjing.

Studi tersebut mengumpulkan 256 mahasiswa sarjana dan kemudian mempresentasikan laporan berita palsu tentang serangan pada bayi berusia 1 tahun, orang dewasa berusia 30 tahun, anak anjing, dan seekor anjing dewasa. Mereka semua dilaporkan dipukul dengan tongkat pemukul dan mendapat luka parah.

Idenya adalah semakin rentan atau lemah korban, semakin besar empati dari subjek penelitian. Ternyata, tingkat empati untuk bayi, anak anjing, dan anjing setara satu sama lain. Sementara bagi orang dewasa, berada pada tingkat yang lebih rendah.

2 dari 2 halaman

Anjing Pandai Memanipulasi

Dilansir dari Iflscience, gagasan umum mengapa kita bersikap demikian pada anjing adalah karena kita berpikiran tingkat kerentanan mereka sama seperti anak-anak. Dengan kata lain, mereka tak dapat melindungi diri sendiri. Studi lain yang menyimpulkan bahwa kita melihat anjing sebagai bayi bulu secara tak langsung mendukung hal tersebut.

Seiring dengan fakta bahwa anjing secara tak sengaja mengagumi pemilik mereka, sebuah penelitian terpisah menunjukkan bahwa anjing secara sadar menyesuaikan ekspresi wajah mereka untuk mendapatkan reaksi positif dari manusia. Mereka bisa memanipulasi kita agar mau merawat mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: